TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI

TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI
Lanjut


__ADS_3

Saat itu Edi yang sesekali melirik ke kelasnya Riska mendapati Riska sedang menguping pembicaraannya dengan Nisa jadi dia merasa harus hati-hati dalam berbicara,Edi  sedikit cemas karena dia takut kalau ternyata Riska mendengar percakapannya tadi,tapi kalaupun mendengar kenapa dia tidak langsung melabrakku dan Nisa padahal dia sendiri yang bilang kalau misalkan Nisa ketahuan dekat denganku maka dia akan membenci Nisa bahkan mengancam kalau dia tidak akan lagi menganggap Nisa seperti kakak kandungnya sendiri. Sampai di sini Edi masih merasa heran kenapa dia tetap berdiri di situ padahal jelas-jelas dia melihatku mengobrol dengan Nisa,apakah dia pikir aku sedang ber argumen membahas dia.


Ah sepertinya tidak mungkin karena dia dari tadi tenang-tenang saja dan hanya diam di sana mendengarkan percakapanku dari jauh,kalaupun dia sudah mendengar jelas kata-kataku yang tadi membahas aku mencintai Nisa pasti dia akan marah-marah dan melabrakku.


Edi yang mengetahui keberadaan Riska di balik pintu kelasnya,dia langsung mengkode Nisa bahwa jangan lagi membahas hal  mengenai cinta ataupun rasa yang di ungkapkan Edi untuk Nisa,karena Nisa tidak mengerti kode yang di berikan Edi kemudian dia langsung berbisik menghadap Nisa.


"Nisa lihat aku dan jangan katakan apapun". Ucap Edi berbisik


"Apaan sih,kenapa memangnya?".


"Lihat aku dan jangan pernah katakan apapun,cepat".


Nisa membalikkan badannya kemudian mempertegas pertanyaannya ke Edi".


"Apa sih...".


"Riska perhatikan kita ber dua di balik pintu kelasnya tapi kamu jangan nengok ke sana nanti dia tahu kalau kita mengetahui keberadaan dia di sana".


"Oke deh".


"Lirik aja sedikit jangan langsung nengok".

__ADS_1


"Iya ah bawel banget deh aku juga tahu kok nggak usah ngajari aku". Jawab Nisa menggerutu berbisik


"Nggak usah bahas apa-apa dulu,mendingan kita pura-pura saja bahas dia supaya dia senang hatinya dan tidak berfikiran buruk sama kamu".


"Iya deh iya".


Mereka memulai pembicaraan ulang tetapi tidak membahas tentang rasa yang di pendamnya,mereka langsung membahas Riska.


"Kamu tuh ya Ed jangan Egois harusnya kamu minta maaf sama Riska,kan Riska itu anak baik harusnya kamu itu mendidiknya menjadi lebih baik jangan kok malah menghakimi dia. Dia sebenarnya masih sangat mencintai kamu tapi kamu nggak peka sama perasaan dia, harusnya kamu lebih peka lagi sama dia jangan langsung ambil keputusan sendiri untuk putus. Kalian itu sedang sama-sama emosi,sama-sama sedang mengalami egois yang tinggi".


"Aku sudah sabar juga kok menghadapi dia tapi dia yang tidak pernah bisa mengerti keadaanku".


"Terserah kamu lah Ed aku sudah malas sama kamu,udah malas kasih nasehat ke kamu kalau kamu nggak mau putus baik-baik sama dia ya sudah kalau begitu terserah kamu. Kalau kamu nggak bisa baik sama Riska ya aku juga nggak mau baik sama kamu".


"Ya ada lah,kan kamu tahu kalau aku anggap dia seperti adikku sendiri jadi ya ada kaitannya dengan aku".


"Nggak jelas ya kamu itu,kan urusan kita masing-masing jadi ya jangan di samain dong".


"Ya pokoknya kalau kamu nggak mau maafin Riska ya aku nggak akan pernah mau deket lagi sama kamu".


Nisa beranjak pergi dari hadapan Edi dan menghampiri Riska, dan Riska yang tadinya berdiri di belakang pintu kelasnya langsung bergegas kembali ke tempat duduknya karena dia tahu kalau Nisa akan menghampirinya,Riska yang tadinya sudah tidak menangis jadi pura-pura menangis lagi di hadapan Nisa.

__ADS_1


"Hiks..Hiks". Suara tangisan Riska yang sedang sakit hati


"Riska,kamu jangan sedih ya,maafkan kelakuan Edi yang seperti itu. Pasti dia itu hanya emosi sesaat kok nanti juga bakal baik lagi,kamu sabar ya Ris".


"Kenapa sih Mbak dia kayak gitu sama aku,kan aku juga niatnya baik Mbak menjaga dia dari wanita lain".


"Ya mungkin ada sikap kamu yang membuatnya ilfeel Ris,bisa jadi juga dia marah karena kamu yang sering permalukan dia".


"Ya kan kayak gitu aku nggak sengaja Mbak, namanya juga reflek kan ya memang aku kayak gitu coba Mbak deh pasti juga akan melakukan hal yang sama kayak aku Mbak".


"Tidak segampang itu Ris,kalau kamu mau berbuat apa-apa harusnya kamu pikirkan dulu jangan asal saja karena kamu kan juga sudah besar jadi kalau kamu di posisika seperti Edi juga kamu mungkin nggak akan betah, aku saja kalau di posisika seperti Edi juga nggak betah Ris".


"Mbak tapi aku setiap labrak dia tuh emang nggak sengaja,karena terbakar cemburulah yang mungkin membuat aku jadi lepas kontrol".


"Iya mungkin seperti itu Ris,jadi kamu jangan di ulangi ya,entah nanti kamu kembali sama Edi atau kamu dapat pasangan baru Mbak mohon sifat kamu yang seperti ini di buang jangan di pelihara".


"Tapi aku nggak mau putus Mbak dari Edi,aku masih sayang banget sama Edi Mbak. Mbak tolong bantuin aku buat Edi nggak minta putus dari aku Mbak, tadi kan juga sepertinya Mbak sudah berbicara dengan Edi kalau dia nggak boleh Egois gitu kan? Terus gimana Mbak reaksinya dia apakah dia mau menerimaku lagi atau tidak".


"Maaf Ris aku tadi memang bicara dengan Edi tapi dia masih belum mau untuk kembali sama kamu, dia masih mau sendiri dulu Ris. Aku belum bisa untuk memaksa Edi balikan lagi sama kamu".


"Tolong Mbak aku nggak mau putus dari Edi,, Hiks,,,Hiks". Riska meminta tolong kepada Nisa untuk menyatukan dirinya lagi dengan Edi, dan Riska masih menangis merengek ke Nisa

__ADS_1


"Jangan seperti ini Riska, walaupun kamu nangis kayak gini juga nggak akan bisa mengembalikan semuanya Ris. Kamu harus bisa ngerti juga kalau dia juga butuh ketenangan, butuh privasi, jadi kamu jangan terus berada di sekitar dia karena itu membuat dia nggak nyaman malahan Ris, kamu seharusnya jadi pasangan yang selalu support dia apapun yang dia lakukan, jangan terlalu cemburuan juga sama dia, ya cemburu boleh tapi jangan over protektif gitu kan malah nyakitin diri kamu sendiri".


"Aku sebenarnya juga tidak mau Mbak kalau cemburuan tapi ya mau gimana lagi, aku trauma sama kejadian yang dulu menimpaku dengan masa laluku Mbak. Aku juga sudah pernah cerita sama Mbak kan kalau mantan aku itu gimana? Padahal aku sudah memberi kebebasan tapi malah di sepelekan seperti itu Mbak, jadi aku nggak mau lagi membebaskan pasanganku untuk terlalu dengan dunianya".


__ADS_2