TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI

TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI
Lanjut


__ADS_3

"Cinta itu bisa datang ketika kalian sudah bersama, kalau kamu belum mengenal Jojo lebih lama maka kamu tidak akan tahu siapa Jojo, apakah dia orang baik atau tidak".


"Terus kalau aku sudah menikah dengannya dan aku tidak merasakan cinta itu, kalau dia bukan orang baik juga apakah aku harus bercerai darinya? coba kamu pikirkan sampai situ Ed".


"Kamu bisa mengenalnya lebih dalam lagi dengan cara jalan berdua atau kalian sering ngobrol Ris".


"Dia minta aku untuk segera melangsungkan pernikahan dengannya, untuk sementara sebelum lulus aku harus menerima lamarannya terlebih dahulu".


"Lalu dia akan menikahimu setelah kamu lulus kan? kalau dengan menerima pertunangannya kamu bisa mengenal dia lebih dalam lagi kenapa harus menolak? toh nanti kamu nikahnya juga masih lama, kalau memang nanti kamu nggak cocok sama dia ya kamu bisa melepaskannya dengan baik-baik".


"Tidak semudah itu, apa aku jadi orang jahat banget kok sampai memutuskan hubungan dengan orang lain padahal dia tidak salah apa-apa sama aku, dan kalau nanti dia bisa membuatku jatuh cinta lalu bagaimana dengan masa depan yang aku rencanakan? bagaimama dengan pendidikan yang aku idam-idamkan sebelumnya? apa aku harus melepaskan apa yang sudah aku rancang, dan apa aku harus melupakan apa yang sudah aku impikan? semua butuh perjuangan dan proses yang sangat besar, jika nantinya aku tidak bisa mencintainya maka aku yang beruntung karena aku bisa melanjutkan cita-citaku tapi sesuai perjanjian awal jika dia bisa membuatku jatuh cinta maka aku harus menerimanya dan menjadi istrinya lalu mematahkan keinginanku? aku yang kamu suruh untuk berkorban?".


"Bukan seperti itu maksudku Riska, kamu pahami dulu perjanjiannya. Kan aku sudah bilang sama kamu kalau memang kamu nantinya bisa mencintai dia kan ada aturannya juga bahwa kamu masih tetap boleh untuk melanjutkan pendidikanmu, kamu masih tetap di perbolehkan untuk mewujudkan semua impianmu".

__ADS_1


"Terus kalau aku setelah menikah langsung hamil, dan aku harus ambil cuti kuliah 1 tahun karena kehamilanku, belum nanti kalau aku punya anak harus mengurus anakku sendirian dan aku juga harus mengurusnya sampai dia lepas ASI, bagaimana aku harus membagi waktuku jika dia bekerja atau dia melanjutkan kuliahnya? jadi hanya dia yang bisa melanjutkan semuanya, dan aku tidak bisa?".


"Kan kalian bisa sewa Embak untuk bantu kamu urus anak kamu, dan kamu juga bisa pumping untuk persediaan ASI anak kamu, semua itu bisa di lakukan asalkan kamu niat dan kamu bisa konsisten sama diri kamu sendiri. Kamu harus yakin kalau kamu bisa melakukannya, jangan menyerah sebelum kamu mencobanya".


"Coba kamu bilang? hey ini bukan perkara coba mencoba, atau bukan perkara bekerja mengurus bayi dan majikan, tapi ini perkara kehidupan selamanya dan tidak bisa dijadikan percobaan, ini perkara berani atau tidak untuk mengambil keputusan hidup berdua dengan seseorang yang tidak di cintainya, hidup berdua dengan orang yang mematahkana cita-cita secara perlahan dengan caranya, kita harus bisa mengambil keputusan dengan bijak untuk satu langkah selamanya, jangan coba-coba kalau tidak berani mengambil langkah itu karena jika nanti kita salah langkah lalu berujung perceraian maka yang menjadi korban adalah anak-anak, apa kamu tidak kasihan jika seorang anak menanggung semua keegoisan orangtuanya?".


"Ya enggak, maksud aku kan kamu bisa gitu kenalan dulu sama dia lebih dekat supaya kamu tahu siapa dia dan kamu juga bisa menilai bagaimana dia dan kehidupannya yang sesungguhnya".


"Yasudah terserah kamu saja, aku hanya memberi arahan sama kamu tapi kalau kamunya nggak mau yasudah aku nggak akan pernah memaksa kamu untuk hal ini lagi, tapi kamu bisa memikirkannya ulang untuk kata-kataku tadi dan jika kamu berubah pikiran maka kamu kabari aku, dan aku siap mendukungmu sampai kamu bahagia bersama dia".


"Oke, aku akan turuti apa katamu. Aku akan mencoba dekat dengannya, dan aku akan baik sama dia seperti apa yang kamu sarankan, tapi jika nanti aku jatuh cinta dengannya maka jangan salahkan aku, jangan menyesal pernah meninggalkanku, karena aku tidak pernah memintamu untuk meninggalkan aku tapi kamu sendiri yang ingin meninggalkan aku tanpa alasan bahkan hanya karena hal kecil. Dan satu lagi, jangan pernah kamu hubungi aku dulu setelah aku memutuskan untuk bersama dia atau mengenalnya karena aku mau fokus untuk berkenalan dengannya, dan aku juga harus mempersiapkan diriku jika nanti aku jatuh cinta kepadanya maka aku akan segera menjadi istrinya, untuk saat ini aku akan memintanya untuk pacaran dulu tidak untuk segera lamaran atau kepelaminan karena kita harus sama-sama matang dulu pikirannya nanti baru melangkah ke jenjang pernikahan atau hal yang lebih serius".


"Nah gitu dong, kan bagus ya kalau nurut sama kakaknya. Nanti kalau kamu nggak betah dan kamu nangis disana, kamu bilang ya sama kakak karena kakak akan menjemputmu dan menghapus air mata kamu, aku juga akan memberi pelajaran kepada dia yang sudah semena-mena sama adikku dan sudah tidak punya sopan santun sama orang lain".

__ADS_1


"Iya Aamiin, nanti kalau aku sudah jadi dengannya dan aku sudah bahagia pasti kamu akan menyesalinya, kamu sudah melepaskan aku begitu saja".


"Riska, sudahlah.... Kita ini sudah bukan siapa-siapa dan kamu sudah aku anggap sebagai adikku bukan lagi sebagai pacarku, aku juga masih mementingkan kebahagiaanmu terlebih dahulu sebelum aku mementingkan kebahagiaanku, jadi kamu tidak usahlah seperti itu. Kamu jaga diri baik-baik dan jangan pernah bersikap sama seperti sikap kamu ke aku sebelumnya, aku ingin kamu bahagia dan pasangan kamu bahagia, tidak hanya salah satu saja yang bahagia karena suatu hubungan jika hanya salah satu maka tidak baik juga nantinya, tidak akan menjadi pahala yang kekal".


"Iya, aku akan menuruti apa mau kamu, tapi aku harap kamu nggak akan pernah menyesal jika nanti aku benar-benar menjadi miliknya dan menjadi istrinya selamanya, dengan begini kamu akan bisa melihat bagaimana aku mencintai kamu dulu, dan kamu akan melihat sebesar apa cintaku kepada seseorang yang memang aku pilih untuk menjadi kekasihku dan bersamaku".


"Aku tidak akan menyesali itu, percayalah kalau kamu akan bahagia dengannya dan aku akan bahagia nantinya dengan pilihanku jadi kita sama-sama belajar dari pengalaman yang sudah kita jalani".


"Iya, tapi aku minta sama kamu kalau nanti aku sudah memutuskan hidup dengannya, aku mohon sama kamu untuk tidak menghubungiku lagi dan jangan pernah ikut campur dengan kehidupanku".


"Baik, aku akan menuruti apa katamu, aku pergi dulu".


Akhirnya Edi pergi dari hadapan Riska dan ikhlas melepaskan Riska bersama Jojo, dia hanya bisa berdo'a supaya Jojo bisa membahagiakannya.

__ADS_1


__ADS_2