
Riska terdiam sejenak, merenungkan semua yang di katakan Jo tentang dirinya.
"Bagaimana? aku pengen tahu gimana jawaban kamu kalau aku tanya seperti itu, kamu selalu saja meremehkan aku, selalu bilang kalau aku ini jahat, egois, dan aiu nggak pernah mikirin kamu. Kalau memang kamu mau aku cuek, nggak peduli sama kamu juga nggak masalah kok malah dengan senang hati".
"Berarti kamu nggak ikhlas dan nggak tulus sama aku sampai kamu bilang gitu?".
"Loh kan aku selama ini perhatian sama kamu, baik sama kamu, nurutin mau kamu ini itu tapi kamu malah kayak gitu sama aku, dibilang aku nggak perhatianlah, aku nggak bisa ngertiin kamu lah, aku nggak tulus sama kamu lah. Aku lama-lama ya capek juga Ris sama kelakuan kamu yang kayak gini, capeknya itu karena aku seperti tidak berguna di mata kamu dan aku juga tidak bisa menjadi apa yang kamu inginkan".
"Nggak usah baper gitu deh Jo, apaan sih, aku nggak ngomong gitu loh sama kamu jadi nggak usah sok merasa terdzolimi deh".
"Aku nggak merasa terdzolimi, aku cuma merasa kayak apa yang aku lakukan ke kamu itu nggak pernah kamu hargai, nggak pernah ada nilainya gitu, setiap aku lakuin sesuatu pasti kamu selalu bandingkan aku dengan Edi, apa yang Edi kasih buat kamu, gimana perhatian Edi ke kamu.
Riska,,, setiap orang itu punya cara masing-masing untuk membahagiakan pasangannya, termasuk aku. Jadi kamu jangan selalu mengatur orang lain harus begini, harus begitu sesuai keinginan kamu, kalau memang kamu bahagia dengan apa yang selalu di berikan Edi ke kamu, ya nggak mungkin Edi bisa putus dari kamu. Bahkan dia yang mutusin kamu karena nggak tahan dengan sikap kamu yang egois, itu artinya apa yang di lakukan Edi ke kamu juga sama-sama nggak berarti buat kamu, sama-sama nggak bikin kamu puas, masih tetap ada yang kurang, dan mungkin waktu sama Edi kamu juga bandingkan dia dengan orang lain. Aku kasih tahu kamu ya Ris, semua orang itu tidak bisa selalu menuruti keinginan kamu, jika di rasa itu tidak baik ya orang itu nggak akan nurutin kamu, dan kamu juga sebagai perempuan harus bisa menghargai orang lain apalagi laki-laki yang sedang berada di sampingmu saat ini, dia yang udah berusaha mati-matian buat bahagiain kamu, jadi jangan pernah meminta dia melakukan hal yang lebih, yang dia nggak bisa melakukannya. Karena tidak ada orang yang sempurna Ris, kamu juga sebenarnya tidak sempurna tapi kamu tidak pernah menyadari itu, selalu saja orang lain yang kamu tuntut untuk sempurna".
__ADS_1
"Aku tidak menuntut sempurna, aku hanya ingin orang lain merubah sikapnya. Kalau memang semua orang itu masih bertahan dengan sifatnya yang buruk maka tidak akan ada yang mau mendekatinya".
"Apa kamu tidak sadar dengan apa yang kamu ucapkan, hey kamu itu juga sama Riska, kamu memelihara keburukan yang kamu punya dan kamu selalu menuntut orang lain sempurna. Makin lama mereka yang bersamamu tetap tidak akan bisa bertahan, karena mereka tidak mau hidupnya selalu di setir sama kamu, selalu kamu suruh-suruh. Aku juga punya hati Riska, aku berusaha membahagiakan kamu tapi kamu selalu menganggap itu remeh, aku tidak pernah menuntut apapun dari kamu tapi kamu selalu menuntut sesuatu yang tidak mungkin bisa semua orang lakukan".
"Tapi kan aku meminta yang mudah bukan yang sulit, kalau memang kamu tidak bisa melakukannya aku juga bisa terima kok".
"Bisa terima? lalu apa yang membuatmu membandingkan aku dengan masalalu kamu? apa yang membuat kamu selalu saja marah-marah jika apa yang kamu inginkan tidak sesuai dengan apa yang kamu mau?, Riska, tolong ubah sikap kamu, tidak apa-apa kalau kamu tidak menghargai aku dan kamu tidak ingin bersanding denganku, bahkan kamu tidak ingin menjadi istriku tidak apa-apa, tapi tolong kamu rubah sikap kamu supaya orang lain juga nyaman sama kamu tidak hanya kamu yang nyaman, aku tidak tahu lagi harus kasih tahu kamu dengan cara bagaimana lagi tapi semoga tidak lama kamu sadar bahwa apa yang kamu lakukan itu salah".
"Kamu nggak usah ikut campur deh Jo, aku sudah mau sama kamu dan jalan sama kamu itu harusnya kamu beruntung, jangan pernah mengatur hidup aku bagaimanapun itu".
Sekarang aku tanya sama kamu, enak nggak rasanya kalau kamu di atur seperti itu,kamu bisa nerima nggak?".
"Ya nggaklah, aku nggak mau di atur sama orang-orang itu karena aku merasa hidup aku sudah benar kok, apa yang aku lakukan sudah benar jadi tolong ya nggak usah atur hidup aku".
__ADS_1
"Aku nggak ngatur hidup kamu, aku cuma ngasih tahu kamu, aku juga cuma ngarahin kamu aja supaya kamu tidak selalu salah langkah. Riska, kalau kamu tidak mau di atur hidupnya sama orang lain, tolonglah di ubah sikap kamu, walaupun itu tidak untuk aku tidak apa-apa tapi tolonglah kamu masih mau menjalani hidup yang panjang dan circle pertemanan kamu itu harus di perluas jadi di jaga itu kata-katanya, di jaga itu attitude nya. Kalau kamu memang ingin bersikap seperti apa yang selalu kamu lakukan itu ya jangan bersama orang lain dulu, nanti mereka sakit hati dengan kata-kata dan sikap kamu".
"Kamu itu sama aja ya sama Edi, dia selalu saja ceramah nggak jelas kayak gitu buat aku. Kalau memang kamu nggak nyaman sama aku yaudah ngapain kamu masih sama aku? mendingan kamu pergi aja sana cari yang lain, kamu ganteng, kamu kaya, kenapa malah pertahankan cewe be*o kayak aku. Kamu itu bisa mendapatkan lebih dari aku Jo, kenapa kamu malah milih aku yang nggak bisa di atur, bandel, suka merendahkan orang lain, dan juga ceroboh, mendingan kamu pergi cari yang lain saja".
"Kamu pikir bisa dengan mudah melepaskan orang yang kita sayang? sekarang aku tanya sama kamu, apa kamu bahagia ada di sampingku? apa kamu bisa nyaman bersamaku? apa kamu bisa merasa kalau akulah yang bisa sesuai dengan apa yang kamu mau?".
"Apaan sih, pertanyaan kamu tuh nggak mutu tau nggak. Kalau aku bilang aku nggak nyaman pasti kamu akan sakit hati kan? jadi nggak usah sok tanya-tanya deh".
"Berarti kamu memang tidak nyaman denganku ya?".
"Sudahlah ayo kita pergi, kamu itu jangan banyak omong".
Dalam hati Jo "ini cewe kenapa ya, perasaan kemarin nggak kenapa-kenapa tapi kok hari ini bisa jadi begini".
__ADS_1
Mau lanjut nggak? kalau mau, yuk di like dan di share ke teman-teman supaya mereka juga ikut membaca.