
“Aku tidak menyudutkan loh Mbak, memang kenyataannya seperti
itu. Mbak itu bukan Wanita baik-baik mangkannya Mbak mau rebut Edi dari aku,
iya kan Mbak?”.
“Dengar baik-baik ya Riska, kalau memang aku mau merebut Edi
dari kamu untuk apa aku membujuk Edi untuk bisa Balikan sama kamu? Kalau memang
aku suka sama Edi dari lama kenapa tidak aku terima saja tawaran untuk menjadi
pacarnya, kenapa harus aku tolak padahal jelas-jelas aku suka sama dia? Apa
kamu tidak memikirkan sampai di situ, apa kamu tidak bisa memiliki gagasan yang
lebih positif?”.
“Aku sudah mencoba untuk berfikir positif tapi kamu yang
nggak pernah bisa ngertiin keadaan dan perasaan aku, kamu selalu membuat aku
cemburu, kamu selalu menggoda Edi untuk dekat sama kamu, kamu yang membuat Edi
nyaman sama kamu”.
“Edi nyaman sama aku itu ya terserah dia dan itu hak dia
jadi jangan pernah nyalahin aku”.
“Ya gimana aku nggak nyalahin kamu, karena kamu itu Wanita
munaf*ik yang pernah aku temui, aku menyesal karena aku bisa mengenal kamu dan
aku pernah berteman sama kamu”.
“Aku tidak pernah menyesal karena aku mengenal kamu dan
berteman sama kamu karena aku tulus dari hati bukan karena ada maunya merebut
Edi atau apalah itu, kalau kamu berfikirnya seperti itu ya terimakasih saja,
aku tidak apa-apa kok kamu mau memfitnahku seperti apa. Mau aku jelaskan seperti
apa juga kamu tidak akan pernah percaya sama aku karena otak kamu sudah
dipenuhi rasa curiga dan negatif sama aku”.
“Ya kan memang kamu itu munaf*ik Mbak”.
“Jaga mulut kamu Riska, aku dari tadi disini diam bukan
karena aku takut sama kamu tapi karena aku menghargai Mbak Nisa sebagai orang
yang aku hormati disini yang lebih tua dari aku, aku juga tidak mau masalah ini
jadi semakin buruk kalau aku ikut berbicara, tapi kamu keterlaluan Riska… Kamu
memojokkan Mbak Nisa seolah-olah dia salah dalam masalah ini padahal kamu tadi
sudah dengar sendiri bagaimana aku menjelaskan sama kamu”. Bantah Edi yang naik
pitam karena Riska yang tidak memiliki sopan santun
__ADS_1
“Ya supaya semua orang disini tahu bahwa Mbak Nisa adalah Wanita
nggak bener, dia perebut cowo orang, dia merebut kamu dari aku Edi”. Nada Riska
tinggi kepada Edi
“Apa perlu aku jelaskan lagi disini kenapa aku bisa putus
sama kamu? Oke kalau memang itu mau kamu, aku nggak tahan kamu mempermalukan Mbak
Nisa yang tidak bersalah disini”.
“Sudah Ed biarkan saja dia mau berbicara apa, aku nggak mau
semua ini jadi makin besar dan masalah ini sampai ke tangan guru Ed. Sudah biarkan
saja dia mau gimana sama aku, aku ikhlas kok”.
“Tapi nggak kayak gitu juga dong Mbak”.
“Sudahlah Edi….”.
“Belain aja terus,,,, tuh kan memang ya kamu ini cewe nggak
tahu diri masih saja membela pacarku, kamu juga yang kenapa kamu malah membela
dia sih”.
“Apa kamu bilang? Jangan panggil aku yang lagi karena aku bukan
pacar kamu sejak pagi tadi, sudahlah Riska kamu terima saja kalau aku sudah bukan
pacar kamu lagi jadi jangan pernah kamu ngaku-ngaku kalau aku pacar kamu”.
“Ya kan aku belum mengiyakan apa permintaan kamu jadi ya jangan
“Terima sajalah Riska jangan mempersulit keadaan, itu akan
membuat kamu jadi tersiksa sendiri Ris”.
“Aku nggak terima kalau kamu mutusin aku Cuma karena dia,
kalau kamu memang mencintai dia dari awal kenapa kamu pacarana sama aku?”.
“Riska Oktaviani,,, kamu dengar baik-baik, aku awal kenal
kamu itu nggak ada perasaan apapun, dan kamu memaksaku untuk menerima tawaran
kamu karena kamu merasa kalau kamu sudah banyak membantuku, setelah kamu memaksaku
untuk pacaran sama kamu. Kamu memaksaku untuk menjadi Osis supaya aku bisa
terkenal tapi kamu malah cemburu seperti itu, kamu tidak bisa mengotrol emosi
kamu, kamu selalu menuduh aku kalau aku punya selingkuhan. Riska,,, tidak semua
yang kamu inginkan itu bisa selalu aku kabulkan dan aku juga tidak tahan kalau
kamu selalu mempermalukan aku di depan umum. Aku sudah lama mau putus dari kamu
tapi kamu tidak pernah mau dan selalu mengancamku untuk melakukan hal yang melanggar
agama”.
__ADS_1
“Aku tidak mengancam ya Ed, kan semua ini demi kebaikan kamu
dan aku juga jadi kamu yang seharusnya lebih mengerti aku”.
“Kurang mengerti apa aku sama kamu, kamu selalu menuduhku
yang tidak-tidak bahkan kamu selalu menuduh aku kalau aku suka sama Nisa. Aku
selalu cerita sama Nisa tentang masalah aku sama kamu dan Nisa merespon dengan
baik, Nisa selalu memberi masukan yang bisa membuat aku berfikir lebih jernih,
tidak mengambil keputusan secara sepihak.
Apa yang Nisa sampaikan membuat aku nyaman, aku merasa semua
yang aku ceritakan di dengar dan semua yang aku adukan ke dia selalu di tanggapi
dengan baik, dia selalu memberi solusi yang membuat aku bisa lebih sabar untuk
menghadapi kamu sampai akhirnya aku capek sama sikap kamu dan aku mau putus
dari kamu tapi Nisa selalu melarangku untuk putus dari kamu karena dia yakin
ini hanya soal waktu, karena usia kamu yang memang masih kecil/masih muda jadi
aku harus memakluminya, tapi maaf sekali aku tidak bisa menerima kamu sebagai
pacar aku lagi dan aku sudah memafkan kesalahan kamu.
Aku memberanikan diri
untuk mengungkapkan apa yang aku rasakan ini ke Nisa tapi Nisa menolaknya
alasannya dia sudah punya pacar, dan setelah dia patah hati aku mencoba masuk
lagi untuk mencari celah supaya dia mau menerimaku tapi dia masih tetap menolak
alasannya aku masih ada hubungan sama kamu, dan sampai akhirnya aku Lelah sama
kamu, aku mau putus dari kamu dan kamu tidak terima itu, aku menyatakan cintaku
lagi sama Nisa tapi dia masih ingin menyatukan kamu sama aku walaupun mungkin
dia juga mencintaiku tapi dia memendamnya karena menghargai perasaan kamu, apa
kamu tidak ingat tadi kamu ngomel-ngomel membuat dia naik darah langsung
nyerang kamu kan dia kalau marah atau kecewa itu jangankan untuk menyapa kamu,
untuk melihatmu saja dia tidak sudi jadi jangan pernah kamu kecewakan hatinya
kalau kamu mau dihargai dia jadi tolong Riska jangan pernah menyudutkan Nisa
lagi karena di sini aku yang salah bukan Nisa”.
“Aku tetap tidak terima kamu di rebut sama Wanita ga*el ini,
aku akan melakukan apa saja supaya aku bisa balikan lagi sama kamu walaupun aku
harus berbuat nekat”.
“Jangan macam-macam ya kamu Riska….!!!!!”.
__ADS_1
Jangan lupa Like,komen,share, dan ikuti akun aku supaya bisa
mendapatkan update cerita Novel yang outhor buat ya…. Semangat semua