
Happy Reading ya para Readers
Kediaman ustadz Arif
Ba'da isyah, selesai makan malam Salwa melihat kakaknya sedang memuroja"ah hafalan Al-Qur'an di salah satu gazebo yang ada di taman belakang rumah ustadz Arif. Salwa pun menghampirinya
"Assalammualaikum kak! " ucap Salwa duduk disamping sang kakak
"Waalaikumsalam!" jawab Azzam "Ada apa? " tanya Azzam
"Gak ada sih, emang harus ada sesuatu baru boleh menghampiri kak? Yaudah Salwa pindah deh. " ucap Salwa pura-pura ngambek
"Bukan gitu dek, masa gitu aja ngambek. " ucap Azzam meraih tangan sang adik
"Kak sedang muraja'ah ya? 'Tanya Salwa
"Iyah, hafalan akan tetap bertahan jika sering diulang-ulang. " jawab Azzam
"Kak memang terbaik, Salwa bangga punya kak yang baik, cerdas dan lulusan terbaik Al-azhar Mesir pula. " ucap Salwa
"Ade bisa saja kalau memuji. Atau jangan-jangan adek ada maunya lagi? " ucap Azzam
"Kak souzon deh sama Salwa. " ucap Salwa
"Habisnya adek tiba-tiba muji kak sampai segitunya. " ucap Azzam
"Pasti istri kak kelak akan bangga punya suami seperti kak. " ucap Salwa
"Kak masih banyak kekurangan dek, tapi semoga saja apa yang adek katakan benar. " ucap Azzam
"Salwa berdoa semoga nanti kakak dapat istri yang baik, taat dalam menjalankan perintah Allah. " ucap Salwa
__ADS_1
"Aamiin." jawab Azzam
"Tapi tunggu dulu deh! Kenapa adek tiba-tiba bicara seperti ini? " tanya Azzam
"Gak apa-apa, Salwa hanya sekedar ngominh kok. " ucap salwa
"Benarkan? " tanya Azzam
"Iyah, tapi kalau salwa boleh tau kriteria pasangan yang kak idamkan itu seperti apa? " tanya salwa
Bukannya menjawab kak Azzam hanya diam
"Kak! " panggil salwa
"Kak! Ihh kak ditanya kok malah diam sih. " ucap salwa
"Adek tanya apa tadi? " tanya salwa
"Kriteria wanita untuk pendamping kak sih simpel, yang utama adalah dia taat sama agama, patuh terhadap orang tua dan juga memiliki akhlak yang mulia. " jawab Azzam
"Sangat jauh dari karakter perempuan tadi. " gumam salwa
"Semoga kak menemukan wanita yang kak impikan. " ucap salwa penuh harap
"Tapi, " ucap Azzam terhenti
"Tapi apa kak? " tanya salwa
"Sebenarnya kak menyukai seseorang. " ucap Azzam
"Benarkah? " tanya salwa
__ADS_1
"Iyah. Tapi dia jauh dari kriteria yang kak harapkan. " ucap Azzam
"Maksud kak? " tanya salwa
"Dia seorang anak sekolah, mungkin dia kelas 2 SMA, dia juga tidak menutup aurat tapi dia masih mengerjakan shalat dan suka membantu orang. " ucap Azzam
"Kak sering bertemu dia, ataukah kak sudah berpacaran dengan dia? " tanya salwa
"Kak tidak sering bertemu apalagi pacaran dengan dia, kak bertemu dengan dia satu kali." ucap Azzam
"Terus maksud kak, kak tertarik dengan dia pada pandangan pertama. " ucap salwa
"Bisa dibilang seperti itu, tapi kak masih bingung. " jawab Azzam
"Bingung kenapa kak? " tanya salwa
"Bingung karna perasaan kak, mungkin ini hanya rasa kagum karna sifatnya. Tapi kak sering memikirkannya. " ucap Azzam
"Kak istighfar, itu muslihat syaithan kak, dan kak juga harus tau zinah bukan hanya sekedar melakukan hubungan suami istri dengan yang bukan pasangan halal kita, tetapi memandang, menyentuh bahkan memikirkan seseorang yang bukan mahrom kita juga masuk kategori zinah kak. Jadi jangan lakukan sesuatu yang dapat mendatangkan dosa buat kak. " ucap salwa
"Kak sadar bahwa kak salah, tapi perasaan ini datang dengan sendirinya. " ucap Azzam
"Banyak baca istigfar kak, serta shalat istikharah lah, kalau kak menginginkannya maka lamarlah dia, jangan membuat diri kak jatuh kedalam lembah dosa. " ucap salwa
"InsyaAllah dek, kak akan berusaha menghilangkan perasaan kak terhadapnya. Dan kak minta ya jangan beritahu ke abi ataupun ke umi! " pinta Azzam
"Iyah! Salwa tidak akan memberitau siapa pun. " ucap salwa
Yah yang dimaksud Azzam adalah Azizah yang ditemuinya secara tidak sengaja di masjid beberapa minggu lalu
Jangan lupa tinggalkan jejak ya!
__ADS_1
tetap bantu author dengan memberi Like, saran, koment serta kritikan. karena kritikan kalian sangat berguna bagi author untuk memperbaiki karya nya dikemudian hari.