
Namaku Nurazizah Khairunniswah Dahlan. Orang-orang sering memanggilku Azizah. Aku seorang pelajar di sebuah sekolah bergensi di kota XX. Saat ini aku masih duduk di kelas XI SMA. Aku merupakan anak seorang Kiai yang masyhur di kota XX.
Abiku bernama Kiai Muhammad Dahlan. Beliau merupakan pemimpin sekaligus pemilik pondok pesantren yang kami tinggali saat ini.
Mungkin kalian berpikir, mengapa aku sekolahnya di sekolah umum bukan di Pesantren? ,Jawabannya adalah karna keegoisan ku dan wujud sifat pembangkanku kepada kedua orang tuaku. Namun, karna mereka sangat menyayangiku sehingga aku bisa bersekolah diluar pesantrem. Meskipun diawali dengan pertengkaran.
Abiku mengizinkanku bersekolah diluar pesantren namun, pergerakanku tetap dibatasi oleh beliau. Aku dilarang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah. dan mereka selalu menyuruhku mengikuti pengajian yang dilaksankan di pesantren setiap sorenya, dan inilah yang paling tidak aku sukai, harus ikut pengajian bersama ibu-ibu dengan pakaian yang menurutku ketinggalan Zaman.
Di pagi hari
"Zizah!"panggil umi dibalik pintu kamarku, namun tidak ada jawaban dariku
"Zizah!"panggilnya lagi
"Iya umI!"sahutku dari dalam kamar seraya membuka pintu
"Kamu sudah shalat nak?"tanyanya
"Belum mi."jawabku
"Astagfirullah nak, ini sudah hampir jam 6 loh, kamu belum shalat."ucap umi heran
"Maaf mi, Zizah baru bangun."ucapku
"Kalau seperti itu, shalat sekarang sebelum waktu subuh habis!"seru umi kepadaku
__ADS_1
"Tidak usahlah mi, kalau Zizah shalat, nanti Zizah terlambat ke sekolahnya."ucapku
"Astagfirullah! Nak! Shalat adalah kewajiban kita sebagai ummat muslim. Jadi, shalat adalah hal yang paling utama harus kita lakukan."ucap umi dengan lembut penuh kasih sayang
"Tapi kan mi, Zizah kalau terlambat ke sekolah nanti di hukum sama pak guru."ucapku manja
"Zizah pilih mana guru yang marah karna Zizah terlambat ke sekolah atau Allah yang marah karna Zizah tidak shalat?"tanya abi yang tiba-tiba datang
"Iya deh! Zizah shalat, selalu saja ancaman itu."ucapku dengan wajah yang masam
"Zizah...!"ucap abi terpotong
"Sudahlah bi, biarkan saja yang penting dia mau shalat, walaupun terpaksa, umi yakim suatu saat nanti akan ada saatnya dia berubah, kita berdoa saja untuk kebaikan putri kita!"ucap umi menenangkan abi yang sedang marah karenaku.
"Iya mi! Terimakasi sudah menenangkan abi, abi jadi makin sayang sama umi."ucap abi seraya memeluk sang istri
"Gombalin istri sendiri halal kali mi."ucap abi
"Sudahlah bi! Jangan godain umi melulu! Umi mau pergi saja masih banyak kerjaan yang lain."ucap umi berlalu pergi meninggalkan sang suami. Abi yang ditinggal sendiri pun berangkat ke pesantren untuk mengajar para santri di kegiatan pagi mereka.
Selesai shalat aku segera bersiap-siap ke sekolah. Setelah siap aku pun berpamitaan kepada umi dan yang lainnya.
"Umi! Zizah berangkat ya!"ucapku
"Kamu tidak sarapan dulu nak?"tanya umi tampa menoleh kepadaku
__ADS_1
"Tidak usah mi, Zizah buru-buru!"ucapku
"Tante! Ada apa dengan muka tante?"tanya keponakanku Anisa
"Muka tante kenapa emang?"tanyaku sambil bercermin dengan HP "perasaan muka tante tidak kenapa-kenapa deh."lanjutku dengan suara biasa-biasa saja
Ku pandangi wajah semua orang yang ada di meja makan yang memandangiku dengan tatapan yang tidak bisa ku artikan
"Kalian kenapa sih? Zizah takut tahu di pelototin seperti itu."ucapku
"Kamu tanya kenapa? Lihat muka sudah seperti ondel-ondel."ucap kak Fatih
"Apaan sih kak, muka cantik gini dibilang seperti ondel-ondel."ucapku menyela
"Cepat kembali ke kamarmu! Bersihkan make up mu itu sebelum ke sekolah!"seru kak Fatih
"Tapi ka...."ucapku terpotong
"Kak tidak menerima bantahan! Cepat bersihkan make up mu atau kak tidak akan mengizinkanmu keluar rumah selama satu pekan!"ucap kak Fatih
"Kok gitu sih kak, umi coba liat kak!"seruku meminta pembelaan
"Sudahlah kepala umi pusing, ikuti sajalah perintah kak mu!"ucap umi berlalu pergi
"Ihhh... Menyebalkan."ucapku berlalu pergi
__ADS_1
Setelah selesai membersihkan wajahku, aku pun berangkat ke sekolah dengan diantar oleh supir karna orang tua ku tidak mengizinkanku untuk mengendarai mobil sendirian. Aku tiba di sekolah pada jam 07:45 dan itu menandakan aku terlambat 15 menit