TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI

TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI
Lanjut


__ADS_3

Setelah mereka sampai di kantin, mereka akan seperti biasa sembari bercanda membahas kelucuan mereka pada zaman awal masuk sekolah. Tiba-tiba Nisa merasa pusing, entah karena tadi dia telat makan atau karena banyak pikiran, akhir-akhir ini Nisa memang sangatlah berbeda, terlihat murung sendirian tanpa bercerita pada siapapun. Ambar mencoba tanya ke ibu penjaga kantin sekolah juga tidak tahu masalah apa yang menimpanya sehingga membuat dia sering murung, selama Ambar ngobrol dengan penjaga kantin tiba-tiba Nisa pingsan, Aisyah, Ambar, serta penjaga kantin panik kemudian ibu penjaga kantin memanggil suaminya dan langsung dibawa ke puskesmas terdekat, Nisa memang sering seperti itu karena dia memiliki riwayat sakit tifus dan itu sudah lama, sedikit membuat dirinya susah karena harus istirahat lama-lama dan dia juga harus menjaga pola makannya benar-benar tepat waktu, tapi terkadang Nisa melanggar semua larangan itu karena dia ingin seperti teman-temannya yang beraktifitas normal tanpa harus takut kenapa-kenapa.


Edi saat itu mendengar berita bahwa Nisa pingsan di kantin dan di bawa ke puskesmas, dia ingin menjenguknya, melihat bagaimana keadaannya, tapi Edi merasa gengsi, Edi tidak mau rasa itu ada lagi dan Nisa semakin sakit karena pasti dia memikirkan kenapa aku menjauhinya, ya walaupun memang dia tidak memiliki rasa apapun sama aku tapi dia merasakan sedih jika aku menjauh, dia adalah wanita baik yang pernah aku temui jadi walaupun dia menolakku juga aku harus tetap baik dan menjaganya seperti dulu, tapi aku terkadang takut untuk mendekatinya lagi, aku takut rasa itu semakin kuat dan aku semakin sulit untuk menjauhinya.


Dia wanita sempurna menurut aku, dan akupun terkagum padanya, kasihan juga kalau aku musuhin dia atau diemin dia padahal dia nggak salah apa-apa malah justru diamku membuatnya down dan jatuh sakit. Tapi kalau aku tetap bertegur sama untuk sekarang ini, aku takut tidak bisa menghilangkan rasa cintaku untuknya, aku takut hatiku semakin sakit karena cintaku tak terbalas.


Saat Edi masih berfikir untuk menjenguk Nisa atau tidak, tiba-tiba Riska datang dengan wajah sinisnya..


"Hey kamu kenapa murung gitu".


"Enggak kok aku tidak apa-apa".


"Kamu sudah dengar tentang Mbak Nisa yang jatuh pingsan dan di bawa ke puskesmas?".


"Iya,,, aku sudah dengar beritanya, memangnya kenapa?".


"Kamu sedih pasti karena itu kan?".

__ADS_1


"Enggak kok, orang aku lagi nggak enak badan aja".


"Bohong, sudahlah ngaku saja kalau kamu itu sedih mikirin dia yang sedang berada di puskesmas".


"Apaan sih, aku tuh nggak sedih karena itu. Aku cuma merasa kurang enak badan jadi sedikit lesu badanku".


"Awas aja ya sampai kamu mengingkari janji untuk bertemu lagi sama dia, aku nggak akan pernah maafkan kamu".


"Kayak anak kecil tau nggak kamu itu, kan kamu sudah janji sama aku kalau kamu nggak akan kayak gitu lagi, kamu nggak akan cemburu-cemburuan nggak jelas, dan kamu nggak akan pernah kayak anak kecil yang suka merengek lagi".


"Aturan dari mana lagi itu, aku nggak suka ya kamu ngatur-ngatur nggak jelas gini lagian aku itu tidak pernah mengatur ataupun ikut campur dalam kehidupanmu tapi kenapa kamu malah selalu ikut campur sama kehidupanku".


"Iya memang kamu tidak ikut campur dengan kehidupanku karena kamu tidak berhak atas aku, tapi berbeda denganku, aku berhak atas kamu dan semua yang kamu lakuin aku harus tahu, semua harus atas sepengetahuan dan persetujuanku".


"Apa-apaan nggak adil gitu, memangnya kamu siapa? kakak bukan, adik bukan, kelurga kandung apa lagi".


"Apa kamu bilang, bukan siapa-siapa ya? oh berarti alih-alih kemarin bilang kamu mau ngakuin aku atau anggap aku sebagai adikmu apa? semuanya bohong gitu?".

__ADS_1


"Iya,,, semuanya bohong, kamu tahu kenapa aku menganggapmu adik? ya karena aku merasa iba sama kamu, anak orang di telantarin gitu aja sambil nangis".


"Jadi kamu lakuin ini semua bohong? kamu nggak tulus?".


"Aku tulus karena aku harap kamu bisa berubah, tapi kenyataannya kamu nggak bisa merubah sikap kamu yang seperti anak kecil itu, kamu masih tetap tidak bisa menahan rasa emosi kamu dan kamu juga tetap egois kalau ada orang yang mencari perhatianku, cemburumu itu tidak pernah jelas dan aku laki-laki normal biasa yang mungkin bisa berubah kapan saja karena sikap orang yang tidak bisa menghargai aku".


"Aku menghargai kamu kok, kamu bilang gimana juga aku nurut aja. kamu mau nyuruh apa aja juga aku lakuin tapi aku sendiri juga tidak bisa menahan diri aku untuk tidak egois, untuk tidak cemburu dengan orang lain, ya sama aku juga wanita biasa yang memiliki rasa kecemburuan, keegoisan, amarah yang luar biasa ketika melihat seseorang yang dia cintai memperhatikan orang lain, ya walaupun memang sekarang kamu menganggap aku sebagai adik dan bukan lagi sebagai pacar tapi aku tetap tidak rela kamu memperhatikan orang lain, aku tidak rela kamu memperlakukan orang lain sama seperti kamu memperlakukan aku".


"Aku harus kasih pengertian yang lembut seperti apa lagi sih Riska, aku sudah sabar kasih tau kamu secara baik-baik tapi kamu yang tidak pernah mau mendengarkan perkataanku dan kamu selalu menganggap remeh kemarahanku".


"Aku tidak menganggap remeh, aku hanya tidak mau kamu dekat dengan orang lain seperti kamu dekat denganku, dan kamu tidak boleh memperhatikan orang lain seperti kamu memperhatikanku".


"Apa alasan yang tepat buat aku melaksanakan semua keinginan kamu?".


"Ya karena aku cemburu, aku juga nggak mau cemburu kayak gini Edi, aku juga pengen kayak Mbak Nisa yang selalu bisa menahan amarahnya, menyembunyikan perasaannya bahkan bisa selalu tersenyum di depan orang lain walaupun hatinya sedang hancur sehancur hancurnya, aku juga ingi bisa lemah lembut seperti dia, aku juga nggak mau jadi wanita pembrontak, pemarah seperti psikopat kayak yang kamu bilang, aku juga nggak mau selalu memikirkan diri aku sendiri, aku pengen bisa memikirkan orang lain, tapi apa Ed? Tuhan kasih aku sifat yang seperti ini, sekuat apapun aku melawannya dan merubahnya semua akan tetap jadi seperti ini, dan jika aku bisa memilih Edi,,, aku ingin memilih untuk di lahirkan kembali menjadi pribadi yang kamu suka dan aku berharap aku tidak ketemu kamu".


Riska lari sambil nangis kedalam kelasnya karena perkataan Edi yang menyakiti hatinya untuk yang kesekian kali.

__ADS_1


__ADS_2