
Sesampainya Jo di kantin dia melihat bahwa Rizka sedang beradavdisana bersama Nisa bukan bersama Edi, bahkan Rizka juga tidak terlihat sedang mengobrol dengan Edi. Tidak ada kecurigaan yang sedang terjadi pada situasi
ini.
Tiba-tiba Rizka melihat Jo sedang berdiri di depan kantin, Rizka sedikit terkejut karena takut Jo marah kepadanya.
Rizka menghampiri Jo yang sedang berada di depan kantin.
“Jo… Sejak kapan kamu berada di sini?”.
“Baru aja kok Riz,, tadi aku telpon kamu tapi nggak kamu angkat jadi aku cari ke kelasmu tapi kamu nggak ada disana”.
“Maaf ya aku tadi nggak sempat kabari kamu karena memang aku buru-buru sudah ditunggu Mbak Nisa jadi aku lupa buat hubungi kamu kalau aku sedang berada di kantin”.
“Iya tidak apa-apa kok, kalau memang sedang sibuk dan ingin ngobrol berdua sama Mbak Nisa yasudah aku ke atas lagi aja”.
“Maaf ya Jo, aku ngobrol dulu sama Mbak Nisa nanti kalau sudah selesai dan istirahat ke dua aku baru bareng kamu ya,,,, atau kamu mau gabung aja yuk sama aku dan Mbak Nisa, kamu kan tadi bilang kalau nggak sempat sarapan jadi kamu sarapan disini aja yuk aku temenin juga”.
“Nggak usah Riz nanti aja aku makan siang, nggak enak juga kalau aku harus ganggu kamu sama Mbak Nisa lagi ngobrol. Mbak Nisa pasti juga udah nunggu kamu banget jadi aku nggak mau ganggu waktu kalian buat ngobrol masalah ini berdua dan juga kamu nanti kalau ada aku malah nggak leluasa buat konsultasi atau ngobrol apapun”.
“Tapi di sana ada Edi, kamu nggak marah lihat Edi ada di
sana?”.
“Untuk apa aku marah? Kalau misalnya aku marah sudah aku labrak kamu dari tadi tapi aku bukan tipe orang yang seperti itu dan aku juga tahu bahkan bisa membedakan kalau kamu itu tidak mungkin untuk berselingkuh di belakang aku apa lagi kan disana juga ada Mbak Nisa jadi nggak mungkin kamu ngobrol sama Edi apa lagi sampai selingkuh kan nggak mungkin jadi ya sudahlah aku tidak mau berfikiran negative sehingga menyusahkan diriku sendiri”.
__ADS_1
“Maaf ya Jo, aku emang nggak mau kok ngobrol sama dia lagi ya emang sih tidak bisa di pungkiri bahwa ketika aku berada di situ walaupun sama Mbak Nisa pasti dia berusaha untuk ajak ngobrol aku”.
“Tidak apa-apa asalkan kamu bisa menjaga kepercayaanku dan bisa menjaga kesetiaanmu untukku, jangan membuatku kecewa hanya karena hal sepele itu menurutku sangat tidak penting”.
“Iya Jo, Insya Allah aku akan menjaga kepercayaanmu untukku supaya aku juga nyaman tidak penuh dengan kebohongan”.
“Oh iya, sebelumnya kamu sudah tahu kalau Edi ada di sini? Atau memang kamu tidak tahu kalau dia tadi ada di sini?”.
“Aku tadinya nggak ada janjian apa-apa sama dia, bahkan aku tidak tahu kalau dia juga bakal kesini jam istirahat pertama soalnya setahuku ya dia nggak akan ke kantin pas istirahat pertama mangkannya Mbak Nisa ajak aku ketemu di kantin ini eh pas aku sampai depan situ tadi aku melihat ada Edi di dalam dan aku mencoba untuk tidak masuk, aku meminta ke Mbak Nisa pindah tempat karena aku takut kamu marah sama aku kalau kamu tahu ada Edi di sana tapi Mbak Nisa tidak mau dan bilang kalau aku setia sama kamu maka aku tidak akan pernah
menanggapi dia yang sedang berusaha mendekatimu jadi biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa. Kalau kamu terlihat takut untuk bertemu dia maka kamu akan semakin terpuruk jadi biasa aja kan ada aku juga gitu kata Mbak Nisa mangkannya aku berani untuk masuk ke kantin itu soalnya aku juga takut kan kalau kamu
marah”.
“Aku itu nggak akan pernah marah sayang, aku percaya kok sama calon istri aku ini kalau nggak akan pernah macem-macem lagi. Apa lagi kalau soal menjaga hati aduh udah jagonya deh pokoknya hehe”.
“Ya tidak apa-apa dong kan sama istri sendiri, kalau aku godain orang lain nanti kamu malah marah”.
“Iya dong masa malah memuji orang lain kan ya nggak boleh itu Namanya Dosa tauk”.
“Iya aku tahu kok, mangkannya aku nggak muji orang lain tapi aku muji kamu calon istriku karena kalau muji orang lain kan dosa”.
“Iya ih,,, gimana kamu mau ikut masuk atau kamu mau ke atas aja soalnya aku masih lama ngobrol sama Mbak Nisa”.
“Jo,,,, yuk masuk sekalian gabung dari pada kamu sendirian kan, lagian Rizka masih di sini juga atau kamu mau ikut Jo nemenin dia dulu makan baru nanti kita ketemu lagi”. Ucap Nisa
__ADS_1
“Iya tuh Jo gimana? Kamu mau aku temenin makan dulu atau gimana soalnya aku sama Mbak Nisa kan masih lama jadi kasihan kalau kamu harus nunggu dulu”.
“Iya sih ya,, sudah sama Mbak Nisa dulu aja dia, aku makan nanti aja siang biar sekalian gitu kita barengan. Kalau sambil ngobrol nanti nggak enak ngomongnya dan nggak bisa menikmati makanan soalnya di sela-sela ngobrol masih ada makanan yang harus di habiskan”.
“Ya sudah kalau gitu aku ngobrol dulu ya sama Rizka supaya segera selesai soalnya kasihan juga kamu belum makan”.
“Iya Jo nanti kalau sudah selesai biar aku suruh Rizka buat langsung nemuin kamu soalnya kan dia juga anaknya suka pelupa kalau pas ada janji jadi harus dikasih tahu terus”.
“Iya tuh Mbak aku juga heran kenapa ya dia bisa kayak gitu”.
“Oh jadi kamu nggak suka kalau aku lelet sama lemot ya?”.
“Bukan Nggak suka sayang tapi bercanda aja aku itu karena kan kita memang suka godain kamu. Lagian sih kamu suka marah-marah nggak jelas gitu kadang jadi ya aku suka banget jahilin kamu kalau pas kayak gini”.
“Mbak Nisa juga ini suka banget ya ngecengin aku gitu, kan aku kadang suka nggak control buat marah-marahnya jadi jangan suka kayak gitu
ya sayang”.
“Iya deh iya nanti nggak gitu lagi, lagian sih kamu suka emosian kalau di gangguin jadi ya suka aja gitu ganggu kamu”.
“Ya jangan dong harusnya yang baik-baik terus jadi jangan ngecengin calon istrinya”.
“Haduh-haduh ini orang nggak pada lihat aku ada di sini apa ya kok pada aneh-aneh gini romantis di depanku”.
“Uppss aduh maaf ya Mbak kan kita nggak sengaja”.
__ADS_1
“Iya ya kalau sudah ketemu berdua berasa dunia milik kalian berdua dan yang lain ngontrak”.
Mau lanjut nggak sih?