
“Aku juga tidak bermaksud untuk memutuskan silaturahim Bersama kalian tapi aku hanya mencoba untuk mengungkapkan apa yang aku rasakan ke Mbak Nisa. Aku juga tidak berharap dia menerimaku atau bahkan dia membalas cintaku kok, kalau memang dia tidak suka sama aku juga tidak apa-apa Wel aku tidak memaksakan”.
“Tapi kenapa Riska berpikiran seperti itu Ed, katanya juga kamu sudah jadian sama Mbak Nisa, haduh yang benar yang mana sih ini kok aku jadi bingung”.
“Aku belum jadian sama Mbak Nisa Wel memang Riskanya saja yang beranggapan seperti itu, kamu kayak nggak tahu Riska saja sih Wel”.
“Aku tuh sebenarnya tidak mau ikut campur urusan kamu, tapi…”.
“Tapi Riska yang menyuruhmu menanyakan semuanya sama aku? Alah sudah biasa Wel, semua orang diminta untuk membujukku padahal aku sudah benar-benar tidak mau kalau balikan sama dia”.
“Yasudahlah Ed biarkan saja Riska, nanti aku juga akan bicara sama Mbak Nisa supaya jangan pernah menghiraukan Riska, kasihan Mbak Nisa kalau dia harus tertekan dengan kata-kata Riska Ed”.
“Kamu juga tolong bilang ke Riska supaya tidak berbicara seperti itu lagi karena bisa menyakiti hati Mbak Nisa kan aku juga yang nggak enak, mereka malah jadi salah paham Wel”.
“Iya nanti aku coba bilang ke Riska supaya dia jangan menyinggung Mbak Nisa lagi karena kan kasihan Mbak Nisa dia tidak bersalah, dan dia juga tidak jadian sama kamu jadi jangan selalu di sudutkan seperti itu”.
“Iya Wel terimakasih ya Wel”.
“Iya sama-sama Ed, aku Cuma mau bicara itu tadi kok. Memastikan saja kamu sama Mbak Nisa itu benar-benar jadian atau bagaimana”.
“Ok,,, tidak apa-apa kok Wel yang penting kamu itu jangan suka menyimpulkan sendiri seperti Riska ya”.
“Iya Ed,, aku minta maaf ya”.
“Iya Wel”.
Akhirnya Wela dan Edi pulang karena sudah tidak ada yang di bicarakan lagi, Edi juga menenangkan diri untuk sementara supaya tidak salah melangkah. Sesampainya di rumah ponsel Edi berbunyi.
***
Kring…kring.!!!!
“Hallo”.
“Hallo”.
“Iya, maaf ini dengan siapa ya?”.
__ADS_1
“Kamu lupa ya sama aku Ed?”.
“Maaf disini tidak ada Namanya jadi saya tidak tahu anda siapa, coba tolong sebutkan nama anda karena saya tidak mengenalinya”.
“Aku Edi,, kamu benar-benar tidak tahu aku siapa?”.
“Maaf Mbak saya benar tidak tahu anda itu siapa jadi tolong bilang sama saya nama Mbak siapa?”.
“Aku temanmu loh masa lupa?”.
“Kalau hanya melalui virtual saya tidak mengenal anda tapi kalau secara langsung pasti saya mengingatnya ya walaupun sedikit persen tidak tahunya”.
“Coba deh kamu ingat-ingat lagi apakah kamu mengenal aku atau tidak?”.
“Saya tidak suka ribet ya Mbak kalau memang Mbak tidak mau memberitahu nama Mbak yaitu Hak Mbak, saya hanya menanyakan nama tapi kalau memang Mbak tidak mau memberitahu tidak apa-apa, saya tutup telfonnya. Terimakasih sebelumnya sudah menghubungi saya”.
“Tunggu dong, kok buru-buru banget sih”.
“Saya tidak suka orang yang bertele-tele atau yang main-main sama saya, jika kamu mau menyebutkan ya silahkan sebutkan kalau tidak saya tidak akan memaksa. Saya akan tutup telfonnya kalau memang kamu tidak mau menyebutkan nama”.
“Duh…. Galak banget sih, Sepertinya kamu cepat sekali melupakan Riska”.
“Riska pacar kamu itu masa lupa”.
“Kamu temannya Riska? Kalau memang kamu tidak tahu permasalahannya tidak usah ikut campur”.
“Saya tidak ikut campur hanya saja saya menegaskan kok kamu sepertinya cepat sekali melupakan Riska”.
“Sudahlah jangan ikut campur urusan saya, sebenarnya mau kamu apa?”.
“Saya tidak ada tujuan apa-apa, saya Cuma heran aja sama kamu sepertinya dulu kamu tidak seperti ini tapi kenapa berubah ya? Kok sepertinya ada yang memperngaruhi kamu. Aku dengar kamu sedang dekat dengan
Wanita lain sebelum putus dari Riska dan itu juga masih teman kamu sendiri apa lagi kamu sudah di anggap adiknya”.
“Siapa kamu sebenarnya? Kamu anak sekolahku juga dan kamu temannya Riska?,,, jangan sampai kesabaran saya habis hanya karena kamu yang nggak penting ya”.
“Kamu tidak perlu tahu siapa aku,,,, Edi.. Edi.. kamu itu laki-laki bodoh karena telah meninggalkan Riska yang benar-benar mencintai kamu dengan tulus”.
__ADS_1
“Kalau memang saya tidak perlu tahu yasudah tidak usah menghubungi aku, Terimakasih”.
“Tunggu…. Jangan tutup telfonnya”.
“Mau apa lagi sih kamu, kalau kamu tidak tahu masalahku dan kamu tidak mengenal Riska jangan pernah kamu ikut campur. Saya sudah sabar ya menghadapi kamu tapi kamu memancing emosiku”.
“Kamu sering ngobrol sama aku tapi kamu tidak tahu siapa aku, jadi kamu sudah benar-benar hapus nomor aku?”.
“Aku benar tidak tahu siapa kamu jadi tolong jangan ganggu aku lagi”.
“Aku Riska mantan kamu yang baru kamu putusin beberapa jam yang lalu, bagaimana apa kamu lupa?”.
“Oh Riska,,, Aku sudah hapus nomor kamu karena kan kamu juga tahu sendiri kalau aku memang tidak suka berhubungan dengan mantan lagi kenapa kamu malah yang menghubungiku. Kamu memang lupa atau bagaimana sampai nyamar-nyamar gitu”.
“Kamu yang melupakan aku padahal baru tadi siang kamu putusin aku, kok kamu setega itu ya nggak nyangka aku sama kamu”.
“Aku dari awal pacaran sama kamu kan sudah pernah bilang bahkan aku juga mengingatkan kalau kamu tidak boleh berhubungan dengan mantan karena aku juga tidak berhubungan dengan mantan, aku tidak suka nantinya mantan jadi ikut campur urusan pribadiku”.
“Tapi seharusnya kamu tidak seperti itu kepadaku”.
“Kenapa aku tidak boleh seperti itu, kan kamu juga tahu sendiri kalau aku tidak bisa jauh dari kamu”.
“Semua aku perlakukan sama jika sudah menjadi mantan maka aku tidak akan pernah berurusan lagi sama dia apa lagi aku menyimpan nomornya”.
“Kamu tega sekali sama aku”.
“Bukan aku tega tapi memang aku seperti ini karena aku tidak bisa berhubungan lagi sama mantanku”.
“Kenapa,,, karena kamu takut kalau nantinya kamu jatuh cinta sama mantanmu atau kamu takut jatuh cinta lagi sama aku?”.
“Tidak,,, aku tidak takut untuk itu, aku serahkan semua sama Allah jadi kalaupun nantinya aku harus menikah dengan mantanku maka aku akan menerimanya dengan ikhlas bahkan aku akan mencintainya lebih dari dimana awal aku mencintainya. Aku totalitas kalau memang aku menerapkan prinsip bahwa tidak mau lagi berteman dengan mantan ya tidak aku lakukan karena aku menghargai pasangan aku nantinya”.
“Tapi kan kamu belum ada pasangan lagi, atau jangan-jangan kamu memang sudah ada pacar lagi ya mangkannya kamu ninggalin aku?”.
“Jangan suka berprasangka buruk, kalau kamu sendiri di perlakukan seperti itu apa kamu rela, pacarmu masih suka berhubungan dengan mantan. Pasti kamu juga tidak akan Rela Ris jadi jangan meminta orang untuk baik terhadap
mantannya tapi kamu sendiri tidak suka kalau pasanganmu Bersama mantannya”.
__ADS_1
Jangan lupa untuk like dan vote ya cantik dan ganteng...