
Kiai Dahlan pun keluar dari ruangan dokter menuju ruangan Azizah di rawat
"Apa kata dokter bi?"ucap kak Fatih Khawatir
"Alhamdulillah adek baik-baik saja, hanya saja dia tidak boleh terlalu tertekan dan banyak pikiran."tutur Abi pada kak Fatih
"Alhamdulillah kalau seperti itu, kak minta sama abi jangan bahas masalah tadi malam ke ade dulu ya!"pinta kak Fatih
"Iya, abi tidak akan membahasnya, mari kita masuk!"ucap Abi
"Iya bi."jawab kak Fatih
Didalam ruangan Azizah
"Dek, bangun dong! Udah siang loh ini, ade nanti telat loh, kalau ade bangun kak akan nurutin semua perkataanan adek, kak janji! Adek bangun ya!"seru kak patih sambil mengelus kepalaku
Aku sebenarnya sudah sadar, tetapi aku ingin melihat seberapa khawatir keluargaku saat aku sakit. Sebisa mungkin aku menahan tawa mendengar ucapan kak Fatih dan juga Abi
"Sudah nak, jangan seperti itu! Adek tidak apa apa kok, kita berdoa saja semoga adek cepat sadar!"pinta abi
"Tapi bi, kapan? dari tadi loh adek gak sadar, dek bangun dong!"ucap kak Fatih
Aku masih setia menutup mata dan menahan tawaku sampai aku mendapat bisikan ditelingaku
"Jangan suka kerjain kak mu, dia sudah nangis itu sebagai wujud kasih sayangnya sama kamu."bisik abi di telingaku, aku hanya diam
"Apa yang abi bisikkan kepada adek?"tanya kak Fatih
"Abi bacakan ayat rukiah di telinga ade biar terhindar dari syaithon yang suka iseng."jawab abi sambil tersenyum
"Kalau adek tidak bangun kita tinggal saja di ruangan ini sendirian. tetapi dengar dengar sih tadi malam ada orang yang meninggal di kamar ini."lanjut abi
__ADS_1
"Abi kok bicara seperti itu, kan kasihan adeknya kalau benaran ketempelan hantu gimana? Abi juga yang akan repot."ucap kak Fatih
"itu adalah hal mudah. Ayo keluar biarkan adek mu istirahat!"pinta abi
"Ta...pi bi,"ucap kak Fatih
"Ihh abi nyebelin, kok adek mau di tinggalin sendiri sih,"ucapku dengan membuka mata
"Ohhh jadi adek ngerjain kak! Iya!"Ucap kak Fatih dengan tatapan tajamnya
"Maaf kak, kan..."ucapku terpotong
"Rasakan ini!"ucap kak Fatih sambil mengelitiku
Abi hanya geleng geleng kepala melihat tingkah kami
"Ampun kak! Adek kan sudah minta maaf."ucapku
"Kok kak gitu amat sih, kan tadi udah janji."ucapku
"Janjinya batal."ucap kak Fatih masih ketus
"Sudah, sudah! Kenapa jadi ribut, adek istirahatlah nanti sore sudah bisa pulang dan kamu kak pulang saja! Biar abi yang jaga adek di sini!"seru abi
"Tapi bi biar ka...,"ucap kak Fatih terpotong
"Abi tidak menerima bantahan."ucap abi tegas
"Baik abi, kak pulang, dek kak pulang dulu ya! Nanti sore kak jemput untuk pulang.
"Assalamualaikum abi." ucap kak Fatih pamit sambil menyalami tangan abi
__ADS_1
"Waalaikumsalam."jawabku dan abi
Saat kak Fatih keluar ruang rawatku, tinggallah aku berdua dengan abi. Aku melihat wajah abiku yang tampak sedih akan kondisiku
"Abi! Kok abi sedih sih?"tanyaku
"Abi tidak apa-apa kok sayang."jawab abi sambil tersenyum
"Abi bohong kan? Bohongkan dosa bi, abi suka bilang sama adek, dek jangan suka berbohong karna berbohong meruapakan perbutan buruk."ucapku dan abi hanya tersenyum
"Pintarnya anak abi, maafkan abi ya sayang! Gara-gara abi kamu sampai terbaring di ranjang rumah sakit ini."ucap abi dengan mata berkaca-kaca
"Abi kenapa minta maaf, inj bukan salah abi, mungkin sudah menjadi takdir ade harus di rumah sakit hari ini."ucapku sambil tersenyum
"Tapi sayang abi yang ber...." ucap abi terpotong
"Udah ya bi, adek tidak apa-apa kok, ade udah sehat, abi jangan sedih ya! Ade tidak ingin liat abi sedih."ucapku
"Iyh sayang! Abi tidak sedih lagi, tapi ade harus istirahat biar cepat pulih dan kembali beraktifitas."ucap abi
"Iyh abi, adek akan istirahat.'
"Iyh sayang, selamat istirahat bidadari kecil abi."ucap abi sambil mencium kening ku
"Ihhh abi. Ade itu udah besar
tidak kecil lagi, kenapa abi masih berkata adek ini bidadari kecil abi?" tanyaku kesal
"Apapun itu sayang, dimata abi kamu tetap bidadari kecil abi, sudahlah adek istirahat abi tunggu di sofa."ujar abi
"Oke abiku sayang." ucapku lalu memejamkan mata.
__ADS_1