TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI

TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI
Lanjut


__ADS_3

“Tapi dia benar-benar centil banget,dia nggak tahu perasaan aku kalau memang dia nggak suka sama Edi yasudah jangan sampai sedekat itu sama Edi. Aku sebenarnya sudah cemburu dari lama tapi dia tidak mengerti, tidak pengertian sama aku malah bercanda makin menjadi-jadi”.


“Kamu mungkin yang terlalu parnoan, soalnya setahu aku Mbak Nisa itu  baik deh jadi jangan nuduh dia yang tidak-tidak,kalau memang kamu penasaran ya di tanya saja dia apakah suka sama Edi atau tidak?”.


“Aku sudah tanya Wel tapi dia nggak ngaku sama aku, Cuma Edi aja yang ngaku kalau dia memang suka sama Nisa, mereka berdua saling melindungi satu sama lain”.


“Sudahlah kalau memang Edi tidak mau balikan lagi sama kamu yasudah jangan di paksa mungkin kamu bukan jodoh dia mangkannya dia itu di jauhkan sama kamu”.


“Tapi aku cinta sama Edi Wel, aku masih nggak rela kehilangan Edi karena sudah banyak kenangan aku sama dia Wel”.


“Walaupun kamu cinta sama dia tapi dia nggak cinta sama kamu terus kamu bisa apa? Apa kamu mau maksa Edi buat balikan sama kamu,, itu nggak akan pernah bisa Ris”.


“Gimana dong Wel caranya supaya Edi balik lagi sama aku”.


“Aku nggak bisa kasih tahu Ris,,, aku nggak bisa komen apa-apa jadi terima saja takdirnya”.


“Tolong dong Wel bantu aku,,,, aku tidak pernah bisa rela kalau memang Edi nantinya pacarana sama Mbak Nisa Wel, rasanya benar-benar seperti di hianati sama saudara sendiri. Kamu tahu tidak sih kalau di perlakukan seperti ini rasanya bagaimana?”.


“Ya walaupun aku belum pernah mengalami, tapi aku bisa merasakan kesedihan kamu. Mau bagaimana lagi Riska, Edi sudah tidak mau sama kamu sampai di bujuk Wanita yang di cintai saja dia sudah tidak mau walaupun


Mbak Nisa menolaknya dia tetap kekeh sama pendiriannya, dia mengatakan bahwa lebih baik jomblo atau cari pacar yang lain kalau Mbak Nisa tidak menerimanya dari pada dia harus Kembali sama kamu. Kalau keputusannya memang sudah seperti itu ya kamu tidak bisa memaksanya Ris”.


“Wel plis aku minta tolong banget kamu bicara sama Edi ya Wel, bujuk Edi balik sama aku lagi”. Ungkapan hati Riska sedih yang meminta Wela untuk membantunya membujuk Edi yang hatinya memang sedang tidak bisa di


tebak


“OK… Aku coba ya Ris tapi aku tidak janji kalau aku bisa membujuk dia untuk Kembali sama kamu karena aku juga menghargai perasaan kalian bertiga”.

__ADS_1


“Siapa yang kamu maksud bertiga?”.


“Ya kamu, Mbak Nisa, dan juga Edi”.


“Kamu itu sebenarnya membelaku atau siapa sih?”.


“Aku tidak membela siapapun Ris, semua temanku”.


“Seharusnya kamu itu membelaku karena aku temanmu”.


“Aku nggak bisa gitu Ris,,, semua teman-temanku dan aku tidak mau ada perselisihan di antara kita. Aku mau semua temanku baik-baik saja tanpa ada masalah sedikitpun”.


“Tapi kamu coba untuk bantu aku ya Wel”.


“Iya.. Aku bantu sebisaku, semoga masalah ini segera selesai tanpa ada yang tersakiti dan merasa di sakiti ya”.


Jam Sekolah sudah selesai, wela terburu-buru keluar kelas supaya bertemu Edi karena dia ingin menyampaikan maksud dari Riska untuknya, Di saat berjalan beberapa langkah Wela bertemu dengan Edi tetapi Edi tidak mau


berbicara dengan Wela karena Edi tahu kalau Wela akan membahas hal yang sama. Edi ingin menenangkan diri supaya bisa berpikir untuk menetapkan keputusannya apakah sudah benar atau belum, karena dia kasihan melihat Nisa yang selalu di sudutkan dengan keegoisan Riska. Wela mencoba mengejar Edi hingga turun ke lantai satu


tetapi Edi tetap menolaknya.


“Edi…..”. Panggil Wela ke Edi sambil lari menuruni tangga karena Edi jalan sangat cepat


“Apa wel…”. Jawab Edi yang sedikit malas bertemu dengan Wela


“Aku mau bicara sebentar deh Ed sama kamu, kira-kira bisa tidak? Sebentar saja kok Ed,,”.

__ADS_1


“Mau bicara tentang apa Wel? Kalau mau bicara tentang Riska maaf aku tidak bisa Wel”.


“Kenapa tidak bisa Ed,,, kalau kamu menghindar seperti ini terus semua masalahmu tidak akan pernah selesai, coba kamu lihat Riska yang sedang sedih karena kamu meninggalkannya”.


“Kamu tidak tahu masalahnya Wel jadi tidak usah ikut campur, maaf ya Wel bukan aku ada maksud yang tidak baik sama kamu tapi aku minta sama kamu untuk tidak juga ikut camput masalahku. Aku tahu aku salah Wel karena aku


sudah mencintai orang yang salah yaitu Mbak Nisa, orang yang sudah menganggap aku sebagai adiknya sendiri bahkan dia sangat perduli sama Riska, Aku tidak tahu lagi bagaimana harus mengulang untuk Mbak Nisa supaya dia lupa dengan kata-kataku, aku memang sebenarnya sudah tidak mencintai Riska dari lama yaitu dari sebelum aku mencintai Mbak Nisa jadi walaupun saat ini aku tidak cinta dengan Mbak Nisa maka aku juga akan tetap meninggalkan Riska Wel, aku sudah lama ingin meninggalkannya tapi aku merasa iba karena setiap aku tinggalkan dia selalu saja melakukan hal bodoh yang membuat aku semakin tidak tega sama dia Wel, coba kamu pikir laki-laki mana yang bisa tahan dengan Egoisnya dia, sikap yang nggak pernah aku bayangkan sebelumnya, toxic yang membuat semua laki-laki ilfeel sama dia Wel. Aku sudah tidak tahan dengan dia jadi aku minta tolong sama kamu kalau jangan pernah menanyakan atau membujuk aku lagi supaya aku Kembali sama dia, tolong kalian juga menjaga perasaan aku jangan hanya membela Riska atau terkecoh dengan apa yang Riska katakan. Aku selama berpacaran dengan Riska sangat tertekan dan kalian tidak tahu bagaimana kelakuan dia terhadapku, kalian


hanya melihat aku harmonis tanpa masalah sama Riska”.


“Aku tidak memaksamu Ed, kalau memang kamu tidak mau juga tidak apa-apa Ed. Aku hanya menanyakan saja dan memperjelas kenapa kamu tidak mau Kembali ke Riska karena yang aku lihat kalian selalu baik-baik saja, dan aku juga mau tanya apakah kamu benar-benar mencintai Mbak Nisa?”.


“Iya,,,, aku memang mencintai Mbak Nisa tapi Mbak Nisa tidak pernah dan tidak akan pernah mencintai aku karena dia selalu menganggap bahwa aku adalah adiknya”.


“Terus yang soal…”.


“Soal apa?,,, soal berita aku jadian sama Mbak Nisa, itu semua tidak benar Wel, aku tidak pernah jadian sama Mbak Nisa malah karena masalah ini dia jadi tidak perduli lagi denganku bahkan dia tidak meresponku, aku tau mungkin karena dia selalu di sudutkan Riska dan di panggil sebagai pelakor mangkannya dia menjauhiku supaya orang-orang tidak beranggapan bahwa aku dan dia tidak pacarana”.


“Nah sebenarnya kamu pacarana atau tidak?”.


“Tidak Wela, aku tidak pernah pacaran sama dia bahkan cintaku juga di tolak”.


“Yasudah Ed nanti aku akan bicara dengan Mbak Nisa juga supaya semua bisa segera selesai tanpa memutuskan silaturahim persaudaraan kita Ed”.


Author minta maaf kalau jarang Upload ya teman-teman kalau urusan Author sudah selesai maka Insya Allah akan Upload setiap hari di jam 21.00, mohon like, komen dan juga klik favoritnya ya, ikuti juga akun Author supaya


tidak ketinggalan bab baru dari Author. Terimakasih semua, sehat selalu ya.

__ADS_1


__ADS_2