Takdir Cinta Azizah

Takdir Cinta Azizah
Part 52


__ADS_3

Keesokan harinya


"Nak, jam berapa berangkat ke bandaranya? " tanya umi saat kami telah selesai sarapan


"Pesawat kami jam sembilan pagi mi! "Jawab kak Fatih


"Nak, nanti disana jagain adikmu. Jangan hanya sibuk urusin kerjaan! " pinta abi


"Tenang aja bi, InsyaAllah kak akan menjaga adek. " jawab kak Fatih


"Nanti disana adek bisakan jalan-jalan? " tanyaku


"Ya bisalah asalkan kak tidak sibuk. " ucap kak Fatih


"Barang-barang kak sudah dipersiapkan? "Tanya umi


"Sudah kok mi, semuanya sudah beres. " jawab kak fatih


"Alhamdulillah kalau begitu. " ucap abi.


"Kalau begitu abi tidak bisa mengantarkan kalian kebandara. " ucap abi


"Kenapa? " tanyaku barengan dengan kak Fatih


"Abi ada urusan di pondok ustadz Arif. " jawab abi


"Tidak masalah kok bi. " ucap kak Fatih


"Kalau abi tidak ikut, umi juga tidak ikut dong. " ucap umi


"Tidak apa-apa umi. Kan kak ditemani adek jadi ada temannya deh." ucap kak Fatih


"Yasudah kalian siap-siap gih, nanti telat loh. " ucap umi


"Iyah, abi juga ingin bersiap-siap. " ucap abi beranjak

__ADS_1


"Siap umi ku sayang. " ucapku berlalu pergi


"Umi bantuin abi bersiap ya! " pinta abi pada umi dengan mesra


"Ihh gak usah mesra-mesraan deh. " ucap kak Fatih berlalu pergi


"Iri aja kamu nak. " ucap abi tersenyum. Abi memang sengaja untuk menggoda kak Fatih karna kak Fatih akan jengkel jika abi sudah seperti itu


"Udah bi! Jangan suka jahilin anak sendiri. " ucap umi


"Masa anak orang yang abi akan jahili. Umi gimana sih? " ucap abi menyela


"Terserah abilah! Umi mau kekamar. " ucap umi berlalu


"Hei! Tunggu abi! Masa gitu aja ngambek. " ucap abi menyusul umi


Setelah jam sembilan aku dan kak Fatih menuju ke bandara


Di bandara


"Maaf! Saya tidak sengaja. " ucap orang yang menabrak kak Fatih


Saat mendengar suara yang tak asing ditelingaku aku menoleh kearah nya. Alangkah kagetnya diriku, mengapa setiap tempat yang aku datangi selalu ada cowok rese ini. Ya, yang menabrak kak Fatih adalah Azzam


"Orang ini lagi. " gumamku


"Apakah aku benar berjodoh dengan orang ini, kenapa kami sering dipertemukan. " gumam Azzam


Kak Fatih yang ditabrak kembali menegakkan badannya dan hendak menerima uluran tangan Azzam, saat mereka bertatapan aku mengira kak Fatih akan marah, namun mereka malah berpelukan


"Akhi Fatih!" ucap Azzam


"Iyah ini saya, lama tak bertemu akhi Azzam. " ucap kak Fatih


"Ini siapanya akhi? Istrinya ya? " tanya Azzam

__ADS_1


"Semoga bukan. " gumamnya


"Ohh ini," ucap kak Fatih menunjukku. "Dia adikku "lanjut kak Fatih


"Alhamdulillah." gummanya


"Akhi ingin ke Mesir? " tanya Azzam


"Iyah ada urusan pekerjaan dan adikku ingin ikut sekalian jalan-jalan." ucap kak Fatih


"Kebutuhan ya, saya juga ingin ke Mesir. " ucapnya


"Tujuan kita sama, kalau gitu kita Ceking tiketnya barengan aja. " ucap kak Fatih


"Bisa juga. " ucap nya menantapku


"Adek kenapa? " tanya kak Fatih


"Tidak apa-apa kok kak. " jawabku


"Akhi tidak ingin memperkenalkan adik akhi kepada ana? " tanya nya


"Astagfirullah, afwan ana lupa akhi. " ucap kak Fatih


"Tidak masalah. Nama saya Azzam ukhty. " ucapnya memperkenalkan diri dengan menyatukan tangan di depan dadanya seperti cara kak Fatih dan abi saat bersalaman dengan yang bukan mahrom


"Azizah." jawabku cuek


"Yasudah kita Ceking dulu. Adek tunggu disini aja. " ucap kak Fatih pergi bersama temannya .


Setelah menunggu kamar akhirnya kami pun memasuki pesawat. Hal paling menjengkelkan adalah mengapa secara kebetulan aku harus dapat tempat duduk yang bersebelahan dengannya.


"Aduh kenapa dia sih yang disamping aku. " gumamku


"Pesawat akan segera lepas landas diharapkan kepada penumpang agar meninakhtigkan henfonnya. " ucap pramugari. Pesawat pun berangkat.

__ADS_1


__ADS_2