
“Aku sama Edi tidak ada hubungan apa-apa, kalau memang aku mau merebut Edi dari kamu dan aku mau jadi selingkuhan Edi itu udah aku lakukan dari dulu”.
“Tuh kan bener apa dugaanku..”.
“Tapi aku nggak mau dan aku nggak pernah mau… Jawaban aku apa Ed saat kamu menyatakan cinta sama aku?”.
“Kamu menolak untuk pertama kali aku menyatakan cinta dengan alasan kamu baru saja putus dari Ari (Mantan Nisa), dan yang kedua kalinya masih dengan alasan yang sama, ke tiga kalinya juga sama
alasannya,keempat,lima,enam,semua sama jawabannya dan yang ke tujuh aku menyatakan cinta dia menolak dengan kalimat yang benar-benar membuat hatiku makin jatuh cinta sama dia (aku nggak mau nerima kamu Ed,dari awal aku dan kamu adalah teman, partner organisasi di sekolah, kamu adalah pacarnya Riska dan
Riska sudah aku anggap seperti adik kandungku sendiri jadi aku mohon sama kamu jauhi aku sebelum Riska tau dan membenci aku dengan hal yang benar-benar tidak aku lakukan dan aku nggak mau Riska nekat karena dia melihat aku dan kamu ngobrol seperti ini, kamu tahu kan dia kayak gimana? Dia itu cemburuan, sudah
cukup kamu meninggalkan dia dan jangan sampai dia meninggalkan aku). Itu kata-kata Nisa yang menolak aku secara halus, karena apa? Karena dia menghargai kamu sebagai adiknya, menghargai siapa kamu dan dia nggak mau kamu tersakiti, jadi tolong jangan kamu salahkan Nisa karena dia benar-benar tidak mau menerima
__ADS_1
aku yang memang aku masih menjadi milikmu dan saat ini aku sudah resmi tidak menjalin hubungan denganmu lagi tapi kamu tahu apa yang dia lakukan barusan? Dia menamparku Risk arena dia menghargai kamu dan dia nggak mau di cap sebagai perebut laki orang padahal status aku sama kamu sudah putus tapi dia masih bisa
mikir sampai situ, apa kamu juga nggak bisa mikirin persaan dia sedikit saja kenapa kamu malah bicara seperti tadi padahal kan kamu nggak tahu asal mula permasalahan Nisa itu seperti apa tapi kamu sudah menghakiminya”.
“Bodo amat aku soal itu,yang aku tahu dia dekat sama kamu dan dia suka sama kamu”.
“Hey di jaga ya kalau ngomong, kenapa kamu bisa bilang kalau aku suka sama Edi padahal kamu tahu sendiri dan kamu dengar kalau aku gimana sama dia, kamu tidak sedang ada gangguan pendengaran kan Riska”.
“Iya aku dengar tapi aku tidak percaya apa yang di katakan Edi tadi, ya siapa tahu aja kan kalian bersekongkol buat bohongin aku, siapa tahu juga kalian pura-pura kayak gitu supaya tidak ketahuan sama aku dan nggak musuhan
“Benar-benar G*la ya kamu Ris, mana mungkin aku bisa suka sama laki orang dan kalaupun Edi membela aku nggak mungkin juga sampai sedetile itu Ris. Kamu harusnya tuh mikir dong dan harus di logika juga jangan asal
iya-iya tapi nggak tahu kebenarannya dimana atau kesalahannya dimana, mungkin juga kan kamu di bohongi atau mungkin juga orang yang profokatorin kamu itu karena dia nggak suka sama kamu jadi dia
__ADS_1
ingin menghancurkan kamu secara perlahan”.
“Aku nggak perduli ya, yang aku tahu kamu merebut Edi dari aku dan kamu tega sama aku Mbak”.
“Apa kamu kurang jelas dengan apa yang di katakan Edi tadi? Aku nggak pernah nerima dia apa lagi menanggapi rasa yang dia punya. Kalau memang aku suka sama Edi sudah dari awal Edi menyatakan cinta sama aku langsung
aku terima tanpa memikirkan kamu yang masih memiliki rasa cinta dan nggak mikirin kamu yang aku anggap seperti saudaraku sendiri. Untuk apa aku menerima Edi sedangkan laki-laki yang ingin menjadi pacarku tidak Cuma Edi saja,aku menolak beberapa laki-laki karena memang aku belum mau pacaran lagi,kamu juga tahu kenapa aku belum mau pacaran karena aku masih mencintai Ari dan aku nggak mau orang yang bersamaku sekarang menanggung sakit hati karena ragaku milik dia tapi hatiku masih ke Ari, Aku nggak mau Ris menjalin hubungan yang benar-benar tidak aku suka. Aku tahu kamu cemburu sama aku tapi aku minta sama kamu
harusnya kamu bisa berfikir lebih jernih jangan hanya mengikuti egoismu dan kamu buang semua pikiran negatif tentang aku,kamu ingat apa yang sudah aku lakukan buat kamu jadi jangan dengan sekejap kamu melupakan kebaikanku hanya karena satu hal yang nggak pernah kamu tahu kebenarannya seperti apa, kamu hanya mengikuti kata-kata orang saja yang ingin menghancurkan kamu”.
“Ini yang aku nggak suka dari kamu, karena kamu nggak pernah bisa berubah. Kamu selalu menuruti atau mengikuti kata orang lain sehingga kamu lupa siapa yang kamu ajak bicara, kamu lupa siapa yang kamu tuduh, apakah kamu sudah mengenalnya lama atau tidak, aku nggak suka kamu selalu negatif kayak gini, aku juga nggak suka kamu yang permalukan orang seenaknya di depan umum,kalau kamu permalukan aku itu aku masih bisa terima Ris tapi kalau kamu permalukan Nisa di depan umum itu kamu memang keterlaluan karena dia yang menganggap kamu sebagai adik kandungnya,dia yang menjaga kamu dari aku, dia yang rela memohon
berlutut di hadapanku demi apa? Demi kamu supaya aku tidak memutuskan hubungan kita tapi apa balasan kamu? Kamu malah menuduh dengan mudahnya kalau dia mau merebut aku dari kamu. Aku muak sama perlakuan kamu yang seperti ini Ris, aku udah nggak tahan lagi dan buat kamu Nisa kalau kamu nggak mau nerima aku jadi
__ADS_1
pasangan kamu aku terima dengan ikhlas semoga kamu bisa mendapatkan yang lebih baik suatu saat nanti dan kamu mendapatkan orang yang bisa mencintai kamu dengan tulus tanpa memandang siapa kamu,tanpa mempermasalahkan kekuranganmu dan tanpa mengagung-agungkan kelebihanmu. Semoga kamu mendapatkan laki-laki yang setia dan bisa menahan imannya supaya kejadian yang kamu alami di masalalu tidak terulang Kembali di masa depanmu, kalau kamu minta aku balikan lagi sama Riska, juju raku nggak bisa Nis, aku minta maaf banget karena aku nggak bisa nurutin kemauan kamu yang satu ini,aku udah nggak tahan sama kelakuan Riska jadi aku minta maaf kalau aku nggak bisa turuti semua kemauan kamu. Kalau kamu minta aku apapun akan aku lakukan kecuali kamu minta aku balikan sama Riska”.
“Kalau aku mau kamu nggak usah lagi dekati aku,jauhi aku bahkan jangan pernah kenal lagi sama aku, kamu bisa?” Jawab Nisa sambil melotot ke arah Edi.