TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI

TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI
Lanjut


__ADS_3

"Riska, aku benar-benar serius mencintai kamu dan aku ingin menjadikan kamu istriku".


"Jo, kita ini masih muda dan aku masih ingin membahagiakan orangtuaku karena setelah lulus sekolah aku masih pengen kuliah, kamu kan laki-laki, apakah kamu tidak ada keinginan untuk kehidupanmu di masa depan bersama anak istrimu itu lebih baik, tanpa bantuan harta dari orangtua mu?, apa kamu tidak ada keinginan untuk mencari atau membuka usaha lain selain dari orangtua kamu? Jo, kamu itu laki-laki seharusnya pemikiran kamu jauh di atas aku bukan malah di bawahku, kamu nantinya adalah pemimpin dalam rumah tangga jadi kamu harus selalu bisa berfikir mantap dan matang".


"Iya aku tahu, aku sudah memikirkan itu. Lagian kalau kita sudah menikah juga aku nggak akan melarang kamu untuk kuliah kok, nanti malah kita kuliah sama-sama Ris".


"Kuliah sama-sama? aku nggak yakin kamu bisa melakukan itu Jo".


"Kenapa kamu tidak yakin sama aku? kan apa yang bisa aku buktikan sama kamu?".


"Sekarang aku tanya sama kamu, jika nanti setelah menikah diberi kepercayaan secepat mungkin, apa yang akan kamu lakukan".


"Ya menerimanya lah, dan aku juga akan menjadi sosok ayah yang baik".


"Jika aku kerepotan mengurus anak, kamu mau gimana?".


"Ya aku akan bantu kamu urus anak lah".


"Apa yang bisa kamu bantu?".


"Aku bantu kamu gendong, membuatkannya susu, menimang-nimang dia, dan aku akan minta kamu buat istirahat".


"Hanya itu? lalu jika kamu bekerja bagaimana?".


"Ya aku akan minta ibuku untuk membantu menjaga dan mengurus anak".


"Ibumu?".

__ADS_1


"Jika ibumu sudah tua dan tidak sanggup membantuku 24 jam, bagaimana solusinya? sedangkan aku membutuhkan yang setiap saat aku panggil tuh ada".


"Ya aku akan duduk di rumah membantu kamu dan urusan perusahaan aku serahkan kepada tangan kanan perusahaan dan sekertarisku".


"Jadi kamu pilih di rumah dan tidak bekerja?".


"Iyalah, kan demi bantu kamu jaga adek".


"Kalau orang kepercayaan kamu korupsi dan kamu hanya diam dirumah nganggur lalu tiba-tiba kamu mendapat kabar bahwa perusahaanmu bangkrut, lalu siapa yang akan menafkahi istri dan anakmu kalau kamu sudah bangkrut, kamu tidak tahu alur perusahaan?".


"Ya orangtuaku lah, kan nggak mungkin mereka bangkrut dan miskin, harta mereka banyak dan cukup sampai turunan-turunanku kelak".


"Semua tidak ada yang tidak mungkin Jo, harta yang kita miliki adalah titipan, jadi bisa kapan saja di ambil sama allah karena kita tidak bisa melawan kehendaknya. Allah memang baik menitipkan hartanya kepada kita tapi allah juga akan mengambilnya sewaktu-waktu jika kita tidak bisa mengelolanya".


"Kalau orangtuaku tidak pandai mengelola, mana mungkin sih bisa sampai sekaya ini".


"Pikiran kamu masih kayak anak kecik jo, kamu masih mengandalkan orangtuamu untuk masalah rumah tangga, seperti itu kamu sudah siap menikah? coba kamu pikirkan dan renungkan lagi".


"Kamu pengen tahu apa yang kurang?, yang kurang adalah kamu belum bisa mengerti arti kedewasaan, tanggung jawab sepenuhnya terhadap orang lain yang akan menjadi istrimu".


"Aku bisa belajar lagi nantinya dan aku bisa berubah setelah kita menikah".


"Kalau kamu tidak memulai dari sekarang, maka kamu tidak akan pernah bisa merubahnya sampai kapanpun,karena watak itu dibawa dari dirinya lahir hingga kematian, walaupun bisa berubah tapi dia tidak bisa konsisten maka akan bersifat sementara".


"Kalau kamu mau bimbing aku untuk berubah pasti aku akan bisa berubah, dan kalau kamu bisa mengarahkan aku ke hal yang baik maka aku akan lebih baik".


"Suami istri itu saling belajar dan bercermin pada diri sendiri, kalau kamu meminta aku buat mengarahkan kamu saja dan membimbingmu, lalu siapa yang akan membimbingku? suamiku saja tidak bisa membimbing dengan baik, seharusnya suami kan yang membimbing mengarahkan, ya paling tidak harus saling kolaborasi lah, kalau hanya perempuan atau istri saja maka akan tidak seimbang".

__ADS_1


"Ya kan nanti aku juga akan membimbingmu, dan aku juga akan mengingatkan kamu di saat kamu salah arah, kalau kamu tidak nurut apa kata suami maka akan aku ingatka bahwa itu tidak baik".


"Iya oke kalau itu prinsipmu, tapi sekali lagi aku minta maaf Jo, aku tidak bisa menerima kamu sebagai calon suamiku. Tolong nanti kamu katakan kepada ibumu bahwa aku belum siap untuk menikah dan aku juga masih ingin melanjutkan kuliah, aku ingin masa depan anakku terjamin mangkannya aku harus bekerja keras supaya aku bisa membahagiakan anakku, bisa memenuhi semua kebutuhan anakku, dan bisa membelikan apa yang anakku inginkan tanpa berfikir panjang jika memang itu di butuhkan, dan aku tidak meminta uang suamiku jika aku nanti ingin bersedekah".


"Tapi Riska,,,".


"Bro,,, kamu itu dengar tidak dia bicara apa, dia tidak mau sama kamu, dia tidak mau menikah sama kamu, lagian kamu itu harus paham kalau dia masih mau melanjutkan pendidikannya dan dia masih ingin berkarir, walaupun aku memang sudah bukan siapa-siapanya tapi aku sekarang kakaknya jadi aku berhak untuk melarang siapapun yang mendekati adikku dan berniat jahat kepada adikku, apa lagi sampai merusak harapan adikku untuk meraih semua cita-citanya".


"Mendingan kamu tidak usah ikut campur masalahku deh, urus saja urusanmu sendiri".


"Ya jelas aku ikut campur, karena dia adalah adikku jadi tidak bisa kalau aku harus diam saja ".


"Aku pamit dulu Ris, disini ada pengganggu yang selalu saja ikut campur urusan kita, satu lagi Riska aku akan jadikan kamu istriku bagaimanapun caranya".


"Maksud kamu apa mengancam adikku seperti itu, kalau memang adikku tidak bisa menerimamu ya jangan memaksakan. Cobalah menerima keputusan orang lain dan pendapat orang lain, boleh kamu meminta adikku tapi kamu harus merubah sikapmu dulu".


"Iya, aku akan buktikan bahwa aku bisa merubah sikapku sampai membuat adikmu kagum sama aku".


"Oke, buktikan... kalau memang bisa maka Riska akan menerima lamaran kamu".


"Deal ya berarti, kamu bisa konsisten?".


"Iya aku akan bisa konsisten".


"Kalau kamu mau menyakiti adikku secuil saja atau kamu membuat adikku nangis maka kamu akan berurusan denganku".


"Aku tidak akan mengecewakan kalian sedikitpun, dan aku akan menjadi seperti yang kalian inginkan bahkan lebih dari itu".

__ADS_1


"Oke,,, aku tunggu ketepatan janjimu itu, semoga kamu tidak ingkar dengan apa yang kamu katakan dan kamu tidak ingkar dengan janji-janjimu kepada adikku. Kalau memang benar nantinya kamu tepatin maka akan aku serahkan adikku kepadamu".


"Tapi aku tidak mau Ed, aku tidak mau menerima dia sebagai calon suamiku, aku nggak cinta sama dia, aku nggak ada rasa sedikitpun sama dia, jadi plis jangan paksa aku".


__ADS_2