
Disekolah
Saat tiba di sekolah aku hanya duduk didalam kelas karna malas untuk keluar terlebih lagi jika harus bertemu dengan kak Nando.
"Wow, mimpi apa semalam seorang Azizah datang sepagi ini kesekolah." ucap Dewi
"Malahan ada masalah lagi dengan orang rumahnya." ucap Mita
"Bisa diam gak sih kalian berdua." ucapku memukul meja
"Kamu kenapa zah? Gak biasanya kamu gini deh? " ucap Dewi
"Iyah biasanya kalau kamu ada masalah sama orang rumah, kami tidak pernah kena imbas amarah mu deh. Kok sekarang beda." ucap Mita
"Maaf, aku gak sengaja membentak kalian. Aku lagi ousing. Ingin aku lari dari masalah ini tapi abiku tidak mengizinkan
"Masalah apa zah? " ucap Dewi
"Kamu berbagi saja kepada kita zah! Kita sudah lama bersahabat, maka sudah sepatutnya kamu membagi masalah kamu kepada kami." ucap Mita
"Aku pusing Dew, Mit. " ucapku
"Bingung karna apa? " ucap Dewi
"Sepertinya masalahnya besar deh." ucap Mita
"Iyah Mit, masalah ini mempertaruhkan nama keluarga dan pondok pesantren abiku." ucapku
"Maksudnya? " tanya Dewi
__ADS_1
"Kamu tidak sedang hamil kan zah? " tanya Mita
"Apaan sih Mit, kamu itu suka bangat asal kalau ngomong." ucap Dewi menyentil keningku
"Awww...., apa sih Dewi, sakit tau. "Keluh Mita memegangi keningnya
"Habisnya kamu ngomongnya asal." ucap Dewi
"Kan aku hanya menanggapi perkataan zizah tadi." ucap Mita membela diri
"Maksud kamu apa zah? Masalah yang mempertaruhkan nama baik keluarga serta pondok pesantren milik abimu? " tanya Dewi penasaran
"Tentang kejadian kemarin di cafe bersama kak Nando." ucap ku lirih
"What! Abimu dan kak mu tau kejadian kemarin? " ucap Mita sedikit berteriak
"Apasih Mit, pecah nih gendang telinga kita dengar teriakan mu. " ucap Dewi memegang kedua telinganya
"Abi dan kak fatih tidak tau." ucap ku
"Terus? " ucap mereka berdua
"Kenapa kamu pusing jika mereka tidak tau? " ucap Dewi
"Bagaimana aku tidak pusing jika kak Nando mengancam akan mempublikasikan vidio kejadian kemarin ke publik jika aku tidak menerima pernyataan cintanya. " ucapku prustasi
"What! " ucap mereka berdua
"Sampai segitunya kak Nando menginginkan kamu." ucap Dewi
__ADS_1
"Terima aja zah! Lagian kak Nando ganteng kok ditambah lagi dia orang kaya." ucap Mita
"Apasih Mit, itu bukan solusi tau gak." ucap Dewi
"Jadi kamu akan berbuat apa? " tanya Dewi
"Aku juga tidak tau. Aku pusing." ucapku membuat nafas kasar
"Kalau aku menerimanya bagaimana jika suatu saat abi dan kak ku tau. Tapi kalau aku tidak menerimanya vidio itu akan kesebar." ucapku
"Ini pilihan yang sulit zah. " ucap Mita
"Menurut kamu Dew aku harus apa?" tanyaku pada Dewi
"Aku juga bingung zah, tetapi kalau kamu menerimanya resiko nya lebih kecil dibandingkan kamu menolak." ucap Dewi
"Betul yang dikatakan Dewi zah, kalau kamu menerima dan suatu saat ketahuan maka hanya kamu dan keluargamu yang tau masalah itu. Namun jika kamu menolak maka seluruh orang akan tau semua ini." ucap Mita
"Jadi aku harus menerimanya? " tanya ku
"Kalau aku sih Iyah zah. " ucap Mita
"Aku juga Iyah zah, tapi kembali lagi ke kamunya." ucap Dewi
"Aku disuru kasi jawaban dalam jangka waktu tiga hari. Tapi aku ingin menenangkan pikiran ku dulu dengan berlibur, semoga abi dan umiku memberi izin untuk ikut kak fatih ke Mesir " ucapku
"Semoga aja zah, kami selalu mendukung kamu kok." ucap Dewi memelukku
"Kita akan selalu ada untuk kamu zah." ucap Mita menimpali dan juga memelukku
__ADS_1
Akhirnya terjadilah adegan saling memeluk bagaikan teletabis.
Selang beberapa menit bel masuk pun berbunyi. Kami pun memulai pelajaran dengan tenang