
“Ada apa lagi sih Ed, kamu itu nggak ada capek-capeknya loh gangguin aku”. Kata Nisa kesal dengan Edi yang selalu mengganggunya
“Aku nggak bermaksud ganggu kamu Nis, Aku Cuma pengen ngobrol sama kamu sebentar saja.. Tolong,,, Bisa kan?” Jawab Edi sambil memohon kepada Nisa dan menatap wajahnya yang penuh kekesalan itu
“Apa-apaan sih kamu,,, Kamu mau ngomong apa lagi? Kan aku sudah bilang berkali-kali sama kamu kalau aku nggak mau lagi ngobrol sama kamu kalau kamu nggak mau memaafkan Riska.. Jadi kamu nggak usah deh merayu aku untuk bisa respek sama kamu”. Jawab Nisa yang makin kesal dengan Edi sambil meliriknya dengan tatapan yang sangat tajam
“Mau sampai kapan sih Nisa kamu kayak gini sama aku? Apa coba kurangnya aku buat kamu sampai kamu nggak mau ngobrol lagi sama aku,,, kalau kayak gini caranya aku bisa sedih loh.. apa kamu tega kalau aku sedih
gini?”. Suara Edi sedih melihat Nisa yang masih kesal dengannya,, Sambil berfikir gimana caranya Nisa bisa suka sama Edi
“Ya tega aja,,, kan kamu juga tega sama Riska kok. Kayak gitu kamu mau pacaran sama aku ya lama-lama perlakuanmu sama kayak yang kamu lakukan ke Riska dong”. Jawab Nisa tegas
“Kenapa sih kamu selalu aja mengambil kesimpulan sendiri gitu,,,, aku tuh nggak akan perlakukan kamu sama kayak aku ke Riska Nis,, percaya sama aku”. Bela Edi
“Apa jaminannya kalau kamu nggak akan perlakukan aku seperti kamu memperlakukan Riska,, sedangkan aku sudah lihat sendiri bagaimana sikap dan sifat kamu terhadap perempuan. Kalau kamu bisa lakukan itu ke Wanita satu ya kamu akan bisa melakukannya ke Wanita lain karena itu sudah menjadi kebiasaan atau sifat yang sudah melekat di diri kamu”. Jawab Nisa
“Aku bisa kok buktikan ke kamu,,, mangkannya kita pacaran dulu Nis, kalau nggak gitu kan ya kamu nggak akan bisa tahu kalau aku bisa serius nggaknya sama kamu dan gimana aku bisa buktikan ke kamu kalau aku benar-benar serius sama kamu, kalau aku mau nikahin kamu juga nggak mungkin kan aku juga masih sekolah lagian usiaku juga belum cukup untuk pernikahan dini”. Jawab Edi yang masih kebingungan membuat Nisa percaya
“Terus kalau kita nggak cocok langsung putus gitu aja? Kamu nggak mikir buat kedepannya gimana? Kamu juga nggak mikirin gimana aku nantinya kalau misalkan nanti Riska bisa marah sama aku atau bahkan Riska musuhin aku, nggak bisa maafin aku sampai kapanpun dan bisa benci banget sama aku gitu apa kamu nggak kasian sama aku? Kamu jangan Cuma egois memikirkan diri kamu sendiri dong. Semuanya bisa berubah hanya karena cemburu dan hanya karena pasangannya jadian sama sahabatnya padahal posisi juga sudah putus”. Nisa menjelaskan
“Ya aku mikirin itu kok, tap ikan juga aku sama Riska sudah putus jadi dia nggak akan mengira kalau kamu merebut aku darinya. Kalaupun dia berfikir seperti itu tapi dia juga nggak akan pernah bisa berbuat apa-apa gitu
karena dia sudah tidak memiliki hak lagi sama aku, jadi kita mau ngapa-ngapain juga bebas gitu loh”.
“Nggak semudah itu Ed,, apa lagi kalau kita jadian baru saja setelah kamu sama Riska putus. Pasti dia akan berfikiran jelek tentang aku, dia nggak akan pernah bisa menerima penjelasan apapun dan dari siapapun karena dia itu kalau lagi emosi pasti akan selalu salah paham”.
“Aku yang akan tanggung jawab soal Riska, lagian walaupun kamu nggak temenan sama Riska tapi kan kamu masih punya banyak teman yang bisa ngertiin kamu, nggak egoisan juga, nggak seperti anak kecil dan nggak akan pernah atur-atur hidup kamu juga”.
“Aku nggak pernah merasa di atur kok sama Riska, aku juga nggak merasa di repotkan sama dia ya kalau memang dia manja sama aku itu menurut aku wajar karena dia tidak punya kakak jadi kalau sama aku ya mungkin bisa jadi
dia pengen selalu di manja”. Jawab Nisa membela Riska
“Tapi kan manjanya nggak gitu juga, apa lagi dia aja berani nuduh kamu yang enggak-enggak loh”.
__ADS_1
“Sudahlah Ed jangan terus jadi profokator antara aku sama Riska, kalau kamu udah nggak suka sama Riska yaudah nggak usah jelekin nama dia di depan orang lain apa lagi di depan aku”.
Nisa makin kesal atas apa yang di lakukan Edi, dia pergi meninggalkan Edi dari pada semakin emosi. Saat Nisa baru berjalan beberapa langkah kemudian Edi berteriak dengan kencangnya sehingga membuat Nisa kaget, dan ternyata tanpa di sadari kalau Riska sedang turun tangga dan mendengar teriakan Edi.
“Nisa….. Aku Cinta sama kamu, mau sampai kapanpun kamu menolak akan aku kejar terus, aku akan buktikan sama kamu kalau aku benar-benar cinta sama kamu”.
Nisa yang mendengar itu mengabaikannya, tidak perduli apa yang di ucapkan Edi. Kemudian Edi mengulangi teriakannya itu lagi sampai Nisa mau berputar arah lalu menghampiri Edi.
“Nisa, aku cinta sama kamu. Aku nggak akan pergi dari sini sampai kamu menerima cintaku”.
“Nisaaa…”
“Nisaaa aku sayang sama kamu Nis,,”
“Nisa akum au kamu jadi pacarku”
Ada beberapa ruang kelas yang sedang kosong tidak ada guru yang mengajar, kemudian mereka keluar kelas mendukung Edi supaya Nisa mau menerima cintanya, tapi tak di sangka, bukannya dia mendapatkan cinta dari nisa
malah justru mendapatkan tamparan yang sangat keras karena Nisa merasa dirinya di permalukan di depan umum.
“Terima,,, Terima,,, Terima,,, Terima,,, Terima”. Triak
siswa siswi yang tadinya keluar kelas
Tiba-tiba Nisa berputar arah langsung menghampiri Edi dan
menamparnya…
Plak… Plak…
“Huuuuu … “ Sorak siswa siswi itu
“Kok kamu malah nampar aku sih,,,” Tanya Edi heran
__ADS_1
“Aku nggak suka ya kamu kayak gitu,,, kamu permalukan aku di
depan siswa siswi di sini. Tanpa berpikir Panjang kamu melakukan itu dan kamu
masih bertanya kenapa aku tampar kamu?”. Jawab Nisa yang sedang marah
“Ya memang kenyataannya aku cinta kamu kok, aku kan udah bilang
sama kamu kalau aku akan membuktikan bahwa aku benar mencintai kamu”.
“Apa,,,!!!!!!!! Aku nggak salah dengar,,, Kamu mencintai Mbak
Nisa Ed? Mencintai Wanita yang sudah aku anggap seperti kakak aku sendiri?” Reaksi
Riska yang kaget karena Edi tiba-tiba mengatakan bahwa dia mencintai Nisa
“Riska…”. Nisa yang terkejut karena melihat Riska ada di
tangga dan ternyata dia mendengar perkataan Edi.
Riska menghampiri Edi karena ingin mendapatkan penjelasan
darinya.
“Apa maksud kalian kayak gini? Kamu ternyata beneran suka
sama Mbak Nisa ya, oh pantesan kamu ngotot banget mau putus sama aku, ternyata
ini alasannya”. Ungkapan Riska yang kecewa
“Ini nggak seperti yang kamu kira Ris…”. Nisa yang takut Riska
marah padanya
__ADS_1
“Diam kamu…!!!!!”.