TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI

TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI
Lanjut


__ADS_3

“Tauk ah kalian mah suka gitu sama aku, oh iya Riz kita lanjut nanti saja ya soalnya aku baru ada janji sama orang lain lagian kamu juga lagi di samperin sama Jo jadi kalian berdua aja dulu kalau aku sudah selesai baru ngobrol lagi sama aku tapi nggak usah di kantin”.


“Terus ngobrol dimana Mbak kalau nggak di kantin?”.


“Aku pengen makan siang bakso jadi nanti kita keluar aja nyari bakso”.


“Yah aku nggak diajak y aini berarti?” Lontaran candaan Jo kepada mereka berdua.


“Kamu mah gitu ih, kan aku jadi merasa bersalah nggak ajak kamu”.


“Nggak Riz aku Cuma bercanda kok masa iya aku mau ganggu kalian sih”.


“Haduh dasar bucin ya kalian, udah ah aku mau pergi dulu”.


“Iya Mbak, terimakasih Mbak Nisa sudah memberi kesempatan aku sama pacar aku”.


“Udah ah haha kalian ya dasar”.


Dan pada akhirnya Nisa pergi meninggalkan mereka berdua, kemudian mereka minum Es bersama tapi di kantin yang berbeda karena di kantin yang tadi untuk Nisa dan Rizka ngobrol ada Edi.


“Yuk ke kantin belakan sekolah Riz kan di sana ada Edi, atau kamu mau di sana aja?”.


“Udah di sana aja Tidak apa-apa, lagian biar dia lihat gimana aku sama kamu mesra dan saling mencintai supaya dia tidak berani untuk mengganggu kita lagi, lagian kamu juga nggak cemburu kan?”.

__ADS_1


“Nggak dong, ngapain juga sih aku cemburu sama dia orang dia bilang gimana di depanku juga aku nggak perduli, berani ngelawan juga haha”.


“Dih Pede banget kamu bilang gitu”.


“Iya dong kan calon suamimu ini kuat, hebat haha”.


“Iya deh iya, yaudah yuk kita ke kantin nanti keburu masuk kelas lagi kalau nggak keburu minumnya”.


“Yaudah yuk,,, Eh satu lagi nih pertanyaan”.


“Apa sih sayang pertanyaannya?”.


“Kamu udah nggak sayang lagi kan sama dia?”.


“Nggak dong, masa iya aku masih sayang sama orang yang tidak bisa menghargai aku dan tidak bisa menjadikan aku ratu di dalam hatinya”.


Mereka masuk kedalam kantin dan di lihatin sama Edi, tapi mereka sengaja bermesraan di depan Edi supaya Edi cemburu melihatnya. Dan benar Edi sangat cemburu dengan hubungan mereka, karena mereka suap-suapan, kemudian Edi terpancing Emosinya sehingga memarahi mereka berdua.


“Kalian apa-apaan sih malah bermesraan di depanku? Kalian tidak sopan sekali”.


“Eh eh apaan sih kamu Edi, terserah aku dong mau mesra dengan calon istriku kenapa kamu yang sewot cemburu?”.


“Ya nggak gitu kalian itu harus tahu tempat dong ini kan tempat umum masa kamu bermesraan di sini”.

__ADS_1


“Coba deh tanya sama ibu kantin, emangnya aku tadi mesra-mesraan ya bu?”.


“Enggak kok, wajar aja kan kalian Cuma bercanda aja lagian itu gorengan panas jadi wajar kalau Jo nyuapin Rizka, itu Namanya dia pengertian karena panas”.


“Ya tapi kan ini Namanya di depan umum harusnya kalian nggak boleh kayak gitu”.


“Lagian kamu kenapa sih Ed iri banget sama mereka, kamu kan juga udah putus dari Rizka jadi yaudah sih biarin aja mereka itu bahagia, nggak usah ganggu lagi hubungan mereka”.


“Iya nih, iri aja sih kamu itu sama aku, lagian aku juga nggak pernah ganggu hidup kamu jadi yaudah dong jangan ganggu aku lagi, kalau memang kamu masih sayang sama aku maaf aku nggak bisa karena aku mencintai Jo bukan lagi mencintai kamu”.


Kemudian Edi yang cemburu langsung pergi dari tempat itu karena sudah malu di lihat banyak orang, dia sudah merasa tidak punya muka lagi karena sudah di permalukan di depan umum.


“Si Edi kenapa sih masih suka marah-marah gitu kalau lihat kalian?”.


“Nggak tahu tuh bu dia suka banget kayak gitu tapi nggak aku tanggepin soalnya aku udah males gitu sama dia yang selalu aja nggak pernah bisa sadar diri, udah tahu aku ini calon istri orang tapi dia selalu menggodaku supaya aku bisa balik sama dia lagi”.


“Terus kamu tergoda gitu sama dia?”.


“Ya enggak lah bu, memangnya aku sudah tidak waras, lagian kan aku juga tidak mau meninggalkan berlian hanya demi batu kali seperti dia, ibu tahu kan bagaimana dia memperlakukan aku dan mempermalukan aku di depan umum dan dia terang-terangan bilang kalau dia mencintai Mbak Nisa tapi Mbak Nisa nggak mau sama dia, dia selalu mengagung-agungkan orang lain di depanku padahal dia masih menjadi pasanganku, beda dengan Jo ini dia malah selalu memujiku karena dia sangat menghargai aku. Dia selalu saja memperlakukan aku seperti ratu, dan perihal gorengan panas aja loh dia bisa memposisikan dirinya harus bagaimana tanpa aku meminta”.


“Iya, Edi itu beda sama Jo, Jo lebih baik banget dari Edi karena dia sangat mengerti tentang kamu dan lebih menghargai kamu”.


“Iya yah bu, dasar anaknya memang aneh. Dulu aja sia-siakan aku eh sekarang nyesel kan. Katanya nggak aka nada yang mau terima aku lah buktinya Jo bisa menerima aku apa adanya yak an Jo?”.

__ADS_1


“Iya, udah nggak usah di ladenin orang kayak gitu”.


Akhirnya mereka melanjutkan untuk makan gorengan dan minum Es di kantin sedangkan Edi sudah pergi dari kantin itu.


__ADS_2