
"Iya Mbak dia tadi jelekin kamu jadi kamu sudah jangan belain dia Lagi lah Mbak".
"Benar apa yang di katakan Edi Ris?".
"Enggak kok,apaan sih kamu Ed,padahal aku nggak pernah bilang apa-apa loh Mbak. Edi tuh suka fitnah ya memang,kalau kamu benci sama aku dan mau putus sama aku jangan kayak gini dong caranya".
"Tuh kan Mbak,kamu tahu sendiri kan gimana Riska? dia nggak akan mengakui kesalahannya sampai kapanpun jadi percuma Mbak".
"Riska jujur sama aku kalau kamu memang bicara seperti itu tadi?".
"Kok Mbak nggak percaya sih sama aku,padahal aku tuh udah jujur loh sama kamu Mbak".
"Gimana aku mau percaya sama kamu kalau kamunya aja sering bohong sama aku gitu".
"Mana ada sih Mbak? aku nggak pernah bohong Mbak sama kamu apa lagi sampai jelekin kamu ya nggak mungkin lah kan kamu udah baik banget sama aku,masa iya kalau aku mau jelek-jelekin orang yang sudah anggap aku seperti adiknya sendiri?".
"Sudahlah aku nggak percaya sama siapapun,kalian berdua sama-sama berdusta saya tidak suka itu".
__ADS_1
"Edi tuh Mbak yang berdusta,kalau aku mah nggaklah ngapain juga bohongin kamu Mbak nggak ada gunanya".
"Pada intinya kalian mau saling meminta maaf dan memaafkan atau tidak? kalau memang tidak mau ya sudah,aku nggak mau ikut campur lagi dan aku sudah lepas tangan. Silahkan kalian mau gimana terserah saya sudah tidak perduli,mau kalian berantem,kalian saling caci maki atau kalian putus sekalipun itu terserah kalian karena aku sudah mencoba sebisa ku untuk menjadi tengah-tengah tapi kalian tidak memperhatikan aku bahkan kalian menyepelekan aku. Nggakpapa kalian sepelekan aku tapi yang perlu kalian ingat terutama kamu Riska,Aku tidak mempunyai niat sedikitpun untuk merebut Edi dari kamu Riska dan aku Tidak ada niat untuk mengganggu hubungan kalian,kalian kenal aku dari awal juga karena kalian yang mendekatiku,dan yang terpenting adalah aku saat itu memiliki pacar juga. Walaupun aku sudah putus dari pacarku itu tapi tidak menuntut kemungkinan bahwa aku akan merebut Edi dari kamu Ris, banyak yang ingin menjadi pacarku tapi aku masih menolaknya karena aku tidak mau terburu-buru menerima pasangan yang aku belum tau betul bagaimana dia,aku masih trauma atas kejadian yang menimpaku kemarin ternyata pacar yang aku banggakan di depan semua orang adalah suami orang,ayah dari satu anak laki-laki yang tampan yang tidak pernah di akuinya,aku hanya berfikir bagaimana bisa aku tega menyakiti bayi yang tidak punya dosa itu,aku tega merebut kasih sayang ayahnya,aku tega merebut kebahagiaannya,dan ayahnya selalu membelikan aku apapun tapi malah ayahnya tidak pernah memberi dirinya walau sehelai kainpun tidak pernah di belikannya, ayah macam apa seperti itu. Jadi kalau sekarang ada yang mendekatiku hanya bilang aku cinta kamu maka aku nggak akan pernah langsung percaya,aku akan benar-benar seleksi dia bagaimana dan dari mana dia berasal,aku nggak mau kejadian itu terulang lagi,apa lagi kamu tuduh aku kalau aku rebut Edi dari kamu? Mohon maaf ya Riska,aku bukan wanita mu*ahan seperti itu. Untuk yang mendekatiku jelas bukan milik orang lain saja aku tidak mau apa lagi Edi yang benar-benar sudah jelas kalau dia adalah milik kamu,tidak terbesit sedikitpun di kepalaku untuk itu".
"Lagian kamu tuh aneh ya Ris kenapa kamu tuduh Mbak Nisa seperti itu,kan kamu tahu sendiri kan kalau Mbak Nisa punya masa lalu yang gimana malah kamu tuduh seperti itu,kamu menyinggung perasaan Mbak Nisa kalau seperti itu".
"Ya kan aku nggak sengaja karena aku terbawa emosi,lagian sih kamu kayak gitu main mutusin aku secara sepihak ya aku nggak terima lah".
"Ya kan sudah jelas alasannya kalau kamu itu egois,aku capek selalu saja kamu permalukan aku. Kamu aja nggak pernah mau mengakui kesalahan kamu sendiri dan minta maaf kok,ngapain juga aku harus pertahankan kamu kok macam bo*oh saja aku ini sebagai laki-laki. Terkadang kamu yang salah tapi aku yang di pojokkan dan selalu ngalah buat kamu".
"Iya kan aku sudah minta maaf loh sama kamu tapi kamunya aja yang lebay nggak mau memaafkan aku".
"Ya enggaklah ngapain juga coba,kamu juga nggak pernah permalukan aku kan?".
"Iya mangkannya kalau kamu itu coba jadi aku sebentar saja gimana rasanya di permalukan hampir setiap hari".
"Ya coba saja,aku nggak akan pernah malu kok".
__ADS_1
Tiba-tiba Edi teriak sekencang mungkin dan bilang kalau Riska adalah orang yang suka kentut dan suka menyebutkan kata-kata tidak jelas.
"Kamu tuh apaan sih Ris kok suka kentut sembarangan, kamu cantik tapi suka kentut sembarangan". Ucap Edi dengan nada tinggi yang bisa membuat Riska malu
"Heh kamu apa-apaan sih Ed pakai teriak-teriak kayak gitu". Riska melotot ke Edi sambil berbisik mengancam gemas
"Kenapa Ris,kamu malu ha? Gimana rasanya di permalukan seperti itu enak tidak?".
"Tapi ya nggak sekarang kayak gini juga dong,kamu lihat-lihat tempat kalau mau teriak kayak gitu jadi kan aku bisa antisipasi dulu nggak malu kayak gini".
"Antisipasi kamu bilang? hey apa kabar dengan kamu yang tadi tiba-tiba teriak nggak jelas,nuduh aku selingkuh karena chattingan tapi nggak sama kamu. Kamu mikir nggak gitu sama apa yang kamu ucapkan barusan buat aku malu karena di lihatin satu kelas?".
"Kamu tuh emang nyebelin ya Ed,hih". Riska kesal lalu meninggalkan Edi begitu saja
"Gimana nih jadi putus kan berarti?". Kalau iya aku
bakalan rayain satu kelasku bahwa aku terbebas dari drama-drama yang nggak jelas
__ADS_1
kayak gini lagi”.
Riska yang kesal dan kecewa tidak menjawab kata-kata Edi itu karena sebenarnya dia memang tidak mau putus dari Edi tapi Edi selalu memaksa karena memang sudah tidak tahan dengan perlakuan dan tingkah lakunya yang makin lama makin membuatnya risih. Nisa yang dari tadi masih berdiri di situ kemudian ingin mengejar Riska karena merasa kelakuan Edi tidak pantas ke Riska,seharusnya dia bisa berkata lebih lembut supaya tidak menyinggung perasaan Riska,lagi-lagi Edi yang keras kepala memang tidak bisa di bilangin,dia selalu membesarkan egonya,disaat Nisa ingin berjalan menuju ke tempat Riska tiba – tiba Edi menahan tangan Nisa dengan menariknya. Nisa merasa heran dan menanyakannya kepada Edi mengapa dia menahannya padahal Nisa ingin membantunya dalam menyelesaikan masalah ini,apa karena dia tidak setuju dan dia benar-benar mencintaiku?.