
"Kok kamu jadi kasar gini sih sama aku, emangnya aku salah apa sama kamu?".
"Kamu masih tanya salahmu apa?".
"Ya kan aku nggak tahu salahku apa, mangkannya aku tanya sama kamu".
"Kamu itu sudah salah tapi nggak bisa menyadari juga ya kesalahanmu itu apa".
"Ya bukan tidak menyadari,tapi aku memang tidak tahu salahku apa sama kamu yang".
"Kamu itu udah permalukan aku di depan mereka dan kamu bilang kalau kamu nggak tahu salahmu apa?".
"Iya kan aku reflek yang, aku minta maaf ya yang kalau aku salah sama kamu".
"Kamu aku maafkan selalu aja kayak gini pasti kamu ulangi terus, kamu tuh nggak bisa dewasa dikit ya?".
"Nggak yang, aku kali ini benar-benar sudah minta maaf dan tidak akan mengulangi lagi jadi tolong maafkan aku".
"Nggak, aku udah nggak mau lagi maafin kamu Ris aku tuh udah capek sama kamu tau nggak? aku capek ngadepin kamu yang seenaknya sendiri,kamu yang selalu egois,kamu yang selalu mementingkan diri sendiri,kamu yang selalu berperilaku seperti anak kecil,kamu yang nggak bisa dewasa sedikitpun,cemburuan nggak jelas yang buat aku jadi risih sama kamu".
__ADS_1
"Ya nggak usah marah-marah gitu juga kali sama aku,kan bisa ngomongnya biasa aja nggak usah bentak-bentak gitu". Rahut wajah Riska yang cemberut dan sedih tanda-tanda dia mau nangis karena memang Riska adalah tipe orang yang sangat cengeng.
"Alah udahlah Ris kamu itu nggak usah sok nunjukin ke aku wajah kamu yang sedih kayak gitu,aku nggak akan pernah luluh lagi sama tipuan wajah kamu itu. Paling juga nanti kalau aku maafkan kamu nanti juga kamu bakal ulangin lagi, aku udah nggak akan terkecoh lagi sama tipuan-tipuan kamu yang receh itu".
"Aku benar-benar sedih Ed bukan tipuan,kok kamu tiba-tiba seperti ini sih kenapa? apa yang buat kamu jadi kayak gini sayang?".
"Karena sikap kamu yang buat aku jadi risih tau nggak sih".
"Aku kayak gini kan karena aku sayang sama kamu Ed". Dengan rahut wajah yang masih sedih.
"Sayang kamu bilang? ini penyiksaan bukan sayang namanya,inget Ris hubungan yang Toxic itu hubungan nggak sehat tapi aku berusaha mempertahankan hubungan ini seolah-olah aku ini betah dengan kelakuanmu"
"Perhatian sih iya memang kamu perhatian sama aku tapi apa kamu nggak sadar kalau kamu itu selalu saja cemburu sama aku dan cemburumu itu nggak jelas. Contoh saja sama Mbak Nisa, kamu sama dia aja cemburu padahal kamu tahu dia menganggap aku,kamu,wella dan yang lainnya itu sebagai adiknya bahkan sudah di anggap seperti adik kandungnya sendiri,seharusnya kamu itu sadar kalau perlakuan kamu itu salah untung saja Mbak Nisa adalah orang yang sabar bukan seperti kamu yang suka emosian nggak jelas coba kalau dia itu kayak kamu pasti kamu sudah di musuhi,sudah di labrak dan di bentak-bentak sama dia,nggak perduli kamu siapa,nggak perduli kamu nangis atau gimana. Kamu harusnya tuh mikir dong dia udah baik sama kamu tapi kamu malah kayak gitu sama dia kan kasihan gitu loh jadi aku yang malu sama kelakuan kamu itu".
"Kamu kenapa malah belain dia sih,kan aku nggak salah orang dianya aja yang kegatelan sama kamu".
"Eh jaga ya mulut kamu jangan sampai dia tahu dan dengar apa yang kamu katakan barusan".
"Ya memang kenyataannya seperti itu kan? dia memang cewek gatel yang suka godain cowok orang".
__ADS_1
"Kamu memang nggak tahu berterima kasih ya Ris, ini yang buat aku jadi males sama kamu lagi. Kamu itu udah berubah bukan lagi jadi Riska yang aku kenal,kamu jadi jahat nggak punya hati kayak gini".
"Aku bisa berterimakasih sama orang yang memang benar-benar baik sama aku bukan sama orang yang sok baik sama aku gitu lah. Kan kamu juga tahu sendiri aku orangnya gimana? kalau aku nggak suka sama orang yaudah aku nggak akan bisa baik sama dia walaupun dia mau baik kayak malaikat ke aku".
"Aku nggak tahu lagi ya Ris hati kamu terbuat dari apa, ini yang buat aku kecewa sama kamu kenapa kamu bisa kayak gini cepat berubah bukan seperti Riska yang aku kenal dulu,yang selalu jadi pemaaf dan selalu rendah hati,nggak cengeng dan nggak egois gini".
"Aku kayak gini karena aku terlalu takut kehilangan kamu Ed,aku nggak mau kamu di ambil orang apa lagi sama Mbak Nisa".
"Kamu gila ya Ris, nggak mungkin lah Mbak Nisa itu rebut aku dari kamu. Kadang kamu itu suka ngaco ya".
"Siapapun bisa rebut kamu dari aku Ed kalau aku nggak bisa jaga kamu dan aku nggak over protektif sama kamu".
"Heh kamu pikir kalau kamu udah protek sama aku terus kamu hebat gitu? kamu bisa yakin kalau semua wanita itu nggak akan suka sama aku dan nggak akan rebut aku dari kamu gitu? nggak jaminan Ris,semua bisa terjadi kapan saja apa lagi dengan sikap kamu yang seperti ini. Siapa laki-laki yang betah atau mampu bertahan sama kamu karena sikap kamu yang kayak gini, oke lah kalau kamu manja,kamu cengeng aku masih bisa terima tapi kalau kayak kamu gini yang egois,susah di atur apa lagi over protektif yang membuat laki-laki jadi males mau dekat-dekat sama kamu,aku nggakpapa kamu manja asalkan juga tahu tempat bukan di depan umum kayak kemarin itu,aku Ris itu yang malu di lihatin banyak orang dan semuanya itu mungkin menganggap ya risih karena kamu selalu nempel-nempel".
"Alah nggak usah perdulikan mereka,kamu juga ngerti kan kalau aku memang orangnya seperti ini".
"Iya aku tahu tapi Riska yang aku kenal dulu bukan yang suka manja di depan umum,teriak-teriak histeris kalau aku lagi dekat sama wanita lain padahal itu hanya teman bahkan kamu sama Suci teman satu kelasku aja cemburu. Kamu itu harus tahu posisi kapan kamu marah dan kapan kamu diam jangan selalu marah-marah nggak jelas kayak gitu samapai aku nggak ngerti lagi harus kasih tahu kamu lewat apa dan dengn cara yang bagaimana? aku capek Nis sama kamu yang selalu kayak gini,aku kayak nggak ada artinya gitu di mata kamu sebagai laki-laki dan aku juga seperti sudah kamu putuskan urat maluku di depan orang banyak".
Lanjut part berikutnya yah,jangan lupa like nya dan share supaya banyak pembaca yang melihat karya outhor ya😘➡️
__ADS_1