TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI

TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI
Lanjut


__ADS_3

Jojo dan Riska akhirnya pulang, karena rumah mereka berbeda jadi Jojo mengantarkan Riska terlebih dahulu kerumahnya. Riska yang masih memikirkan Edi terlihat masih diam saja sepanjang perjalanan, Jojo mencoba bertanya kepada Riska apakah yang terjadi.


"Riska,,, Are you OK?".


"Iya Jo, aku baik-baik saja kok, aku turun dulu ya, terimakasih sudah amanah untuk mengantarkan aku sampai rumah".


"Aku tahu kamu sedang ada masalah, kamu nggak mau cerita sama aku juga tidak apa-apa Ris, tapi coba kamu teriak nangis sekencangnya di kamar supaya kamu lega, kalau memang itu yang membuat kamu tenang maka lakukanlah Ris, aku tidak akan memaksa kamu untuk mengikuti kehidupanku, kamu harus mandiri dan menjadi diri kamu sendiri, supaya kamu bisa bangkit dari insecure yang kamu miliki. Kalau kamu bahagia aku juga ikut bahagia Ris". Ucap Jojo dengan senyum


"Terimakasih kamu sudah mau bahagia jika melihat aku bahagia, aku mau jujur sama kamu tapi aku takut kamu kecewa sama aku Jo".


"Jika itu tentang menyakitkan mungkin aku akan kecewa Ris, tapi aku tidak akan marah".


"Kecewa itu malah lebih menyakitkan Jo dari pada marah, kalau marah hanya 1 sampai 3 hari sudah hilang. Tapi, kalau kecewa, mau bertahun-tahun kebahagiaan itu di datang oleh si pembawa kekecewaan maka tidak akan pernah tertutupi dengan sempurna, mungkin hanya sekedar kata-kata *Sudahlah lupakan saja, mungkin sekarang dia sudah berubah* tapi jika nanti bertengkar atau ada masalah sedikit saja maka akan terjadi ketidak nyamanan yang bersifat permanen. pasti suatu saat kamu akan mengungkitnya karena kekecewaan itu masih ada".


"Aku bukan orang yang seperti itu Riska, aku memang bisa kecewa tapi tidak aku bawa sampai berlama-lama. Ya hanya sekejap saja disaat orang itu menyampaikannya, dan ketika sudah beberapa jam maka akan kembali seperti semula karena aku merenungkan diriku jika kamu mengecewakan aku maka aku akan melihat apakah ada yang salah dariku".


"Tapi itu tidak mungkin terjadi, itu sangat kecil sekali kemungkinannya jika kamu bisa menerima semuanya. Aku tahu kamu memang orangnya baik, tapi tidak semua orang baik itu bisa menerima sebuah kenyataan yang membuat dirinya kecewa".


"Kamu belum terlalu dalam mengenalku Ris".


"Maka dari itu aku sering menjaga lisanku ketika berbicara denganmu, apakah aku menyakiti hatimu atau tidak. Jika memang perkataanku tidak pantas maka tidak akan aku ucapkan kepadamu, dan itu yang aku lakukan setiap harinya".


"Kita adalah ditahap perkenalan Ris, aku dari awal sudah pernah bilang sama kamu kalau kita sama-sama belajar, belajar tentang semuanya Ris, belajar mencintai, memahami satu sama lain, melengkapi kekurangan dan menerima kelebihan, semua itu butuh proses dan tidak bisa di lakukan satu atau dua kali saja, harus menghadapi rintangan yang banyak dulu baru bisa goal".


"Tapi Jo, aku merasa tidak pantas untuk kamu".


"Apa yang membuat kamu seperti ini? apa yang membuat kamu seketika berubah pikiran?".

__ADS_1


"Ya aku merasa aja gitu kalau aku nggak pantes buat dapetin kamu, kamu itu orang baik, jujur, sopan, segalanya, sedangkan aku? aku bukan siapa-siapa Jo, aku nggak ada apa-apanya dibandingkan kamu, aku jauh dari kata sempurna".


"Ris,,, mencintai seseorang itu tidak harus diri kita sempurna, akupun juga merasa kalau aku tidak sempurna, belum sempurna dari apa yang aku miliki saat ini, mangkannya aku butuh seseorang yang bisa aku ajak sama-sama berjuang menerima keadaanku yang belum sempurna, untuk melengkapiku dan hidupku sampai nantinya".


"Iya tapi aku merasa tidak pantas untuk jadi kekasih kamu, apalagi jadi istri kamu Jo".


"Kamu ada apa kok tiba-tiba seperti ini? apa karena Edi menghubungi kamu lagi?".


"Enggak kok Jo, bukan karena itu".


"Kamu nggak mau jujur sama aku?".


"Ya memang bukan karena dia".


"Tapi dia menghubungi kamu kan? kalau memang iya, aku tidak apa-apa kok Ris, kamu tenang saja".


"Tapi Edi menghubungi kamu kan?".


Riska sejenak terdiam


"Tidak Jo".


"Aku tidak pernah mengajarkan kamu untuk berbohong Ris, dan aku juga tidak suka dengan orang yang suka berbohong. Kalau memang kamu di hubungi Edi, aku juga tidak apa-apa kok Ris, tapi tolong jangan pernah terpengaruh lagi. Mau kamu berharap sebesar apapun dengan Edi maka kamu tidak akan pernah bisa memilikinya lagi, karena dia memang sudah tidak pernah mencintai kamu, dia hanya mencintai Nisa yang jadi ambisinya sampai dia putusin kamu, kamu harus ingat itu Ris".


"Aku tidak berharap dengannya Jo, dan aku juga tidak di hubungi Edi".


"Berani menunjukkan bukti atau tidak?".

__ADS_1


"Maksud kamu apa sih Jo aku tidak tahu".


"Aku cuma mau kamu jujur Ris, hanya itu".


"Aku kan sudah jujur".


"Berani menunjukkan bukti tidak kalau kamu itu tidak di hubungi Edi?".


"Kamu mau bukti apa sih Jo".


"Buka HP kamu dan coba lihat di panggilan terakhirmu itu siapa namanya?".


"Apaan sih Jo, kamu itu kayak anak kecil aja sih pakai suruh buka panggilan terakhir. Kan aku juga punya privasi Jo".


"Aku hanya ingin kamu jujur sama aku Riska, dan aku cuma mau tahu saja panggilan terakhir kamu itu siapa, karena aku merasa ganjal jika kamu tidak lagi di hubungi Edi".


"Sudahlah, kamu itu punya privasi yang aku nggak pernah mau tahu karena aku menghargai kamu, kalau misalkan aku kayak gini itu namanya aku juga ada privasi dan kamu juga harus menghargai aku, jangan selalu ingin tahu apa urusan orang lain nanti kalau kamu kecewa hanya sakit hati yang kamu dapatkan bukan kebahagiaan yang sempurna".


"Tapi kan aku calon tunangan kamu yang insya allah akan jadi calon suami kamu bahkan jadi suami kamu, aku harus tahu semua tentang kamu, latar belakang kamu dan kepribadian kamu".


"kamu baru calon loh, gimana nanti kalau kamu sudah jadi suami? pasti kamu akan lebih posesif dari ini, kamu akan semakin menjadi-jadi karena pikiran kamu hanya negatif ke aku".


"Ya enggaklah, kan aku juga punya pemikiran yang baik nggak selalu posesif".


"Kan aku hanya mengira saja, kamu jangan sensi duluan dong".


"Ya lagian kamu ngomong gitu, kan nggak semua yanga awalnya ada rasa ingin tahu jadi bodoamat setelah menikah. Sekarang aku tanya deh sama kamu, sebenarnya kamu suka tidak sih kalau aku perhatian? padahal aku selalu mengutamakan kamu dulu dibandingkan orang lain. Kalau memang kamu tidak suka yasudah aku akan menjadi cuek seperti yang kamu mau".

__ADS_1


__ADS_2