
Setelah mereka bertengkar dan ibu pemilik kantin datang membawa
uang kembalian Riska, maka Riska segera bergegas meninggalkan kantin itu dan
berjalan menuju kelasnya, setelah beberapa lama Riska pergi akhirnya Edi juga
beranjak dari tempat duduknya. Ambar yang penasaran langsung bertanya kepada Edi
:
“Ed,,, kamu mau kemana?”.
“Mau jalan ke kelas Mbak, memangnya kenapa Mbak?”.
“Kamu juga mau ke kelas Ed?”.
“Iya Mbak, ada apa ya Mbak?”.
“Kok kamu buru-buru banget memangnya mau ngapain?”.
“Emmmm….”.
“Jangan-jangan kamu mau nyusulin Riska ya,,, kamu masih suka
sama Riska?”.
“Apaan sih Mbak,, ya enggak lah masa aku masih suka sama Riska.
Kalaupun aku masih suka sama Riska ya nggak mungkin aku menyatakan cintaku
untuk Nisa Mbak”.
“Ya barangkali aja kan kamu berubah, jadi kemarin itu hanya
gertakan saja dari kamu buat Riska”.
“Ya enggak dong Mbak, kemarin emang beneran kok, kalau Mbak
nggak percaya coba tanya sama Riska Mbak kemarin Riska habis dari rumahku buat
selesaikan masalah yang ada Mbak dan dia juga bilang kalau mau berteman saja,
mau ikhlasin aku buat Nisa tapi malah Nisa nya nggak mau”.
“Ya kamu juga nggak berusaha kan”.
“Nggak berusaha gimana lagi sih Mbak, dia mau apa aja aku
turutin, mau pergi kemana aja juga aku turutin, mau lakuin apa-apa juga aku
bebasin kok Mbak karena memang aku suka kebebasan yang berbatas”.
“Ya kan itu sekarang waktu belum tunangan dan belum menikah,
coba nanti kalau sudah menikah atau udah lamaran pasti beda lagi itu omongannya”.
“Apa sih Mbak nggak usah sok tahu deh Mbak”.
“Aku bukan sok tau ya memang kenyataannya seperti itu”.
“Tapi kan ya nggak semua laki-laki seperti itu Mbak, aku
juga bisa buktikan kalau aku tidak seperti yang Mbak katakan”.
“Kamu itu mau buktiin gimana sih”.
“Apa pelu aku nikahin Nisa sekarang juga Mbak”.
__ADS_1
“Heh Edi apaan sih kamu, kalau semua orang mendengar dan
menganggapnya serius gimana?”. Ucap Nisa yang kesal dengan Edi
“Biarin aja Nis, biarkan aku membuktikan kalau memang aku
serius sama kamu dan mau menikah sama kamu kalau boleh aku nikahin sekarang”.
“Nikah itu nggak semudah itu Ed, nggak semudah apa yang kamu
bayangkan karena dunianya sangat berbeda, kamu kalau nikahin aku sekarang itu
kamu mau kerja apa, mau nafkahin aku bagaimana, kamu harusnya mikir dong sampai
situ nggak langsung ngomong kalau mau nikahin anak orang padahal kamu sendiri
belum persiapan apa-apa”.
“Ya lagian aku di ragukan seperti itu Nis sama Mbak Ambar,
aku nggak terima dong, jadi aku buktikan kalau aku bisa bahagiain kamu dan aku
memang benar-benar cinta sama kamu”.
“Terus kalau kamu tidak ada pekerjaan dan kamu sudah nikah
sama aku, kamu nggak bisa nafkahin aku, kamu nggak bisa bahagiakan aku, terus planning
kamu gimana? Apa nanti orang yang liat kita akan menertawakan kita?”.
“Ya yang penting aku berani dulu buat nikah sama kamu”.
“Hey nggak semudah itu Edi, kalau masalah berani atau tidaknya
itu anak SD juga berani dan kenapa mereka belum menikah? Ya karena ada larangan
menikah dibawah umur. Kamu tahu kenapa dilarang menikah di bawah umur? Ya karena
dan keinginan keluarganya, karena dia juga belum bisa mengayomi istrinya
keluarganya, apa lagi menyatukan dua keluarga itu sangatlah berat Edi”.
“Ya aku harus gimana dong buat bisa buktikan kalau aku
memang mencintai kamu, kalau Cuma kayak gini apa lagi kamu sudah menolakku
berkali-kali tapi aku tetap sabar menanti kamu, jadi tolong ya terima cinta aku”.
“Maaf Edi, mau sampai kapanpun aku tidak akan pernah
menerima kamu karena aku menganggap kamu sebagai teman dan aku juga berharap
kamu salah satu temanku yang menyaksikan aku Bahagia, melindungiku, menjagaku
dari segala mara bahaya, tapi jika nanti kamu disuruh memilih aku atau mamamu
pilihlah mamamu karena dia adalah segalanya dan syurgamu masih berada pada dirinya
dan sedangkan syurgaku berada di kamu dan ibuku, jika kamu mencintai dan memilih
ibumu maka aku akan mendapatkan keberkahan dan insya allah masuk syurga karena aku membantu suamiku membaktikan dirinya dengan
ibunya, membantu suamiku memuliakan ibunya”.
“Tapi Nis,,,”.
“Edi plis,,, kamu itu masih cukup muda dan masih di bawah
__ADS_1
umur jadi nggak usah aneh-aneh deh Ed, ada dendanya kalau nikah dibawah umur
jadi tolong ya di tahan dulu”.
“Iya tapi kamu terima aku sebagai pacar kamu supaya kamu
jadi semangat kerjaku nantinya”.
“Nggak usah mulai menghayal lagi deh Ed, aku itu anggap kamu
sebagai adik aku, ingat Ed sebagai adik aku karena ya memang aku nyamannya kamu
sebagai adik bukan sebagai pacar, aku takut Ketika nanti kita pacaran kemudian
putus maka akan terjadi musuhan dan aku nggak suka itu”.
“Aku yakin nggak akan seperti itu Nis,,,”.
“Kamu yakin dari mana sih Ed, contohnya seperti ini aja kan
kamu juga sudah berubah dari kemarin”.
“Berubah gimana sih Nis, kan aku biasa saja lagian aku juga
masih hubungi kamu dan aku masih tegur sapa sama kamu”.
“Iya memang tapi itu kan kemarin kalau hari ini kamu itu
kayak cuek banget sama aku, nggak tau sih apa salah aku sampai kamu kayak gitu
cuek banget dan kayak nggak lihat aku pas ada di depan kamu”.
“Perasaan kamu aja kali Nis, aku nggak kayak gitu kok”.
“Maaf ya Ed bukan aku nggak suka kamu dekat sama Riska lagi,
aku Cuma mau tanya aja apakah kamu lupa sama kata-kata kamu yang nggak mau berhubungan
dengan mantan lagi, tapi kenapa tadi seolah-olah seperti kamu mau balik lagi sama
Riska, ya aku seneng sih kamu bisa balikan sama Riska kalau memang kamu masih
suka tapi ya jangan langsung cuek sama aku gitu, seakan-akan aku nggak berarti
lagi buat kalian dan seakan-akan aku disini jadi pengganggu atau perusak
hubungan orang lain”.
“Aku tadi memang lagi nggak mood aja Nis, kan ya gimana ya
kalau pelajaran di kelas bikin pusing tuh”.
“Kalau kamu pusing nggak kayak gitu Ed, aku itu kenal kamu
gimana jadi jangan pernah alasan yang nggak jelas”.
“Ya memang gitu kok”.
“Kalau memang kamu nggak mood kenapa kamu datang ke kantin sama
Riska dan seolah-olah kamu menyesal kehilangan Riska, dan nggak Cuma itu, tadi pagi
kamu menemani dia jalan dari gerbang bawah padahal ada aku di belakang kamu tapi
kamu nggak ngeh, eh tapi aku juga nggak tahu ya kamu memang bener nggak ngeh
atau memang sengaja. Padahal aku juga sudah coba panggil tapi kamu tetap mengabaikan
__ADS_1
, bahkan berjalan cepat untuk menghindari aku”.
Ayo dong,,, mana nih yang suka sama novelnya, author tunggu like nya loh....