TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI

TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI
Lanjut


__ADS_3

Saat itu Edi sangat ingin memiliki Nisa, sampai akhirnya dia sempat berfikir untuk datang ke orang pintar supaya bisa membuat dirinya bersama Nisa walaupun dengan taruhan nyawa dan berapapun Mahar yang akan di minta oleh orang pintar itu. Saat itu karena masih sekolah Edi belum memiliki penghasilan sendiri maka Edi ingin menjual motornya tapi dia berfikir ulang, jika dia menjual motornya maka dia akan naik apa ke sekolah dan selain itu dia juga akan berurusan dengan ayahnya karena ayahnya paling tidak suka anak yang nakal apa lagi sampai keterlaluan seperti itu. Beberapa minggu setelahnya Edi tiba-tiba tersadar bahwa apa yang akan dia lakukan adalah hal yang salah, apa lagi ini adalah masalah perempuan, Edi berfikir jika nanti memiliki anak perempuan maka akan di lakukan hal yang sama oleh orang yang mencintainya jika menolak.


Edi awalnya adalah anak baik, penurut dan penyayang kepada segenap keluarganya tapi saat dia mengenal cinta dan lingkungan barunya, dia jadi berontak dan tidak mengerti aturan lagi. Edi jadi anak nakal dan suka membantah semenjak dia bersama dengan Riska karena Riska selalu memaksanya menjadi seorang laki-laki yang berani tanpa di kalahkan oleh siapapun dan Edi sekarang menjadi itu, ya,,, tidak terkalahkan oleh siapapun termasuk orang tuanya sendiri.


Edi yang awalnya pendiam dan sangat baik seketika menjadi jahat karena pengaruh lingkungannya.


Beberapa hari kemudian Nisa yang merasa Edi sudah tidak mengganggunya lagi merasa lega, karena dia tidak harus marah-marah terhadap orang lain. Tapi Nisa sedikit curiga karena tidak biasanya Edi seperti ini, entah karena memang rasa kecewanya sudah terlalu besar atau karena sudah tidak ada harapan lagi dengan Nisa.


Ambar dan Aisyah datang menemui Nisa dan tiba-tiba saja mereka bertanya tentang Edi.


"Beb, kok kamu sendirian sih biasanya ada Edi yang nemenin kamu dan ngejar-ngejar kamu". Tanya Aisyah


"Nggak tau Beb, aku juga heran sama dia beberapa hari ini nggak ada kelihatan batang hidungnya, biasanya udah disini aja sebelum aku berangkat dan pulang sekolah". Jawab Nisa


"Eh iya ya,,, itu anak kemana sih kok nggak pernah kelihatan, atau memang aku yang nggak pernah lihat dia pas lagi keluar, atau memang dia menghindar dari kita ber tiga?". Kata Ambar


"Entahlah,,, yasudah sih biarin aja lagian juga dia kan bukan siapa-siapa aku jadi ya terserah dia mau kemana aja kan aku nggak boleh tau,,, itu pribadi dia juga".

__ADS_1


"Iya tapi dia harusnya kalau ada masalah ngomong dong, atau ada yang salah dari kita dia tuh ngomong. Kayak gitu kok katanya dia cinta sama kamu, kalau memang cinta tidak akan pergi kemanapun dan tidak akan meninggalkan walaupun cintanya sudah di tolak".


"Eh sudah-sudah, kalian apa-apaan sih, yaudah biarin aja dia mau gimana. biarin juga dia pergi kalau memang mau pergi, lagian kan aku tidak ada hubungan apa-apa sama dia dan kalian juga tahu Edi bukan laki-laki yang bisa memegang teguh atas apa yang dia katakan, apa kalian mau kalau aku mendapatkan laki-laki seperti masalaluku lagi? Apa kalian tega kalau melihat aku sedih dan tidak bahagia dengan laki-laki yang tidak berpegang teguh pada kata-katanya?".


"Ya nggak mau beb, aku sayang sama kamu dan persahabatan kita tidak hanya sekedar sahabat tapi juga seperti saudara, kalau memang kamu merasa tidak bahagia sama Edi jangan kamu terima dia karena kita tidak mau kamu di sakiti untuk kesekian kalinya. Ya mungkin Edi bisa baik dan manis untuk saat ini tapi dia bisa melebihi masalalumu di kemudian hari, tidak apa-apa kamu di anggap wanita jahat, tidak apa-apa kamu di anggap sebagai wanita yang pemilih, mereka tidak tahu bagaimana kamu sebenarnya dan mereka hanya berasumsi pada apa yang mereka dengar, jika yang di dengar adalah keburukan, seketika kebaikan yang dia lihat sebelumnya itu menjadi tidak berarti. kalau memang mereka tidak membelamu kita akan selalu ada buat kamu".


"Uuuuuwwwwuuu,, kalian sosweet sekali sih sama aku, kan aku jadi terharu Beb".


"Yah malah baper, gimana nih...".


"Walaupun satu dunia membencimu, ingatlah kalau kamu punya orangtua, punya Mama , Papa, yang masih pengen liat kamu senyum, pengen peluk kamu dan nunggu kamu pulang".


"Iya beb, aku tau kok itu. mangkannya aku tidak perduli mau mereka semua membenci aku, mau mereka gimana ke aku ya aku akan tetap baik sama mereka ya walaupun terkadang aku merasa sakit hati atas perlakuan mereka, tapi aku tetap bisa memaafkannya supaya hidupku juga tenang tidak cemas karena memikirkan sesuatu yang seharusnya tidak aku pikirkan".


"Tapi jika Edi baik sama kamu, apa kamu mau menerima Edi sebagai pacar kamu Beb? kan kamu pengennya yang baik dan pengertian".


"Tidak,,,, karena aku juga melihat dari segi usianya, dia dibawahku usianya jadi aku tidak berharap lebih dari oranga yang usianya lebih muda dari aku, kamu tahu kenapa? karena menurut aku masa depan aku akan lebih jauh".

__ADS_1


"Maksud kamu lebih jauh yang seperti apa Beb?".


"Ya aku akan lebih lama ke jenjang pernikahannya".


"Belum tentu Beb kan banyak itu yang masih muda tapi dia mau menikah atau siap menikah, jadi jangan salah sangka dulu. Kadang malah yang lebih muda itu malah lebih berani mengambil langkah dengan cepat loh, karena mereka juga ingin memiliki keluarga secepatnya".


"Itumah namanya terburu-buru tanpa memikirkan resikonya beb".


"Ya di pikirkan dong, masa enggak".


"Ya sekarang gini deh, mereka kerja atau enggak dulu? kalau mereka bekerja okelah boleh kamu ngomong gitu tapi kalau mereka nggak kerja terus nikah ya itu namanya cuma modal nekat aja,, ati karep bondo cupet beb".


"Ya iya sih, tapi kan katanya kalau menikah itu rejekinya akan berlipat ganda, dan akan mendapatkan banyak rejeki".


"Iya benar, tapi ingat bukan mendapatakan rejeki secara cepat kan? kita juga harus berusaha dulu, bukan langsung tiba-tiba ada, tiba-tiba punya uang segepok tanpa bekerja cuma karena menikah aja, kan nggak masuk akal".


Yuk lanjut nggak? Lanjut dong,,, jangan lupa like nya ya dan ingetin author untuk update setiap harinya

__ADS_1


__ADS_2