TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI

TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI
Lanjut


__ADS_3

Mereka berboncengan dan akrab kembali sampai parkiran, dan sesampainya di parkiran mereka jalan bareng ke dalam kelas tetapi tidak sengaja berpapasan dengan Nisa, Nisa hanya melirik tanpa menyapa. Riska dan Edi sedikit heran kenapa Nisa tidak menyapa mereka padahal kemarin masih baik-baik saja, apakah Nisa sedang cemburu atau mungkin juga Nisa sedang memberi kesempatan kepada Riska supaya dekat lagi dengan Edi karena Nisa melihat Riska sudah akrab lagi dan sudah baikan lagi dengan Edi. Nisa tidak ingin merusak kebahagiaan orang lain walaupun semakin hari justru Nisa mencintai Edi tapi rasa itu dia pendam sendiri, dia tidak mau mengecewakan orang lain dan dia juga tidak mau di anggap sebagai perempuan perebut laki orang.


Nisa tahu kalau Riska masih mencintai Edi mangkannya Nisa menjaga jarak supaya Edi bisa balikan lagi dengan Riska, ya walaupun memang itu sangat sedikit sekali harapannya tetapi dia berusaha supaya Riska dan Edi Bersatu Kembali karena Nisa tahu bagaimana rasanya di hianati dan ditinggalkan demi perempuan lain.


Edi yang tidak tega melihat Nisa dan merasa bahwa Nisa cemburu langsung mengejar Nisa,,,


“Nisa, Tunggu,,,”.


“Iya,,, ada apa Ed?”.


“Kamu kenapa, kok kamu diam saja ketemu aku sama Riska, kamu marah ya sama aku?”.


“Nggak kok,, sudah tenang saja lah, santai saja loh, aku senang melihat kalian akur gitu kan enak di lihatnya”.


“Kamu nggak bisa bohong sama aku Nis, kamu cemburu ya lihat aku jalan sama Riska?”.


“Nggak sih, ngapain juga aku cemburu kan aku bukan siapa-siapa kamu, lagian juga aku nggak ada rasa apa-apa sama kamu kok”.


“Aku tahu sebenarnya kamu juga suka sama aku tapi kamu gengsi buat ungkapinnya”.


“Haha,,, apaan sih Edi,kamu itu ada-ada saja, aku nggak ada suka sama kamu kan aku juga sudah sering bilang kalau aku Cuma menganggap kamu itu seperti adik aku sendiri dan aku nggak akan pernah bisa suka sama orang yang sudah aku anggap seperti adikku”.


“Nggak mungkin, suatu saat pasti kamu akan suka sama aku kok, kamu akan mencintai aku sebagaimana mestinya”.


“Ngarang aja sih ah”.

__ADS_1


“Mbak Nisa”. Riska yang tiba-tiba datang menghampiri Nisa dan Edi yang sedang berbincang”.


“Eh Ris,,, kenapa? Aku sama Edi Cuma ngobrol biasa aja kok nggak ada bahas apa-apa, kalau kamu mau marah sama aku tidak apa-apa kamu marah saja, lagian aku sama Edi nggak ada hubungan apa-apa dan aku juga nggak suka sama Edi”.


“Aduh Mbak Nisa,,, jadi orang jangan polos-polos banget ah, jangan datar gitu menganggap semuanya serius, aku datang kesini bukan karena aku cemburu melihat kalian ngobrol tapi aku kesini karena mau minta maaf sama Mbak


karena sikap aku kemarin-kemarin yang seperti anak kecil, melabrak Mbak di depan umum, bahkan aku menuduh Mbak, Mencap Mbak sebagai Wanita nggak bener, mencap Mbak sebagai Wanita perebut laki orang, menganggap Mbak sebagai orang yang nggak punya hati padahal Mbak baik banget sama aku, Mbak sayang banget sama aku, maaf juga aku sudah permalukan Mbak di depan umum bahkan di depan anak-anak satu sekolah pada nyalahin Mbak, tapi aku salut banget sama Mbak walapun aku sudah sakitin Mbak, aku sudah nggak baik sama mbak tapi Mbak masih aja baik sama aku, Mbak masih mau bombing aku, perhatiin aku, aku minta maaf banget ya Mbak, aku benar-benar merasa bersalah sama Mbak”. Ucap Riska sambil memeluk Nisa karena Riska benar-benar merasa bersalah atas apa yang dia lakukan kepada Nisa padahal Nisa sayang banget sama Riska bahkan sangat perduli


“Iya Ris,, aku udah maafin kamu kok, aku nggak dendam sama kamu dan aku juga ngerti karena aku pernah di posisi kamu Cuma bedanya aku nggak brontak seperti kamu, jadi kamu tenang aja ya jangan selalu merasa bersalah”.


“Tapi tetap saja Mbak aku nggak enak sama Mbak karena aku sudah permalukan Mbak di depan umum, Mbak pasto malu banget ya kan. Aku juga sudah ikhlas kalau Mbak mau jadian sama Edi kok”.


“Halah kamu ada-ada saja, kan aku dari awal sudah bilang kalau aku sama Edi nggak ada apa-apa, nggak ada hubungan apa-apa, aku juga nggak ada rasa suka sedikitpun dengan Edi. Aku anggap kalian semua itu adalah


adikku jadi kalian jangan berfikiran yang aneh-aneh ya”.


“Nggak kok,, aku malah nggak perduli mau orang ngomong apa karena menurut aku kalau memang aku tidak seperti apa yang orang itu bilang ya nggak akan pernah sakit hati ataupun merasa gimana-gimana sih”.


“Tapi sebenarnya dalam hati Mbak itu seperti itu kan, sebenarnya Mbak malu tapi Mbak menutupinya supaya aku bisa semangat lagi dan nggak merasa bersalah sama perbuatan aku kan Mbak”.


“Sudahlah jangan dibahas lagi, aku mau ke kelas mau istirahat dulu soalnya tadi jalan dari gerbang bawah sampai sini”.


“Hah kamu tadi jalan dari bawah?”.


“Hehe iya,, kenapa memangnya?”.

__ADS_1


“Berarti tadi kamu lihat aku jalan mendampingi Riska dan kamu melihat aku membonceng Riska ke parkiran sampai akhirnya aku berjalan Bersama Riska menuju kelas?”.


“Iya aku melihat kamu jalan dari bawah Bersama Riska dan kamu sedang asik ngobrol dengannya mangkannya aku pelankan langkahku supaya aku tidak mengganggu obrolan kalian”.


“Kenapa kamu nggak panggil aku sih, dan aku juga nggak ngeh kalau kamu ada di belakangku”.


“Mungkin kalian sedang asik ngobrol tadi jadi nggak ngeh kalau aku ada di belakang kalian pas”.


“Ya kan kamu bisa sap akita atau kamu bisa panggil aku, jalan dari bawah sampai kedalam kelas itu jauh loh”.


“Iya aku tahu kok, tidak apa-apa hehe aku sudah terbiasa juga jalan dari bawah sampai kedalam kelas”.


“Ya kalau kamu capek kan bisa menghubungi aku”.


“Kamu tahu kan aku tidak pernah mau merepotkan orang lain, apa lagi ini di sekolah dan baru saja terjadi masalah kemarin, kalau aku bonceng sama kamu pasti orang mikirnya aneh-aneh”.


“Katanya kamu tidak memikirkan apa kata mereka kok kamu bilang gitu”.


“Karena aku menjaga perasaan Riska bukan menjaga nama baik aku sendiri jadi aku tidak mau Riska semakin sakit hati karena mendengar berita yang tidak sedap dari mulut mereka”.


“Aku sekarang sudah bisa menerima kalau aku di putusin sama Edi kok Mbak dan aku sudah Ikhlas kalau Edi mau sama Mbak, jadi Mbak nggak usah khawatir ya kalau aku akan sakit hati lagi”.


“Iya Riska,,, tapi maaf banget, aku nggak bisa menerima Edi sebagai pacarku karena kamu juga tahu sendiri aku belum bisa menghilangkan rasa traumaku terhadap perlakuan Ari”.


“Yasudah Mbak, aku nggak akan pernah memaksa Mbak untuk mencintai Edi atau pacaran sama Edi, aku Cuma bisa mendukung Mbak aja apapun yang Mbak lakukan”.

__ADS_1


“Iya Riska terimakasih atas perhatian kamu dan pengertian kamu”.


Jangan lupa Like, komen, dan share,  dan juga voting kalian ya karena itu adalah semangat author untuk menulis dan update setiap harinya.


__ADS_2