TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI

TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI
Lanjut


__ADS_3

“Jangan egois juga dong kamu Ris, semua bisa di selesaikan dengan baik-baik. Kalau kamu juga emosi, Edi juga emosi, semua nggak akan pernah selesai. Kalau nanti pada akhirnya kamu udah nggak barengan sama Edi


lagi atau udah nggak jadi satu sama Edi lagi berarti ya kalian bukan jodoh gitu aja. Kalau memang kalian masih saling mencintai harusnya kalian bisa saling memaafkan,bisa saling mengerti dan bisa saling menghargai tidak membesarkan egoisnya kalian masing-masing”.


“Alah aslinya kamu senang kan kalau aku nggak akur sama Edi, dan kamu juga senang kalau aku nggak bisa bersatu sama Edi karena nantinya kamu yang akan menggantikan posisiku? Dari awal aku memang sudah curiga kenapa kamu bisa baik banget sama aku dan Edi, dan kenapa kamu bisa sedekat itu sama Edi ternyata kamu ada niatan yang buruk ya antara aku sama Edi. Kamu tega punya niatan untuk merebut Edi dari aku. Pantesan aja Ari ninggalin kamu demi selingkuh sama Wanita lain sampai dia punya anak itu mungkin karena memang dia udah nggak tahan sama kamu karena kelakuan kamu yang seperti ini, suka merebut pacar orang dan suka godain pacar orang”.


“Jaga ya mulut kamu Ris, kalau bicara tuh nggak usah ngasal. Aku sama Ari putus karena memang jelas kesalahan ada di Ari, kalau dia memang lelaki setia dan penuh tanggung jawab dia nggak akan pernah selingkuh dari aku


apa lagi sampai dia hamilin anak orang dan masih berani sama aku. Kalau kamu memang nggak tahu kebenaran yang sesungguhnya seperti apa nggak usah asal jeplak aja itu mulutnya”.


“Ya emang kenyataannya gitu kan dia ninggalin kamu demi Wanita lain apa lagi sampai punya anak kayak gitu”.


“Hey kamu anak kecil tahu apa? Yang kamu tahu cuma cinta monyet, egois, selalu menganggap yang benar menjadi salah dan yang salah menjadi benar. Dia selingkuh dari aku karena na*su nya saja dan kalau memang

__ADS_1


iya dia mencintai Wanita itu mana mungkin dia masih sama aku walaupun posisinya sudah menikah dengan Wanita itu, kalau dia memang benar mencintai Wanita itu kenapa dia merusaknya bukan malah melindunginya seperti dia melindungi aku. Kalau perjalanan dan pengalaman cintamu belum sejauh orang dewasa nggak usah sok


menyimpulkan deh orang masalahmu sendiri aja kamu nggak bisa selesaikan kok pakai ikut campur sama urusan orang dewasa”.


“Ya kalau memang dia selingkuh karena na*su saja kenapa dia bisa sampai punya anak dan menikahinya”.


“Itu Namanya kewajiban dia karena sudah mengham*li anak orang\, ya kalau dia nggak mau tanggung jawab nanti dosa besar\, dan kalau memang dia mencintai Wanita itu pasti dia nggak akan mau lagi sama aku dan dia akan segera minta putus dari aku kalau memang kesalahan ada di aku. Nah emangnya kamu bisa buktikan apa kalau kesalahannya ada di aku? Apa aku sudah jelas merebut pacarmu\, apa aku seorang pelakor? Apa aku Wanita nggak bener yang Cuma bisa memanfaatkan laki-laki lain untuk sumber keuangan aku? Apa yang bisa kamu buktikan kalau memang benar Ari meninggalkan aku karena dia lebih mencintai Wanita lain sehingga dia mengham*li Wanita itu\, perbuatan apa yang menuju padaku kalau memang itu semua aku yang salah? Kamu jadi orang jangan langsung ambil keputusan tanpa kamu tahu dari mana sumbernya. Kelakuan kamu aja kayak gini pantesan Edi udah nggak mau lagi balikan sama kamu\, dia pasti akan malu banget kalau setiap hari kamu permalukan seperti ini di depan umum”.


“Diam ya kamu Mbak, nggak usah sok tahu deh jadi orang dan nggak usah ikut campur urusan aku”.


“Ya memang kenyataannya gitu kok, kamu mau merebut Edi dari aku, kamu kan sudah dekat sama Edi dari lama jadi kalau Edi menyatakan cintanya seperti itu tadi ya pasti kamu langsung menerimanya kan, nggak usah munafik deh jadi orang”.


“Aku munafik? Kamu kali yang munafik. Coba kamu jelaskan apa yang aku lakukan sama Edi sampai kamu bilang kalau aku mau merebut Edi dari kamu, dan coba kamu buktikan kenapa kamu bisa bilang aku merebut Edi dari kamu. Apa kamu lihat aku udah jadian sama Edi? Apa kamu lihat aku menanggapi perasaan Edi? Coba

__ADS_1


kamu lihat baik-baik dan kamu perhatikan dengan seksama bagaimana aku memperlakukan pacar tercintamu ini. Sudahlah Ed sepertinya memang aku harus jelaskan semuanya di sini supaya anak ingusan ini tahu bahwa aku sama kamu tidak ada hubungan apa-apa, aku sudah geram dengan semua tuduhannya itu”.


Edi yang kaget mengkode Nisa supaya tidak memberi tahu yang sebenarnya karena dapat merusak pertemanan Nisa dan Riska,tapi Nisa yang sudah geram dengan perlakuan Riska, sudah tidak sanggup memendam amarahnya dan mengungkapkan semuanya. Riska yang polos dan masih seperti anak kecil itu terlihat bingung kenapa Nisa bisa semarah itu dengan ucapannya tadi, apakah ada yang salah atau bagaimana, Riska mencoba untuk tetap tenang sambil menunggu apa yang ingin di ucapkan oleh Nisa. Riska tahu semua kata-kata Nisa memang akan


menjadi pahit dan di ingatnya sampai kapanpun, tapi Riska juga harus menerimanya dengan lapang dada apapun ucapan Nisa.


“Apa… Kamu mau ngomong apa? Udah deh ngomong aja nggak usah pakai basa-basi kayak gitu, kan kamu tahu kalau aku nggak suka basa-basi jadi orang”. Kata Riska yang penasaran tapi takut dengan jawaban Nisa itu, karena Riska paling takut kalau melihat Nisa marah, walaupun Riska belum pernah merasakan di marahi langsung dengan Nisa tapi dia sudah pernah melihatnya marah di depan orang lain.


“Kamu dengar baik-baik ya Riska,,,”. Jawab Nisa dengan mata melirik ke arah Edi


“Iya aku dengar kok,, Ayo cepat katakan kenapa?”. Riska yang makin penasaran dengan apa yang ingin di ungkapkan Nisa itu


“Nanti kamu mendengar semua penjelasanku juga nggak akan terima dan kamu tetap akan egois bahkan akan membenci aku. Apapun jawaban aku dan penjelasanku kamu jangan kaget ya”. Ujar Nisa sambil mengejek

__ADS_1


“Udah cepetan….” Jawab Riska ketus


__ADS_2