TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI

TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI
Lanjut


__ADS_3

“Aku itu nggak menghindar dari kamu Nisa, aku memang nggak


lihat kamu ada di sana”.


“Nggak lihat kamu bilang? Itu alasan yang menurut aku tidak


masuk akal, jelas-jelas aku deket banget sama kamu dan aku juga sempat panggil


kamu tapi kamu sengaja nggak dengerin aku, kamu malah fokus sama Riska terus


Edi”.


“Aku nggak fokus ke Riska terus kok, lagian juga kan aku


nggak ada apa-apa sama Riska jadi yaudah sih kenapa kamu malah nuduh aku yang tidak-tidak”.


“Aku bicara sesuai fakta ya, bukan fitnah”.


“Itu hanya presepsimu saja sih, aku tidak pernah merasa


seperti itu Nis, ayolah dewasa sedikit aja jangan kayak anak kecil gini loh”.


“Hah,,, kamu bilang akua pa?”.


“Ya kamu kalau kayak gini terus tuh udah kayak anak kecil


tau nggak, sedikit-sedikit ngambek, nuduh aku nggak jelas, lama-lama kamu


kayak,,”.


“Kayak siapa? Ayo bilang sama aku….”.


“Nggak,,, bukan kayak siapa-siapa”.


“Kayak Riska kan maksud kamu? Jawab Ed”.


“Bukan kok, apaan sih Nis kan aku nggak bilang kamu kayak


Riska..”.


“Terus tadi kamu mau bilang apa,,,?”.


“Ya mau bilang kalau kamu itu mirip nenek-nenek yang suka


cerewet sama orang”.


“Ngeles aja sih kamu,,,, oh jadi gini ya kelakuan kamu,


berarti sama saja dong sama perlakuanmu ke Riska. Itu Namanya kamu nggak bisa

__ADS_1


menjaga dan mengerti aku, kalau memang kamu itu mengerti dan memahami aku pasti


nggak akan kamu bandingkan aku sama orang lain”.


“Lagian kamu pancing-pancing aku sih, ya aku kayak gini


jadinya”.


“Walaupun aku pancing kamu seperti apa juga kamu nggak akan


pernah emosi kalau memang kamu bukan orang yang emosian”.


“Semua orang kan ada batas kesabaran Nis, jadi kalau aku


seperti ini juga karena kamu selalu menguji kesabaran aku”.


“Kalau aku nggak menguji kesabaran kamu, lalu bagaimana aku


bisa tahu seberapa tulusnya kamu ke aku”.


“Tapi kan ya nggak harus kayak gitu kan kalau aku emosi pasti


apapun aku ucapkan”.


“Ya kalau kamu nggak emosi juga nggak akan itu ada acara marah-marah


apa lagi bandingin aku gitu”.


“Oke kalau mau kamu tidak usah di bahas, tolong jangan pernah


temui aku lagi dan jangan pernah menganggap kalau kita ini kenal”.


“Kok malah jadi gitu sih, kan cuma masalah sepele aja loh


Nis itu”.


“Sepele menurut kamu tapi tidak menurut aku jadi kalau kamu bicara


seperti itu berarti aku kamu anggap apa? Kenapa kamu nggak ada sopan-sopannya


sama sekali”.


“Kan aku juga sudah sopan tapi kamu yang mancing emosiku”.


“Aku nggak pernah mancing emosi seseorang, aku hanya


bertanya jadi kalau kamu seemosi ini berarti kamu memang nggak sabaran. Kayak gitu


kok katanya cinta sama aku, apa kamu bisa tidak emosi sama aku, apa kamu bisa

__ADS_1


tidak bertengkar satu hari saja, apa kamu bisa untuk berbicara baik sama aku”.


“Ya bisa, tadi kan karena kamu memang memancing emosi aku, tapi


kamu tidak sadar mangkannya kamu bisa bilang kalau aku ini emosian Nis”.


“Terserah kamu deh… percuma juga ngomong sama kamu yang


nggak pernah bisa ngertiin, dan kamu juga tidak bisa sopan-santun”.


“Nggak Nisa aku tadi Cuma terbawa emosi aja, maaf ya..”.


“Enak ya… udah nggak sopan, nggak punya etika, songong lagi


, dan kalau salah Cuma bilang maaf ya gitu aja terus besok di ulangi lagi”.


“Aku janji nggak akan mengulanginya lagi Nis, tapi tolong


banget maafkan aku”.


 "Maaf Edi aku nggak bisa maafkan kamu begitu saja".


"Lalu apa yang harus aku lakukan Nis".


"Jauhi aku, karena aku tidak mau memiliki teman seperti kamu apalagi pacar".


"Nisa.... tolong dengarkan aku dulu".


"Sudah Edi aku sudah capek sama semua perlakuan kamu, entah sama aku ataupun sama Riska... Mau sampai kapanpun kamu tidak akan pernah bisa merubah sifat kamu yang memang sudah paten kamu bawa sejak kamu lahir, kalau memang kamu itu orang baik maka kamu tidak akan pernah berbuat sekasar itu sama perempuan walaupun hanya kata-kata".


"Aku cuma khilaf kok, lagian semua manusia juga pasti pernah melakukan kesalahan".


"Iya aku tahu, aku juga tidak menyudutkan kamu kalau kamu salah kok. Tapi sikap kamu yang seperti itu membuat orang lain sakit hati, seharusnya kamu itu memikirkan terlebih dahulu apa yang kamu katakan supaya bisa lebih menghargai orang lain bukan malah bilang seenaknya menyakiti hati orang lain setelah orang itu mau pergi meninggalkan kamu malah kamu baru meminta maaf, iya kalau orang itu bisa memaafkan kamu lah kalau tidak? seharusnya kamu malu pada diri kamu sendiri".


"Iya aku minta maaf kalau aku tadi nyakitin kamu, aku juga nggak sengaja kok ngomong gitu sama kamu. Sudahlah Nisa nggak usah di permasalahkan, itu kan hanya masalah sepele jadi nggak usah di perpanjang".


"Sepele? Emang susah ya ngomong sama orang yang nggak bisa menghargai orang lain. Kalau memang sepele, sekarang aku tanya sama kamu, kalau kamu ada di posisi aku, kamu bakal sakit hati juga".


"Nggak kok kan aku bisa membedakan mana yang beneran sama bercanda".


"Oh gitu,,, ya kamu bilang sama aku kayak gitu karena kamu memang belum mengalaminya, coba kalau kamu sudah mengalami pasti kamu nggak akan pernah bisa menerima dan kamu akan sakit hati juga sama seperti aku".


"Iya oke aku ngalah,,,, tapi aku minta tolong maafkan aku".


"Aku maafkan kamu, tapi aku juga minta maaf Ed kalau aku tidak bisa menerima kamu mau sampai kapanpun itu karena aku sudah pernah bilang dari awal kamu adalah adikku, adik kelas yang memang aku anggap sebagai adik kandungku sendiri".


"Aku harus bagaimana lagi sih meyakinkan kamu supaya kamu bisa percaya sama aku, dan aku harus bagaimana lagi supaya kamu bisa memahami kalau aku benar-benar cinta sama kamu".


"Terserah kamu mau berbelit-belit seperti apa lagi Ed, tapi maaf aku tidak bisa menerima kamu sebagai pacarku".

__ADS_1


Kemudian Nisa pergi meninggalkan Edi, Ambar dan Aisyah di warung karena Nisa sudah begitu kesal dengan Edi yang selalu memaksa Nisa buat jadi pacarnya padahal jelas-jelas Nisa tidak mau. Sesampainya Nisa di kelas akhirnya di buntuti oleh Edi yang masih tidak terima dengan keputusan Nisa, dia yang ambisius ingin bersama Nisa akan melakukan hal apapun demi mendapatkannya walau dengan cara yang memang kurang masuk akal.


Mau tau lanjutannya nggak? yuk like dan komen dulu


__ADS_2