
"Untuk apa kamu menahan tanganku,aku mau mengejar Riska Ed kasihan dia pasti sangat terpukul karena kata-kata kamu itu".
"Sudahlah biarkan saja dia kan kamu tahu sendiri kalau dia memang sifatnya seperti itu".
"Tapi kalalu aku tetap di sini pasti dia akan berfikiran aku sama kamu memang ada apa-apa Ed,sudahlah kamu jangan makin memperkeruh suasana. Kalau aku nggak kejar dia nanti bukan cuma kamu yang di benci tapi aku juga pasti akan di bencinya bahkan dia nggak akan lagi mau melihatku Ed,kamu tega lihat aku di musuhi sama dia cuma karena cinta?".
"Ya enggak sih tapi kan aku tuh pengennya kamu di sini,aku mau melanjutkan omongan aku kemarin sama kamu yang membahas bagaimana kamu menerimaku sebagai pacar kamu atau tidak".
"Apa? dalam situasi seperti ini kamu masih sempat-sempatnya berfikir ke sana,dan kamu baru saja memutuskan hubunganmu dengan Riska belum ada 1 jam tapi kamu sudah membahas aku terima kamu sebagai pacar aku atau tidak? kamu memang benar-benar gila Edi,terus kamu pikir dengan apa yang aku lihat barusan perlakuanmu ke Riska terus aku bakal nerima kamu langsung jadi pacarku? Enggak Ed aku justru malah males sama kamu dan jijik sama kamu karena kamu sebagai laki-laki nggak ada tanggung jawabnya sama sekali,kamu aja bisa meninggalkan Riska dengan alasan bosan,kamu tidak bisa menahan diri kamu untuk tidak keras kepala,kamu juga tidak menganggap apa yang sudah di lakukan Riska buat kamu,pengorbanannya yang nggak pernah kamu hargai,apa kayak gitu bisa aku terima Ed,coba kamu pikir lagi kalau kamu saja bisa tega seperti itu sama Riska nah gimana nantinya sama aku,atau bahkan kamu akan melakukan hal yang lebih buruk lagi ke aku dengan menginjak harga diriku,tidak menghargaiku sama sekali. Kamu menyuruh Riska untuk menurunkan egoisnya dan menyuruhnya tidak keras kepala tapi kamu sendiri apa Ed kamu justru malah lebih buruk dari Riska".
"Terserah kamu mau ngomong apa Nis,yang pasti aku nggak akan pernah berhenti kejar kamu dan aku berusaha untuk menjadi yang terbaik buat kamu".
"Kalau aku masih tidak bisa terima juga gimana?".
"Ya aku akan terus berusaha buat kamu,aku akan tunjukkan kalau aku bisa bahagiakan kamu,aku akan tunjukan kalau aku nggak akan perlakukan kamu seperti aku perlakukan Riska. Kamu kan tahu sendiri kalau aku kayak gini sama Riska tuh kenapa? ya karena aku memang sudah tidak tahan lagi sama kelakuan dia yang sering permalukan aku di depan orang banyak tanpa melihat situasi dan kondisi,dia tidak pernah memikirkan apakah aku akan malu atau tidak,yang dia pikirkan hanyalah dirinya sendiri yang penting dia bisa segera tahu apa yang sedang dia cari".
"Ya kalau kamu bisa menyikapinya dan kamu bisa membimbingnya dengan baik,bisa nengarahkan dia kalau apa yang di lakukan itu salah ya dia nggak akan berbuat seperti ini,menurutku ya kamu juga salah kenapa kamu nggak bimbing dia atau tegur dia jika berbuat seperti itu yang katamu mempermalukanmu".
"Aku kurang gimana Nis? kamu juga tahu kan aku selalu saja menasehati dia untuk tidak melabrakku di depan orang banyak karena itu bisa mempermalukan aku,aku juga sudah kasih tahu dia kalau aku nggak suka dengan kelakuan dia yang over protektif gitu tapi apa dia selalu mengabaikannya dan dia menganggap kalau aku nggak bisa marah sama dia karena menurutnya kalau aku marah pasti aku akan takut dengan apa yang akan dia perbuat jika aku membuatnya sedih dan kecewa".
"Ya kamu dari awal kan juga sudah tau sifatnya".
__ADS_1
"Aku belum tahu kalau dia suka mengancam,dia tadinya lemah lembut tapi sekarang nggak tahu kenapa dia seperti orang kerasukan yang suka marah-marah nggak jelas,over protektif banget kan aku jadi nggak nyaman".
"Ya kan sama aja dia ke kamu kalau dia juga belum tahu awalnya kamu gimana ya kan,mangkannya dia mau sama kamu".
"Ya beda dong Nis, yang pasti aku tidak akan pernah mengecewakan kamu Nis".
"Gila kamu Ed,kamu melepaskan Riska cuma demi aku yang nggak jelas kayak gini?".
"Yang nggak jelas gimana maksud kamu?".
"Ya nggak jelas lah,aku yang suka marah-marah nggak jelas,aku yang juga egois,apa kamu akan tahan nantinya sama aku kalau sifat asliku sama seperti Riska".
"Iya aku akui dan aku tahu kalau kamu orangnya memang egois,suka berontak kalau di bilangin suka ngeyel,kamu juga suka menang sendiri,mungkin memang hampir sama seperti Riska. Tapi apa kamu tahu Nis apa yang membuat kamu spesial untuk aku?".
"Karena kamu adala sosok yang lemah lembut jika berhadapan dengan laki-laki,kamu selalu sopan dalam bertutur kata walau hanya dengan pacarmu,dan kamu juga berhati seperti malaikat yang memang penyayang,perhatian dan yang sangat lembut".
"Aku petakilan gini kok di bilang lembut tuh dari mana coba,aku aja nggak bisa diam duduk manis,kalau ngobrol sama orang ya ceplas-ceplos. Kamu salah orang kalau menilai aku seperti itu Ed".
"Enggak Nis,aku yakin kalau memang kamu yang menjadi pilihan hatiku,kamu yang bisa menerima aku apa adanya dan bisa mengerti aku dalam kondisi apapun,kamu yang nggak akan pernah permalukan aku di depan orang banyak,kamu yang nggak cemburuan".
"Nggak cemburuan dari mana sih,aku ini orangnya cemburuan banget loh malah sebenarnya. Aku bisa lebih over protektif dengan pasanganku kalau aku mau".
__ADS_1
"Intinya kalau kamu mau kan,berarti tanpa paksaan dan aku yakin itu nggak akan kamu lakukan,aku yakin kok itu".
"Seyakin apa kamu bisa sampai kayak gitu".
"Ya yakin banget pokoknya".
"Ya kasih aku alasan yang jelas gimana kamu bisa yakin kalau aku nggak akan over protektif sama kamu,padahal kan kamu juga belum bisa di bilang kalau deket banget sama aku".
"Kalau kamu jadi pacarku maka akan aku buktikan kalau aku benar tulus mencintaimu dan itu juga akan menjadi bukti bahwa kamu tidak akan pernah over protektif sama aku".
"Apa hubungannya antara kamu yang mencintai sama aku yang over protektif,aneh-aneh aja deh".
"Ya ada kan kalau aku setia sama kamu,aku mencintai kamu,aku nggak cemburuan sama kamu dan aku juga nggak bikin kamu jadi ilfeel sama aku,aku selalu buat kamu nyaman pasti kamu nggak akan pernah loh over protektif sama aku".
"Kenapa apa yang kamu katakan ke aku nggak kamu terapkan ke Riska?"/
"Ya kan balik lagi aku bilang tidak bisa".
"Karena?".
"Karena Dia Egois".
__ADS_1
Tak sengaja tiba-tiba Riska ada di balik pintu kelasnya dan mendengar percakapan mereka walaupun samar-samar,tapi saat itu dia belum mengetahui kalau Edi menyukai Riska.