Takdir Cinta Azizah

Takdir Cinta Azizah
Part 66


__ADS_3

Akupun melangkah menuju gerbang panti asuhan.


"Kok sepi sih, apa mereka tidak ada? " tanyaku


Tok.... Tok.... Tookkk.... "


"Bunda ini zizah datang. " ucapku sambil mengetuk pintu


"Kok gak ada sahutan sih? "


"Eh ada nak zizah, nyari bunda Hasna ya? " ucap salah seorang warga


"Iyah bu, tapi seperti nya bunda tidak ada. " ucapku


"Mereka tadi pergi untuk berjalan-jalan nak. "


"Kemana ya bu? "


"Kalau tidak salah ke kebun binatang nak. "


"Gitu ya bu, mereka lama gak ya perginya?"


"Mungkin setelah zuhur mereka kembali. "


Aku melirik jam yang melingkar di tanganku yang menunjukkan pukul 09:10


"Berarti masi lama. "


"Iyah nak!"


"Kalau begitu saya permisi nak. " ucap Ibu itu berpamitan


"Iyah bu, terimakasi infonya. "


"Sama-sama nak, assalamu'alaikum. "

__ADS_1


"Waalaikumsalam."


"Aku harus ngapain ini? Gak mungkin kan aku harus pulang, mana udah janjian sama mereka lagi. " ucapku cemas


Sambil berpikir aku memilih duduk di salah satu ayunan yang terletak di halaman samping panti asuhan, ayunan yang menjadi tempat bermain anak anak panti.


Lama aku menunggu hingga jam menunjukkan pukul 09:40


"Mereka mana sih?" ucapku


Tidak lama setelah itu kulihat mobil Dewi terparkir di pelataran panti


"Woi, ngapain main ayunan disitu? " tanya Mita saat turun dari mobil


"Iyah nih, biasanya juga langsung masuk. " ucap Dewi melangkah kearah pintu


"Loh kok gak bisa sih? " ucapnya


"Pintunya gak akan kebuka meskipun kamu usaha seperti itu." ucapku menghampiri mereka


"Ya karna pintunya kekunci, bunda lagi tidak ada disini. Mereka keluar refresing ke kebun binatang. "Jawabku


"Terus kenapa kamu ajakan kita sih zah. " ucap Dewi kesal


"Iyah, kami udah buru-buru tadi tau taunya kosong. " ucap Mita


"Ya maaf, kan tadi aku juga tidak tau kelau mereka pergi. Tapi tadi pas aku baru sampai ada ibu ibu ngasi tau ke aku kalau mereka pergi. " jelasku


"Terus kita ngapain nih? " tanya Dewi


"Bagaimana kalau kita ke taman kota aja? " ucap Mita memberi saran


"Tidak terlalu buruk, baiklah. Kita ke taman kota. " ucapku


"Oke deh. " ucap mereka

__ADS_1


"Tapi aku ikut mobil kalian ya. " pintaku


"Siap bu bos. " ucap mereka kompak


Kami pun melajukan mobil kearah taman kota. saat di perjalanan ponsel ku berdering


Dert... Dert... Dert....


Ponsel ku berdering. Aku pun mengambilnya dari dalam tas, kulihat nama yang tertera di layar ponsel ku tertulis nama Nando


"Ngapain sih dia nelpon? " gumamku


"Kenapa gak diangkat zah? " tanya Dewi


"Gak penting kok. " jawabku


"Apa itu telpon dari orang rumahmu? " tanya Mita


"Bukan kok. " jawabku


"Lalu siapa yang telpon,? "


"Itu, kak Nando. " ucapku


"What? " ucap Dewi ngerem mobil secara mendadak.


"Astaga Dew, kamu mau bunuh kita ya? " ucap Mita


"Ya maaf, gak sengaja habisnya kaget dengar ucapan zizah. " ucap Dewi kembali menjalankan mobil


"Kamu sudah jadian sama dia zah? " tanya Mita


"Belum sih, tapi? " ucapku terpotong


"Tapi apa zah? " tanya Dewi

__ADS_1


"Dia maksa aku untuk nerima dia. " ucapku


__ADS_2