
"Halo!"ucapnya diseberang sana
"Iyah kak."jawabku
"Bagaimana?" tanyanya
"Bagaimana apanya kak?" tanyaku pura-pura tidak tau
"Maksud kak, kamu bisa diajak jalan hari ini." tanyanya
"Maaf kak aku tidak bisa, soalnya teman-teman aku pada gak bisa kak."
"Yah kok gitu, kita jalan saja tampa kedua teman kamu, tapi kamu tenang saja kita tidak pergi berdua kok, ada kedua sahabatku Reno dan Rio." ucapnya
"Maaf kak zizah tetap tidak bisa."ucapku kekeh
"Kak tunggu di parkiran sekolah ya nanti! Kak akan bujukin kamu sampai mau. Udah dulu ya! Kak ada kelas. Bay, see you." ucapnya memutuskan sambungan telpon
"Ihh... Ni cowok nyebelin bangat sih, sudah dibilangin masih belum nyerah juga." ucapku jengkel
"Jangan ngedumel sendiri gitu, nanti cinta benaran loh baru tau rasa." ucap Mita
"Udah ah, mending aku keperpus ngerjain tugas." ucapku beranjak pergi
"Ehh... Tungguin kita napa sih," ucap Dewi
"Iyah nih, main tinggal aja." ucap Mia menimpali
"Kalian lamban sekali kaya keong di sawah." ucapku
"Zizah!!! "teriak mereka berasamaan
"Apaan sih, ini sekolah bukan hutan." ucapku terus melangkah
Di tempat lain
"Gimana bro? Tahap awal berhasil." tanya Reno
__ADS_1
"Dia nolak ajakan gue." ucap Nando
"Ini sangat menantang bro, baru kali ini gue dengar ada cewek nolak seorang Nando." ucap Reno menyeringai
"Gue gak bakalan nyerah, pokoknya hari ini gue pasti bisa ngajak dia jalan."ucap Nando
"Kamu harus berjuang lebih giat lagi bro, cewek itu beda dari cewek lainnya, yang bisa tergoda hanya dengan ketampanamu." ucap Reno
"Oke bro, nanti lo dan Rio temanin gue ketemu dia, kalau sudah ditempat yang dituju, kalian bisa menjauh dari kita." ucap Nando
"Sip bos, beres mah kalau itu." ucap Reno
Kembali ke zizah dan kedua sahabatnya
Saat sedang fokus ngerjain tugas tiba-tiba Mita kembali membicarakan perihal Nando
"Zah! Jadi, nanti kalian akan jalan nih?" tanya Mita
"Gak tau nih, aku takut jangan sampai ada teman kak Fatih atau teman abi yang liat aku jalan sama cowok jadi berabe deh nanti."jawabku
"Kalau dia tetap maksa, aku akan ajak kalian abi dan kak fatih tidak curiga atau marah."ucapku
"Kenapa juga sih dia ajakin kamu jalan, kenapa gak ngajakin pacarnya aja?" ucap Mita
"Benar juga sih yang dikatakan Mita, jangan sampai dia dekatin kamu hanya untuk dipermainkan."ucap Dewi
"Aku juga gak tau, bahkan aku bingun tiba-tiba dia menghampiri ku." ucapku
"Aneh gak sih menurut kamu Dew?" tanya Mita
"Eneh sih, tapi udalah! Dari pada mikirin kak Nando mending lanjutin kerjain tugasnya!" ucapa Dewi
"Betul tuh. Tumben km bijak Dew,"ucapku
"Bijak salah! Tidak bijak dikomentari! Perasaan aku salah terus deh."ucap Dewi cemberut
"Heheheh!"tawaku dan Mita dan jangan di tanya ekspresi wajah Dewi semakin cemberut
__ADS_1
"Lucu banget sih kamu Dew."ucap Mita masih tertawa
"Udah dong! Kasian ni sahabat kita, entar nangis loh dia."ucapku dengan senyuman
"Ihhh... Kalian sama aja, sama-sama nyebelin!!!"ucap Dewi
"Hehehhe."kami tertawa bersama. Saat tertawa tiba-tiba penjaga perpustakaan menghampiri kami
"Kalau kalian mau ribut mending diluat, ini tempat belajar bukan tempat bergosip."ucap penjaga perpus
"Maaf Pak, kami tidak sengaja."ucapku
"Iyah pak kami tidak sengaja, maaf ya pak!"ucap Dewi
"Sekali lagi kalian ribut bapak suruh keluar!"ucap penjaga perpus lalu melangkah pergi
"Kalian sih pake acara ribut."ucap ku
"Mita tuh yang mulai." ucap Dewi membela diri
"Loh, kok aku?"ucap Mita
"Ya, emang kamu kan."ucap Dewi
"Kamu.'
"Kamu."
"Kamu."
"Kamu."
"Stop! Kenapa jadi berantem? Lanjut kerja tugas gih! Sebentar lagi bel pulang."ucapku melerai
"Iyah kita lanjut."ucap Mita dan Dewi bersamaan
Kamipun menyudahi berbincang kami dan kembali fokus mengerjakan tugas
__ADS_1