
"Iya maka dari itu kan kamu seharusnya banyak terimakasih sama aku karena aku bisa jadiin kamu terkenal kayak gini".
"Ok,terimakasih Riska selama ini sudah buat aku seperti ini,sudah membuatku di kenal banyak orang bahkan satu sekolah dan sekarang makin di kenal orang karena kelakuan kamu yang selalu permalukan aku di depan orang banyak".
"Kok gitu minta maafnya,berarti kamu nggak ikhlas dong kalau gitu".
"Loh aku kan bicara apa adanya,memang benar kan kalau kamu sering banget permalukan aku di depan umum,di depan teman-temanku bahkan satu sekolah tahu kalau kelakuan kamu seperti itu memangnya ada yang salah?".
"Kamu benar-benar mau putus dari aku?".
"Iya lah kenapa harus aku tunda lagi,kalau aku terus menunda pasti akan semakin sakit hati dengan sikap kamu yang toxic itu".
"Sayang plis dong jangan putus".
Tiba-tiba Nisa naik ke lantai dua karena mau ke Ruang Tata Usaha (TU) kemudian dia melihat Edi dan Riska sedang berada di depan kelas Edi di lihatnya seperti bertengkar,Nisa langsung mendatangi mereka dan menanyakan apa yang terjadi.
"Eh kalian kok ada di luar sih,ngapain?". Tanya Nisa ke mereka.
"Mbak Nisa itu Edi Mbak dia jahat sama aku". Jawab Riska sedih.
"Jahat? maksudnya jahat gimana..!!!". Jawab Nisa kaget
__ADS_1
"Iya Mbak dia itu mau putus dari aku padahal aku selama ini udah baik banget sama dia dan aku juga sayang banget sama dia tapi dia malah kayak gini sama aku Mbak". Jawab Riska sambil menangis.
"Apa,,, Edi putusin kamu?". Nisa sangat kaget
"Iya Mbak,dia udah nggak mau lagi nerima aku padahal aku sudah mohon-mohon sama dia kalau aku janji nggak akan ulangi kesalahan aku lagi tapi dia tetap tidak mau memaafkan aku Mbak".
"Alah orang kamu kalau di maafin juga akan mengulanginya lagi kok,gimana aku mau percaya. Sudah berkali-kali aku memberimu kesempatan tapi kamu selalu mengulanginya lagi,aku sudah bosan sama kelakuan kamu yang seperti ini". Jawab Edi membela dirinya
"Edi kamu nggak boleh gitu,yang baik-baiklah jadi pasangan jangan bertengkar terus. Kalian kan pacaran juga sudah lama jadi ya yang baik-baik gitu,kamu juga Riska jangan kayak gitu kan kamu itu sudah dewasa seharusnya bisa mandiri nggak usah manja,egois apa lagi permalukan Edi di depan umum. Kalau kamu jadi Edi dan sering di permalukan di depan umum apakah kamu terima? pasti kamu juga akan merasa sangat malu kan?,sama halnya dengan Edi kalau kamu teriak-teriak di depan umum itu akan membuat dia malu Ris".
"Ya kan aku reflek Mbak,kalau dia nggak nakal juga aku nggak kayak gitu kok".
"Tuh kamu dengar sendiri kan harusnya kamu kalau mau marah-marah sama Edi ya kamu cari dulu sumbernya dari mana,gimana dia ada selingkuhan atau enggak dan juga kalau mau menegur dia harus bicara berdua jangan teriak-teriak di depan anak-anak di kelasnya itu akan membuat dia malu Ris".
"Kok Mbak malah belain dia sih dari pada aku sebenarnya kamu itu berpihak ke siapa sih Mbak?".
"Aku tidak berpihak ke siapa-siapa,kalian itu sama-sama egois coba aja kalau kalian bisa saling mengalah pasti nggak akan berantem kayak gini".
"Ya Edinya aja tuh yang lebay selalu besar-besarkan masalah padahal aku juga nggak salah kadang maksudku juga cuma bercanda tapi malah dia kayak gitu suka marah-marah nggak jelas ke aku dan nyalah-nyalahin aku katanya aku nggak tahu diri lah apa lah gitu, itu mah memang alasan dia buat putus dari aku. Sebenarnya dia mau putus dari aku tuh udah lama mangkannya dia selalu cari-cari kesalahan aku,perlakuan apa saja yang aku lakukan buat dia ya selalu saja salah".
"Iya,memang aku mau putus sama kamu dari lama dan aku juga sudah bilang ke kamu kan tadi tapi kamu tidak percaya sama apa yang aku katakan bahkan kamu malah menolak untuk putus sama aku,aku sangat tetekan berhubungan sama kamu Ris ya kalau kamu sih baik-baik saja dan kamu bahagia nah kalau aku? kamu nggak pernah menanyakan apakah aku masih nyaman atau enggak kan? aku sangat tertekan dengan apa yang kamu lakukan ke aku semuanya tidak bisa membuatku nyaman".
__ADS_1
"Kamu juga Ed kan kamu dari awal yang menerima Riska jadi pacar kamu, kamu juga tadinya awal pacaran sama Riska juga baik-baik aja kok kalian harmonis. Aku juga lihat Edi bahagia sama kamu Ris tapi makin ke sini kenapa kalian tidak bisa menjaga keharmonisan itu,kalian tidak bisa melawan egois yang selalu menggebu-gebu dalam hati kalian,kalian tidak bisa saling menghargai satu sama lain,kalian yang makin kesini malah makin kayak anak kecil, kalian itu sudah besar jadi tolonglah kalau bosan atau ada masalah itu di selesaikan secara baik-baik,dengan kepala dingin jangan bertengkar nggak jelas gitu,saling egois dan menyalahkan. Kalian itu sama-sama salah,ayolah minta maaf".
"Aku Mbak kamu suruh minta maaf sama dia? yang benar saja deh Mbak". Jawab Riska menggerutu
"Ya sudah kalau gitu kamu Edi sebagai laki-laki yang minta maaf sama Riska,jangan bilang nggak mau juga karena kalian ini harus baikan".
"Nggak ah biar dia saja yang minta maaf sama aku kan dia yang salah,dia permalukan aku di depan orang banyak gitu dan itu sering banget dia lakukan tanpa memikirkan aku sama sekali. Mbak tahu sendiri kan gimana malunya kalau di perlakukan seperti itu? Mbak tetap menyuruh aku untuk minta maaf sama dia,aku nggak mau Mbak biarkan dia menyadari kesalahannya dan biarkan dia belajar meminta maaf,menghargai orang yang benar-benar harus di hargai supaya dia tidak bersikap seperti anak kecil lagi dan membuat malu orang lain lagi nantinya".
"Kamu nggak boleh egois juga Ed,kamu sebagai laki-laki harusnya minta maaf sama Riska sebagai perempuan".
"Nggak Mbak jangan paksa aku buat minta maaf sama dia,kalau Mbak Nisa selalu belain dia ya kayak gitu jadinya Mbak dia makin besar kepala makin merasa di bela dan dia akan semakin egois nantinya Mbak".
"Riska cepat minta maaf".
"Tuh kan Mbak Nisa belain Edi".
"Aku nggak bela siapapun, kalau kalian memang masih tetap ingin seperti ini ya sudah kalian seperti ini aja terus saya sudah malas meladeni kalian,sudah muak sama drama-drama kalian".
"Mbak Nisa nggak tahu kan kalau tadi Riska itu jelekin Mbak Nisa di depan saya,padahal Mbak sudah baik sama dia tapi apa balasan dia? Dia malah menuduh Mbak merebut saya dari dia padahal kenyataannya tidak seperti itu".
"Apa?...".
__ADS_1