TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI

TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI
Lanjut


__ADS_3

Setelah mereka bertengkar dan ibu pemilik kantin datang membawa


uang kembalian Riska, maka Riska segera bergegas meninggalkan kantin itu dan


berjalan menuju kelasnya, setelah beberapa lama Riska pergi akhirnya Edi juga


beranjak dari tempat duduknya. Ambar yang penasaran langsung bertanya kepada Edi


:


“Ed,,, kamu mau kemana?”.


“Mau jalan ke kelas Mbak, memangnya kenapa Mbak?”.


“Kamu juga mau ke kelas Ed?”.


“Iya Mbak, ada apa ya Mbak?”.


“Kok kamu buru-buru banget memangnya mau ngapain?”.


“Emmmm….”.


“Jangan-jangan kamu mau nyusulin Riska ya,,, kamu masih suka


sama Riska?”.


“Apaan sih Mbak,, ya enggak lah masa aku masih suka sama Riska.


Kalaupun aku masih suka sama Riska ya nggak mungkin aku menyatakan cintaku


untuk Nisa Mbak”.


“Ya barangkali aja kan kamu berubah, jadi kemarin itu hanya


gertakan saja dari kamu buat Riska”.


“Ya enggak dong Mbak, kemarin emang beneran kok, kalau Mbak


nggak percaya coba tanya sama Riska Mbak kemarin Riska habis dari rumahku buat


selesaikan masalah yang ada Mbak dan dia juga bilang kalau mau berteman saja,


mau ikhlasin aku buat Nisa tapi malah Nisa nya nggak mau”.


“Ya kamu juga nggak berusaha kan”.


“Nggak berusaha gimana lagi sih Mbak, dia mau apa aja aku


turutin, mau pergi kemana aja juga aku turutin, mau lakuin apa-apa juga aku


bebasin kok Mbak karena memang aku suka kebebasan yang berbatas”.


“Ya kan itu sekarang waktu belum tunangan dan belum menikah,


coba nanti kalau sudah menikah atau udah lamaran pasti beda lagi itu omongannya”.


“Apa sih Mbak nggak usah sok tahu deh Mbak”.


“Aku bukan sok tau ya memang kenyataannya seperti itu”.


“Tapi kan ya nggak semua laki-laki seperti itu Mbak, aku


juga bisa buktikan kalau aku tidak seperti yang Mbak katakan”.


“Kamu itu mau buktiin gimana sih”.


“Apa pelu aku nikahin Nisa sekarang juga Mbak”.

__ADS_1


“Heh Edi apaan sih kamu, kalau semua orang mendengar dan


menganggapnya serius gimana?”. Ucap Nisa yang kesal dengan Edi


“Biarin aja Nis, biarkan aku membuktikan kalau memang aku


serius sama kamu dan mau menikah sama kamu kalau boleh aku nikahin sekarang”.


“Nikah itu nggak semudah itu Ed, nggak semudah apa yang kamu


bayangkan karena dunianya sangat berbeda, kamu kalau nikahin aku sekarang itu


kamu mau kerja apa, mau nafkahin aku bagaimana, kamu harusnya mikir dong sampai


situ nggak langsung ngomong kalau mau nikahin anak orang padahal kamu sendiri


belum persiapan apa-apa”.


“Ya lagian aku di ragukan seperti itu Nis sama Mbak Ambar,


aku nggak terima dong, jadi aku buktikan kalau aku bisa bahagiain kamu dan aku


memang benar-benar cinta sama kamu”.


“Terus kalau kamu tidak ada pekerjaan dan kamu sudah nikah


sama aku, kamu nggak bisa nafkahin aku, kamu nggak bisa bahagiakan aku, terus planning


kamu gimana? Apa nanti orang yang liat kita akan menertawakan kita?”.


“Ya yang penting aku berani dulu buat nikah sama kamu”.


“Hey nggak semudah itu Edi, kalau masalah berani atau tidaknya


itu anak SD juga berani dan kenapa mereka belum menikah? Ya karena ada larangan


menikah dibawah umur. Kamu tahu kenapa dilarang menikah di bawah umur? Ya karena


dan keinginan keluarganya, karena dia juga belum bisa mengayomi istrinya


keluarganya, apa lagi menyatukan dua keluarga itu sangatlah berat Edi”.


“Ya aku harus gimana dong buat bisa buktikan kalau aku


memang mencintai kamu, kalau Cuma kayak gini apa lagi kamu sudah menolakku


berkali-kali tapi aku tetap sabar menanti kamu, jadi tolong ya terima cinta aku”.


“Maaf Edi, mau sampai kapanpun aku tidak akan pernah


menerima kamu karena aku menganggap kamu sebagai teman dan aku juga berharap


kamu salah satu temanku yang menyaksikan aku Bahagia, melindungiku, menjagaku


dari segala mara bahaya, tapi jika nanti kamu disuruh memilih aku atau mamamu


pilihlah mamamu karena dia adalah segalanya dan syurgamu masih berada pada dirinya


dan sedangkan syurgaku berada di kamu dan ibuku, jika kamu mencintai dan memilih


ibumu maka aku akan mendapatkan keberkahan dan insya allah masuk syurga karena  aku membantu suamiku membaktikan dirinya dengan


ibunya, membantu suamiku memuliakan ibunya”.


“Tapi Nis,,,”.


“Edi plis,,, kamu itu masih cukup muda dan masih di bawah

__ADS_1


umur jadi nggak usah aneh-aneh deh Ed, ada dendanya kalau nikah dibawah umur


jadi tolong ya di tahan dulu”.


“Iya tapi kamu terima aku sebagai pacar kamu supaya kamu


jadi semangat kerjaku nantinya”.


“Nggak usah mulai menghayal lagi deh Ed, aku itu anggap kamu


sebagai adik aku, ingat Ed sebagai adik aku karena ya memang aku nyamannya kamu


sebagai adik bukan sebagai pacar, aku takut Ketika nanti kita pacaran kemudian


putus maka akan terjadi musuhan dan aku nggak suka itu”.


“Aku yakin nggak akan seperti itu Nis,,,”.


“Kamu yakin dari mana sih Ed, contohnya seperti ini aja kan


kamu juga sudah berubah dari kemarin”.


“Berubah gimana sih Nis, kan aku biasa saja lagian aku juga


masih hubungi kamu dan aku masih tegur sapa sama kamu”.


“Iya memang tapi itu kan kemarin kalau hari ini kamu itu


kayak cuek banget sama aku, nggak tau sih apa salah aku sampai kamu kayak gitu


cuek banget dan kayak nggak lihat aku pas ada di depan kamu”.


“Perasaan kamu aja kali Nis, aku nggak kayak gitu kok”.


“Maaf ya Ed bukan aku nggak suka kamu dekat sama Riska lagi,


aku Cuma mau tanya aja apakah kamu lupa sama kata-kata kamu yang nggak mau berhubungan


dengan mantan lagi, tapi kenapa tadi seolah-olah seperti kamu mau balik lagi sama


Riska, ya aku seneng sih kamu bisa balikan sama Riska kalau memang kamu masih


suka tapi ya jangan langsung cuek sama aku gitu, seakan-akan aku nggak berarti


lagi buat kalian dan seakan-akan aku disini jadi pengganggu atau perusak


hubungan orang lain”.


“Aku tadi memang lagi nggak mood aja Nis, kan ya gimana ya


kalau pelajaran di kelas bikin pusing tuh”.


“Kalau kamu pusing nggak kayak gitu Ed, aku itu kenal kamu


gimana jadi jangan pernah alasan yang nggak jelas”.


“Ya memang gitu kok”.


“Kalau memang kamu nggak mood kenapa kamu datang ke kantin sama


Riska dan seolah-olah kamu menyesal kehilangan Riska, dan nggak Cuma itu, tadi pagi


kamu menemani dia jalan dari gerbang bawah padahal ada aku di belakang kamu tapi


kamu nggak ngeh, eh tapi aku juga nggak tahu ya kamu memang bener nggak ngeh


atau memang sengaja. Padahal aku juga sudah coba panggil tapi kamu tetap mengabaikan

__ADS_1


, bahkan berjalan cepat untuk menghindari aku”.


Ayo dong,,, mana nih yang suka sama novelnya, author tunggu like nya loh....


__ADS_2