
“Aku tidak berprasangka buruk sama kamu, tapi apakah secepat itu kamu melupakan aku padahal kita baru putus tadi siang belum ada 24 jam tapi kamu sudah tidak mau bicara dengaku lagi”.
“Aku bukan tidak mau bicara sama kamu lagi, aku hanya ingin menenangkan diriku dan kamu kalau bertemu denganku jangan pernah membahas masalalu kita karena itu membuat aku malas untuk berbicara sama kamu. Kalau kamu masih mau bicara sama aku ya bicara seperlunya membahas selain masalalu karena aku paling
anti dengan itu”.
“Tapi apakah aku masih boleh menyapa kamu?”.
“Boleh kok kamu masih boleh menyapaku, tapi satu pesanku jangan pernah kamu membahas masalalu karena aku takut nantinya menjadi kebiasaan dan aku juga harus menjaga perasaan pasanganku nanti”.
“Yasudah Ed… aku nurut saja apa kata kamu karena aku nantinya juga akan memiliki pasangan yang aku tidak tahu dia akan bisa menerima jika aku berteman dengan mantanku atau tidak”.
“Iya Riska,,, Aku minta maaf kalau aku ada salah sama kamu baik disengaja ataupun tidak, kita putus baik-baik jadi jangan ada dendam di antara kita karena kalau dendam juga tidak baik”.
“Iya Ed,,, aku juga minta maaf ya kalau aku tidak bisa menjaga tutur kataku,tidak bisa menjaga attitude ku, aku tidak bisa menahan emosi dan keegoisanku, aku hanya bisa meminta maaf yang sebesar-besarnya sama kamu karena aku sudah sering mempermalukanmu di depan semua orang karena mungkin aku terlalu takut kehilangan kamu, aku terlalu cinta sama kamu jadi kalau ada yang mendekati kamu jadi sensitif”.
“Iya tidak apa-apa Ris, aku sudah memaafkan kamu kok. Percaya saja kalau jodoh tidak akan tertukar”.
“Iya Ed,,,, tolong ya jangan lupain aku. Kalau memang kamu tidak mau menyimpan nomorku tidak apa-apa tapi jangan pernah mendiamkan aku di sekolah kalaupun nanti kamu jadian sama Mbak Nisa aku akan terima dengan ikhlas dan aku akan meminta maaf sama Mbak Nisa besok kalau sudah bertemu di sekolah”.
“Iya,,, aku tunggu tanda maafmu ke Mbak Nisa”.
“Iya Ed,,,”.
“Yasudah Ed aku Cuma mau bilang gitu aja, kamu tidak usah ambil hati atas kata-kataku ya,,”.
“Iya Ris, Wassalamu’alaikum”.
“Wa’alaikumsalam”.
Setelah Riska menutup telponnya dengan Edi, Riska yang sebenarnya masih terpukul atas putusnya hubungannya dengan Edi seketika menangis karena dia mendengar kalau Edi sudah tidak mau berhubungan dengannya
lagi, Riska sudah tidak ada harapan lagi, riska sempat mau putus asa dan mengurung dirinya di dalam kamar berhari-hari, dia tidak masuk sekolah, tidak mau makan dan tidak ada semangat hidup.
__ADS_1
Ibu Riska sangat hawatir dengan keadaan Riska yang tidak mau makan dan tidak mau keluar kamar, ibunya takut kalau nanti Riska sakit. Ibunya menanyakan dan menawarkan makanan melalui balik pintu kamar Riska tetapi selalu di tolak dan dia selalu menjawab “Kalau Edi tidak ada di sini dan dia tidak mau Kembali lagi sama aku, maka aku tidak akan mau makan apa lagi keluar kamar, biarkan saja aku seperti ini, lebih baik ibu pergi”. Di situ perasaan ibunya sangat campur aduk tidak karuan, bagaimana tidak, anak kesayangan satu-satunya tidak mau makan hanya karena putus cinta.
Ibunya Mencoba mencari cara bagaimana supaya Riska Mau makan dan bisa semangat untuk melakukan hal yang dia suka lagi, ceria lagi tidak menangis seperti ini. Memang Riska tidak terlihat menghubungi Edi lagi mungkin karena hatinya sudah benar-benar tidak di inginkan Edi jadi lebih baik dia diam saja menunggu Edi berubah pikiran tapi dugaan Riska itu salah, dia justru akan semakin sakit hati.
Ibunya mencoba menghubungi Edi dan menceritakan bagaimana keadaan Riska saat ini, barangkali Edi bisa luluh hatinya dan mau membantu ibunya mengurus Riska atau sekedar membujuknya makan.
***
Kring,,,kring (HP Edi berbunyi ada panggilan masuk dari ibunya Riska)
“Hallo,,, Assalamu’alaikum”.
“Wa’alaikumsalam… Hallo Nak Edi”.
“Iya,,, mohon maaf ini dengan siapa di mana?”.
“Saya ibunya Riska Nak,,,”.
“Riska pacar kamu masa kamu tidak tahu, apa kamu punya Riska yang lain sampai kamu tidak mengenali anakku sebagai pacar kamu?”.
“Maaf Ibu ada perlu apa dengan Edi,,?”. Jawab Edi lembut walaupun dia sudah bukan pacar Riska, menurutnya mungkin Ibu Riska menghubungi Edi karena ada hal penting yang ingin di sampaikan.
“Pacar kamu sakit sampai tidak mau keluar kamar Ed, apa kamu tidak tahu kalau pacarmu sedang sakit?”.
“Maaf Ibu,,, Riska sakit apa ya bu?”.
“Pacar macam apa kamu, Riska tidak mau keluar kar kamar pasti sedang ada masalah sama kamu ya, apa kalian tidak saling komunikasi?”.
“Maaf Ibu,,,, Tolong Ibu jangan marah-marah dulu, saya akan jelaskan semuanya”.
“Kamu tidak perlu menjelaskan melalu telpon,, datang saja langsung kesini kalau kamu memang laki-laki. Riska itu anak saya satu-satunya jadi kamu jangan coba-coba sakitin dia ya kalau tidak maka kamu akan berurusan dengan saya dan ayahnya Riska, atau jangan-jangan kalian melakukan sesuatu?”.
“Melakukan sesuatu apa ya maksudnya bu?”.
__ADS_1
“Sampai di luar batas,,,”.
“Astagfirullah bu,,, saya memang bukan laki-laki yang ahli agama, saya juga mungkin menurut Ibu bukan laki-laki yang baik tapi saya Insya Allah saya bukan tipe orang yang melanggar aturan sampai seperti itu bu”.
“Terus kenapa anak saya tidak mau keluar kamar? Kalau tidak ada masalah sama kamu kenapa anakku selalu manggil nama kamu”.
“Saya akan kesana setelah urusan saya di sini selesai bu, jadi Ibu tenang saja jangan menuduh saya macam-macam kalau memang anak Ibu sakit gara-gara saya maka saya akan bertanggung jawab Bu”.
“Oke kalau memang kamu mau kesini maka akan saya tunggu, kalau kamu tidak kesini saya yang akan kesana bertemu dengan orang tua kamu”.
“Baik bu,,, saya akan kesana nanti tapi saya minta tolong sama Ibu boleh?”.
“Mau minta tolong apa Ed”.
“Mau minta tolong berikan HP nya ke Riska sebentar saja bu, saya ingin bicara dengan Riska bu”.
“OK saya coba berikan ke Riska kalau dia memang mau bicara sama kamu”.
****
Tok….Tok… Tok…
“Riska,,, Jawab Mama Nak”.
“Iya Ma,, ada apa lagi,, kalau Mama minta Riska keluar kamar maaf Ma Riska tidak mau keluar kamar, Riska mau sendiri dulu Ma”.
“Ada yang mau bicara sama kamu Nak,,, Keluar sebentar yuk”.
“Siapa sih Ma,,, aku tidak mau berbicara dengan siapa-siapa. Mama nggak usah deh bohong sama aku gitu, kalau Mama mau bohongin aku lagi maaf Ma aku tidak akan terkecoh”.
“Tolong ya Nak Keluar dulu sebentar saja yuk”.
Bantu Share Like dan komennya ya teman-teman insya allah setelah ini akan selalu update sehari 5x, terimakasih
__ADS_1