TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI

TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI
Lanjut


__ADS_3

Edi langsung menyusulnya karena merasa bersalah atas apa yang dia katakana tadi, Edi memang hatinya tidak tega kepada orang lain apa lagi Wanita karena dia selalu merasa jika menyakiti seorang Wanita maka akan berdampak nantinya kepada ibunya, adik perempuannya ataupun anak perempuannya, dia tidak rela jika ibunya di sakiti jadi jika dia merasa menyakiti seorang Wanita maka dia langsung meminta maaf kepada orang itu.


Sesampainya dikelas Riska tiba-tiba ada seorang laki-laki yang sudah berada di sebelah Riska, Edi tidak tahu bahkan tidak kenal siapa dia, laki-laki itu terlihat sangat perduli dengan Riska, terlihat dari caranya berbicara dan mengelus Jilbab Riska dengan lembut. Saat putus dari Edi, memang banyak laki-laki yang mendekati Riska tetapi tidak pernah sekalipun Riska memperhatikannya karena dia tidak mau menaruh perasaan yang sama kepada laki-laki itu, Edi yang sedikit merasa kesal melihat adiknya di dekati laki-laki lain langsung mendatanginya


dan menanyakan siapa dia….


“Hey jangan sentuh adikku,,,”. Sontak Edi yang kesal dan marah


“Maaf kamu siapa ya? Dia siapa Ris?”. Tanya Laki-laki itu


“Dia Edi Jo ( panggilan laki-laki itu karena Namanya adalah Jojo),,,, dia awalnya mantan aku tapi sekarang kita menjadi adik kakak karena kita sama-sama saling menyayangi sebagai adik dan kakak”. Jawab Riska sambil menahan air matanya supaya tidak jatuh di depan Edi


“Oh jadi ini laki-laki yang bernama Edi itu, yang selalu nyakitin kamu dan buat kamu menangis sesenggukan iya? Ayo jawab Riska”.


“Iya tapi itu bukan salah dia kok, semua karena kesalahanku dan keegoisanku. Aku yang selalu cemburu nggak jelas sampai permalukan dia didepan umum”.


“Laki-laki seperti ini yang kamu pertahankan untuk kamu di masa depan? Dia nggak pantas untuk kamu Riska, dia selalu nyakitin kamu dari hal-hal sepele sampai hal serius”.


“Aku tidak merasa tersakiti jika dia masih bersamaku Jo, kalau dia pergi meninggalkan aku itu Namanya dia menyakiti aku seperti sekarang ini dan aku masih merasa bangga pernah menjadi bagian dari hidupnya Jo”.


“Kamu gila ya Ris,, sadar Riska, dia itu bukan laki-laki yang baik buat kamu dan dia bukan laki-laki yang bertanggung jawab buat kamu”.


“Heh bung,, tolong di jaga ya mulutnya, saya memang sering membuat Riska nangis tapi bukan berarti saya pecundang yang tidak punya etika seperti anda, dan saya heran dengan and aini sebenarnya anda siapa sih kok


sampai segitunya pengen Riska ninggalin saya?”.


“Kamu pengen tahu siapa saya?”.


“Ya sebenarnya nggak penting-penting banget sih tapi ya gimana ya”.

__ADS_1


“Saya adalah calon tunangannya Riska”.


“Kalau mau bohong nggak gitu juga kali, bersaing secara sehat bro jangan kayak sam*ah gitu”.


“Aku bicara apa adanya, tapi Riska memang baru penyesuaian sama aku karena kita di jodohkan baru saja satu minggu yang lalu”.


“Nggak mungkin mamahnya Riska jodohin kamu sama dia, karena mamahnya Riska tahu kalau aku masih sama Riska”.


“Mimpi ya kamu, kalau mamahnya Riska tahu kamu masih sama dia pasti dia nggak akan pernah jodohin Riska sama aku karena apa? Karena mamahnya tipe orang yang mengajari anaknya itu sopan santun dan juga mengajari anaknya untuk setia, tidak seperti kamu”.


“Maksud anda apa? Anda menjelekkan mamah saya?”.


“Saya tidak menjelekkan mamah anda tapi dari kelakuan anda yang seperti ini membuat saya yakin bahwa didikan anda di keluarga itu sangatlah kurang ya”.


“Anda boleh hina saya tapi anda jangan menghina mamah saya”.


“Saya tidak menghina kok, saya bicara sesuai dengan kenyataan kenapa anda harus marah?”.


“Ya untuk apa saya marah kan nggak ada gunanya juga, kalau mamah saya memang salah ya saya akuin salah. Saya kan memang orangnya suka gitu nggak memandang siapapun kalau salah ya nggak akan saya bela”.


“Aamiin,,, semoga ya, semoga kamu bisa selalu Amanah menjaga lisan ibumu supaya tidak seperti aku”.


“Iya dong pastinya aku akan selalu jaga lisan mamah aku supaya tidak seperti kamu”.


“Riska sekarang jawab aku, apa benar dia adalah calon suami kamu Ris?”.


Riska terdiam sambil menunduk karena bingung mau jawab apa


“Jawab aku Riska, aku pengen kamu jawab serius, aku nggak akan pernah marahin kamu ko kapa lagi akan ninggalin kamu tapi aku mohon jujur sama aku dia siapa?”.

__ADS_1


“Dia temanku Ed”.


“Kok teman sih Ris. Kamu lupa ya kalau beberapa hari yang lalu aku datang kerumah kamu untuk melamar kamu kan Ris”.


“Tapi aku belum memberikan jawaban kan Jo jadi aku masih belum tahu harus aku jawab iya atau tidak”.


“Tapi mamah kamu sudah OK sama aku Ris,,, beliau sudah setuju dengan hubungan kita bahkan mamah kamu pengen kamu Nikah segera Ris”.


“Nikah segera? Aku masih mau melanjutkan sekolahku di salah satu Universitas di Surakarta solo jawa Tengah, aku tidak mau semua dilakukan secara tergesa-gesa dan satu lagi Jo, aku nggak suka kalau kamu kasar seperti itu aku nggak mau punya suami atau calon yang kasar ke pacarnya”.


“Aku memaksakan apa sih Ris? Dan aku kasar yang kayak gimana coba kamu jelasin ke aku”, ya kamu suka banget bentak-bentak aku karena aku tidak bisa sesuai kemauan kamu, aku berantakan dan aku ceroboh, lelet kamu suka marah-marah kalau aku seperti itu”.


“Itu Namanya marah-marah bukan kasar”.


“Ya kan menurut dia itu kasar tidak hanya dari perbuatan tapi dari perkataan juga bro”.


“Iya Jo, dan Edi tidak pernah melakukan kasar fisik maupun melakukan kasar dengan cara bicara Jo jadi aku nyaman sama dia”.


“Riska inget, di aitu pernah nyakitin kamu dan memintamu untuk pergi jadi plis banget pikirkan lagi untuk itu semua, aku masih mengizinkan kamu kok berteman dan bertemu sama dia asalkan dia tidak membuatmu menangis,


kalau dia sampai membuatmu menangis lagi aku nggak akan pernah memaafkan diriku sendiri dan aku akan menghabisi orang yang melukai kamu”.


“Alah jangan percaya deh Ris, dia itu Cuma modus buat deketin kamu karena kan kamu orangnya rajin, pintar jadi dia tidak akan melepaskan kamu secara Cuma-Cuma”.


“Benar apa yang di katakana Edi karena aku dulu ingin mendapatkan Edi dengan cara seperti ini sampai akhirnya aku nggak kuat karena rasa cemburuku yang sudah tidak bisa terkontrol lagi, apa lagi aku sering sekali memperlakukaknnya dengan buruk”.


“Jadi kamu masih lebih memilih Edi Ris dari pada aku?”.


“Maaf ya Jo aku nggak bisa terima kamu dulu”.

__ADS_1


Jojo yang saat itu galau sedih tak beraturan hanya bisa diam seribu Bahasa.


__ADS_2