
Jo yang terheran dengan sikap Riska, tiba-tiba jadi berubah drastis seperti itu. Jo berfikir apakah Edi adalah penyebabnya? kalau memang iya maka akan menjadi boomerang dalam hubunganku dan juga Riska, orang itu memang membuatku naik darah,,, di saat Riska sudah dekat denganku, kenapa dia selalu menggangguku dan membuat aku sangat marah, kenapa dia mendekati Riska lagi dengan cara menghubungi Riska di belakangku.
"Aku sedikit kesal ketika mendengar nama laki-laki itu karena dia menyakiti Riska dan meninggalkan Riska, wanita yang aku sayangi. Tapi, Riska tidak pernah bisa merasakan itu dan dia jika di hubungi Edi langsung tidak meresponku, sebenarnya apa salahku sama dia, atau memang Riska sifatnya tidak bisa menghargai orang lain". Ujar Jo di dalam hatinya karena melihat perubahan Riska yang sangat membuatnya terkejut.
Jo mengajak Riska masuk ke dalam mobil mewahnya karena dia malu di lihat oleh orang-orang sekitar jika berdebat seperti itu.
~~
"Riska,,, ayo masuk mobil kita bicara disana dan akan aku antar kamu pulang jika memang itu maumu".
"Nggak usah sok baik deh sama aku, kamu itu nggak pernah bisa menghargai aku dan kamu cuma mau nyalah-nyalahin aku aja kan karena aku nggak perhatian lagi sama kamu?".
"Nggak kok, yuk kita masuk mobil. Yaudah kita nggak usah bicara, aku antarkan kamu pulang supaya kamu bisa menenangkan pikiran kamu di rumah supaya kamu juga tidak emosian dan tidak marah-marah sama aku ya".
"Aku sudah marah begini kenapa kamu masih sabar aja sih ngadepin aku?".
"Pertanyaan bod*oh, ya jelas lah aku sabar kan aku juga sudah pernah bilang sama kamu kalau aku tipe orang yang tidak mudah terpancing emosi, dan aku menyayangi kamu seperti aku menyayangi ibuku".
__ADS_1
"Walaupun aku nakal?".
"Se_nakalnya kamu kalau kamu nggak minum, judi atau ngerokok, ataupun yang lainnya maka aku masih bisa menerimamu selagi kamu mau berubah menjadi lebih baik, tapi kalau kamu sudah tidak bisa di rubah maka aku akan merubah diriku sendiri karena aku merasa gagal mendidikmu dan mengarahkanmu dengan baik".
"Kenapa kamu malah merubah dirimu sendiri? kalau memang kamu tidak tahan dengan sikapku kenapa tidak kamu tinggalkan saja kan bisa mencari yang lebih baik dan bisa kamu bimbing nurut sama kamu, tidakkah sebaiknya kamu meninggalkan seseorang yang tidak mau berubah?".
"Aku memang laki-laki yang bo*oh, yang mau mempertahankan wanita gila seperti kamu. Kalaupun aku bertahan berarti aku sama gilanya denganmu jadi kamu jangan berfikir kalau aku waras untuk memulai hubungan denganmu, aku hanya mengimbangi bagaimana sikapmu terhadapku".
"Apa maksud kamu bicara seperti itu? jadi kamu tidak benar-benar mencintaiku, jadi kamu juga benar-benar gila karenaku?".
"Iya,, aku gila karena kamu, karena mengimbangimu, karena aku ingin kamu sadar akan apa yang kamu lakukan kepadaku, salah atau benarnya dirimu yang selalu saja mempermasalahkan sikapku. Coba kamu bercermin, apakah dirimu sudah baik sampai kamu menyuruh seseorang untuk berubah sama seperti apa yang kamu minta, dan kamu harusnya sadar kalau apa yang kamu perintahkan untuk orang lain itu baik atau tidak".
"Hey, kamu harusnya tahu kalau mereka tidak segila kamu jadi plis dong kamu rubah sikap kamu menjadi sedikit dewasa, aku tahu kamu memang orang yang suka merubah orang lain menjadi sadar bahwa dirinya gagal membimbingmu".
"Aaahhhh itu hanya ilusi mereka saja, sudahlah urusi saja urusanmu jangan kamu urusi urusanku karena kamu harus ingat bahwa aku belum menjadi istrimu".
"Tapi kamu juga harus ingat bahwa aku adalah orang yang sudah melamarmu hingga kamu terima dengan baik, berarti aku adalah calon suami kamu jadi kamu ya harus nurut sama aku, jangan suka se'enaknya sendiri. Aku bebasin kamu bukan berarti aku langsung lepas tangan dari kamu, tapi aku masih tetap memantau kamu dari kejauhan supaya kamu tidak hilang arah, supaya kamu tidak terlalu terpengaruh dengan orang-orang yang ingin menghasutmu bahkan merusakmu, aku bisa saja mengurusi urusanku tanpa aku ikut campur juga dengan urusanmu tapi aku tidak yakin kalau kamu mampu menjalani semuanya sendirian".
__ADS_1
"Ya sudah, kenapa kamu tidak mengurusi urusanmu saja? kenapa malah ikut campur urusanku?, Kamu tuh nggak capek ya selalu saja gangguin aku padahal kan aku galak sama kamu, kamu sering aku omelin, kamu sering aku caci maki bahkan aku suruh pergi tapi kenapa kamu malah tetap ada di sini. Jo, aku capek menjalani drama seperti ini terus rasanya aku ingin terbebas dari drama-drama dan dari orang yang munafik karena aku takut kalau nantinya akan rusak lalu menjadi beban".
"Terus kenapa kamu masih mempertahankan sikapmu yang seperti itu? apa kamu tidak merasa bahwa memang ini kamu, yang dari dulu seperti itu. Kamu yang keras kepala, kamu yang selalu saja tidak percaya kepada orang lain, ya memang bagus tidak gampang percaya tetapi kamu juga harus bisa membedakan bukan berarti kalau kamu tidak percaya orang lain jadi kamu marah nggak jelas bahkan membrontak jika di kasih tahu"...
"Aku capek hidup seperti ini terus Jo, aku juga mau seperti apa yang kamu bilang tapi aku belum terlalu percaya diri melakukannya bahkan aku belum bisa seperti apa yang kamu bicarakan".
"Aku bisa bantu kamu untuk mengembalikan rasa percaya diri kamu, tapi kamu harus ingat kalau aku tidak pernah mau kamu berhubungan dengan orang yang pernah menyakitimu".
"Maksud kamu apa?".
"Iya,,, contohnya kamu jangan berhubungan lagi dengan dia yang selalu membuatmu berubah menjadi pemarah lagi, semenjak kamu sama dia emosimu semakin menjadi-jadi dan sekarang kamu sudah sama aku yang awalnya kamu baik menjadi jahat dan mengabaikan semua nasehatku karena kamu sudah terpengaruh oleh dia".
"Yang kamu maksud itu Edi?".
"Iya,,, siapa lagi yang membuatmu ragu terhadapku kalau bukan dia.. padahal dia sudah tidak bisa di percaya lagi, bahkan dia dulu meninggalkanmu dengan alasan kamu egois tapi ketika dia melihatmu bahagia bersamaku dan kamu begitu lembut, dia jadi tersadar dan ingin bersamamu lagi, padahal dia sendiri yang memintamu untuk pergi karena dia tidak tahan dengan perlakuanmu dulu kan?".
"Iya sih ya,,, aku baru sadar kalau dia mendekati aku hanya karena itu, dia mungkin menyesal karena melihat aku jalan sama kamu tapi merasa sangat bahagia ya".
__ADS_1
"Sekarang kamu sudah dewasa, bukan karena aku ingin menuntutmu menjadi dewasa, tapi aku minta tolong sama kamu jangan pernah menjadi anak kecil jika kamu sudah mampu menjadi dewasa".
Lanjut lagi yuk ah next,,,,,,