
“Kenapa sih Ma,,,, Memangnya siapa yang Telpon aku, coba
Mama kasih tahu aku dulu nanti aku akan mau keluar”.
“Edi yang telpon ,,, dia mau ngobrol sama kamu”.
“Edi Ma,,, Nggak salah dia telpon aku?”.
“Mangkannya keluar dulu sini jangan di dalam terus”.
Akhirnya Riska mau keluar kamar karena penasaran siapa yang
menelponnya…
“Siapa sih Ma,,, Coba Lihat sini”.
“Nih,,,” Ibunya Riska memberikan poselnya ke Riska supaya
dia bisa bicara dengan Edi
“Hallo Ed,,, Kenapa?”.
“Boleh aku ngobrol sama kamu sebentar?”.
“Iya boleh ayolah ngobrol aja tidak usah sungkan”.
“Boleh kamu sedikit menjauh dari Ibu kamu sebentar saja”.
“Memangnya kenapa?”.
“Tidak apa-apa Ris,,, boleh tidak kalau kamu menjauh
sebentar saja”.
“Iya boleh sebentar,,,,”.
Riska mau menjauh dari Ibunya tapi Ibunya bertanya :
“Untuk apa kamu menjauh dari Mama, kan kamu bisa telpon
disini saja sama Mama”.
“Sebentar saja Ma aku mau ngobrol sama Edi tanpa mama,
sebentar saja Ma”.
“Yasudah sana kalau nanti memang dia menyakiti kamu lagi
maka Mama tidak akan tinggal diam”.
“Iya mama,,,,”.
Akhirnya Riska bisa pergi untuk telpon dengan Edi berdua,
Edi menjelaskan semuanya kalau tadi ibunya telpon katanya suruh nyamperin Riska
__ADS_1
dan makan bareng, hibur Riska di saat sakit,apa memang sebenarnya Riska tidak
mengatakan jika dia sudah putus dengan Edi.
“Hallo Edi,,,,”.
“Iya Riska,,, kamu sudah menjauh dari ibu kamu?”.
“Sudah Ed,,, ada apa? Apakah kamu ada perlu denganku sampai
kamu mau ngobrol sama aku?”.
“Aku ingin bicara serius sama kamu, tolonng kamu dengarkan
dan jangan membantah disaat aku belum selesai bicara”.
“Aih apaan sih kamu bercanda aja bisanya…”.
“Aku serius Riska,, aku tidak sedang bercanda jadi tolong ya
dengarkan aku”.
“Iya,,, apa sih serius banget,,, kan aku Cuma bercanda
supaya kamu nggak begitu tegang gitu ngomong sama aku”.
“To the point aja ya Riska, aku nggak mau lama-lama jadi
kamu dengarkan baik-baik”.
“Iya,,, ini juga aku dengarkan dengan baik kok”.
kepada ibumu tentang aku?”.
“Aku tidak mengatakan apa-apa”.
“Apa kamu bilang sama ibu kalau aku mutusin kamu dan
ninggalin kamu gitu aja tanpa rasa kasihan apa lagi aku sudah dekat dengan
Wanita lain”.
“Tidak… Aku tidak bicara apa-apa sama Ibuku, justru beliau
sendiri yang tahu karena aku chatt kamu tidak pernah dibalas, Ibuku memeriksa ponselku
di saat aku tertidur lelap karena Ibuku penasaran kenapa aku sampai tidak mau
keluar kamar. Aku sering banget ceria haha hihi sama orang, keluar rumah jadi
kalau aku di rumah terus atau bahkan aku tidak mau keluar kamar berarti ada
apa-apa sama aku, entah aku sedang putus cinta atau aku sedang ada masalah
besar pasti aku murung tidak mau makan dan aku juga mengabaikan orang-orang
__ADS_1
disekitarku dengan menghukum mereka bahwa aku tidak mau keluar kamar, ya memang
aku tidak tega dan merasa apakah mereka sedih kehilangan aku atau mereka sedih karena
aku mengabaikan kesehatanku juga. Yang kamu harus dengar baik-baik ya Edi, aku
tidak pernah menceritakan keburukan kamu di depan orang tuaku ataupun di depan
keluarga lainnya karena apa, kamu tahu? Bahwa laki-laki akan merendahkan harga
dirinya dan tundukannya untuk menyeimbangkan kedudukannya dengan Istrinya
walaupun dia laki-laki dan memiliki tanggung jawab besar yang harus dia pikul
untuk menafkahi istrinya. Aku paham soal itu dan aku selalu menceritakan hal
baik tentang kamu di depan orangtua ku”.
“Kalau memang kamu menceritakan hal yang baik kenapa tadi ibumu
ajak ngobrol aku kalau kamu sakit karena aku dan gara-gara aku tidak datang kerumahmu
untuk menjengukmu disaat kamu sakit, apa kamu tidak menceritakan kalau kita sudah
putus dan tidak ada hubungan apa-apa lagi”.
“Tidak,,, aku belum sempat membahas itu karena ibuku selalu
sibuk dengan pekerjaannya, dan ibuku tidak perduli dengan apa yang aku pilih,yang
penting bagi ibuku ya Uang, nggak suka apa-apa selain Uang”
"Tapi kan seharusnya kamu busa mengkondisikan ke ibumu kalau aku sama kamu sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, jangan seperti ini Riska. Kalau seperti ini nanti ibumu mencap aku sebagai laki-laki yang tidak baik, jadi tolong ya setelah ini jelaskan ke ibumu supaya ibumu juga mengerti".
"Sudahlah kamu abaikan saja apa yang ibuku bilang, tidak usah kamu dengarkan".
"Bagaimana aku tidak mendengarkan kalau ibumu saja menjelekkan aku, terus juga beliau memintaku untuk sama jemput kamu,hibur kamu, samperin kamu. Seakan-akan ibumu itu ingin aku kembali sama kamu, tapi aku kan sudah tidak bisa bertemu kamu lagi di luar jam sekolah, jangan membuat aku melanggar janjiku sendiri".
"Kan sekali aja buat nyenengin orang tua aku masa kamu nggak mau sih".
"Bukan aku nggak mau, kan kamu tahu sendiri kalau aku sudah janji sama diriku untuk tidak lagi bertemu dengan kamu di luar jam sekolah, tidak menghubungi kamu ataupun menyimpan nomor kamu, apa kamu juga tega aku berdosa melanggar janjiku sendiri? Tolong kamu juga mengerti aku".
"Yasudah kalau kamu masih mau mempertahankan janjimu yasudah silahkan aja, tinggal kamu nggak usah kesini kan beres. Kalau Mamaku menanyakan kamu aku akan jawab kamu ada banyak urusan dan kamu bukan sekolah sini atau kamu tidak tinggal di kota ini, gampang kok".
"Tapi aku akan di cap Ibumu sebagai laki-laki yang tidak baik".
"Kamu tenang saja, Ibuku tidak tahu siapa kamu dan juga tidak tahu bagaimana kamu, seperti apa kamu jadi kalaupun kamu tidak kesini juga Ibuku tidak akan mencarimu kemana-mana, paling beliau tanya sama aku dimana rumah kamu tapi aku akan menjawab di luar kota yang kemungkinan tidak dapat di jangkau Ibuku".
"Yasudah bagaimana kamu atur itu, aku tidak mau ibumu menganggap aku sebagai laki-laki tidak baik".
"Iya,,, nanti akan aku atur semuanya, kamu tenang saja. Aku pastikan Ibuku tidak akan mencarimu lagi, dan akan aku blokir lalu hapus nomor kamu, ibuku menghubungi kamu karena beliau cek ponselku di saat aku masih tertidur dan beliau melihat panggilan keluar itu kamu jadi langsung menghubungi kamu, mungkin juga melihat chattku sama kamu jadi membuat beliau semakin emosi lalu menelponmu".
"Yah mungkin,,, yasudah aku mau jalan dulu, tepati janjimu".
"Iya,,, tenang saja".
__ADS_1
Kalian nggak komen dan Like author jadi sepi nih merasa
tidak punya teman, yuk like komen dan share ke teman-teman, nanti akan ada kejutan di akhir Episode.