
...Happy Reading ❤❤...
Di Indonesia
Kediaman kiai Dahlan
"Mi! " panggil abi
"Iyah bi! " jawab umi
"Besok anaknya ustadz Arif akan mulai tinggal disini. Tolong di bersihin kamar tamu ya! " ucap abi
"Loh kok gak satu kamar aja sama zizah? " tanya umi
"Adek belum datang jadi jangan sampai dia marah kalau ada orang lain dikamarnya. " ucap abi
"Iyah bi, nanti umi suru mbok iyem bersihin. " ucap umi
"Iyah mi. " ucap abi
"Mi, Anak-anak ada menghubungi umi? " tanya abi
"Ada kok bi, pas mereka baru nyampe. Itupun umi yang telpon. Mereka melupakan kita saat bersenang senang. Umi jadi kangen adek. " ucap umi
"Anggap aja latihan ditinggal anak mi. " ucap abi
"Abi ini ada ada saja. Udah sana katanya mau keluar. " ucap umi
"Astaghfirullah, abi lupa. " ucap abi
"Maklum faktor umur sudah tua. " ucap umi
"Tua tua gini tapi masi tetap ganteng kan. " ucap abi menggoda
"Apa sih bi, udah sana! " ucap umi tersipu malu
"Ihh pake malu malu segala. Abi jadi gak pengen pergi, mending dikamar aja berduaan dengan umi, apalagi situasi mendukung seperti saat ini. " ucap abi menggoda
"Ihh abi dari tadi godain umi terus. Ingat bi umur udah tua. " ucap umi
"Gak apa tua yang penting masih kuat. " ucap abi
"Udah deh, mending abi pergi gih! Godain umi mulu dari tadi. " ucap umi
"Jadi ngusir nih, istri durhaka kamu nih. " ucap abi bercanda
"Astagfirullah abi, umi jengkel deh sama abi. " ucap umi mencubit pinggang abi sangking jengkelnya
"Awh...awwhh. . " keluh abi "sakit tau mi. " lanjutnya
__ADS_1
"Rasaian." ucap umi
"Ya sudah dari pada disini sama istri yang galak mending cari istri baru enak kali ya. " ucap abi bergegas keluar rumah
"Awas aja kalau berani. Umi gorok tu leher. " ucap umi, namun abi tak menghiraukannya
Ya begitulah abi dan umiku meskipun usianya tidak muda lagi tapi keharminisan rumah tangganya mengalahi anak muda saat ini.
Kediaman ustadz Arif
"Nak! Semua kebutuhan kamu sudah cukup, atau masih ada yang kurang? " tanya umi
"Sudah cukup kok mi, lagian nanti kan disana ada juga yang jual segala kebutuhan. " ucap salwa
"Umi dan abi pasti merindukan dan akan merasa kesepian tidak ada kamu dirumah. " ucap umi sedih
"Ini kan kemauan umi, jadi umi jangan sedih dong. " ucap salwa
"Semoga yang umi dan abi harapkan dapat terjadi ya! " ucap umi penuh harap
"Aamiin." ucapku
"Tapi kak Azzam kapan pulang nya mi? " tanyaku
"Mungkin lusa nak, dan kalau kak sudah pulang dia juga akan langsung kesana. " ucap umi
"Kedua bidadari abi lagi apa nih? Tapi sepertinya sedang sedih sedihan. " ucap ustadz Arif
"Abi, "panggil salwa memeluk sang ayah
"Loh kenapa jadi manja? " tanya ustadz Arif heran
"Besok kan gak bisa manja manja lagi bi. " ucap salwa
"Jangan bicara seperti itu dong nak, kaya gak akan kembali ke rumah aja. " ucap umi sifa
"Ohh Iyah besok anak abi sudah ke pondok ya. " ucap ustadz Arif
"Makanya itu adek mau manja manjaan sama abi dan juga umi." ucapku memeluk keduanya
"Bagaimana kalau kita jalan jalan hari ini. Atau kita makan malam diluar nanti malam? " ucap ustadz Arif menawarkan
"Tapi bi? Kak kan gak ada disini. " ucapku
"Kan bisa vidio col sama kak nanti. " ucap umi sifa
"Nah itu ide umi bagus. " ucap ustadz Arif memuji sang istri
"Oke deh, adek mau asalkan kita jalan jalan bareng. " ucap salwa
__ADS_1
"Iyah sayang. " ucap ustadz Arif
"Adek sayang sama abi dan juga umi. " ucap salwa memeluk kedua orang tuanya
"Umi dan abi jauh lebih menyayangi mu sayang. " ucap umi
"Yang dikatakan umi benar nak, abi sangat menyayangimu. Maafkan abi yang sudah memaksakan kehendak abi atas semuanya.
"Adek ikhlas kok bi, tapi. " ucap salwa terpotong
"Tapi apa sayang. " ucap umi sifa
"Adek tidak setuju jika perempuan itu yang akan mendampingi kak. " ucap salwa
"Kenapa sayang? " tanya ustadz Arif
"Kak orang baik bi, sedang perempuan itu, berakhlak saja tidak. " ucap salwa
"Nak kita tidak boleh menilai orang dari luarnya, kamu hanya bertemu sekali dengannya, lantas kamu tidak bisa menyimpulkan kalau dia buruk hanya karena pertemuan awal kalian. " ucap umi sifa
"Iyah nak, abi setuju dengan umi. " ucap ustadz Arif
"Tapi pertemuan awal ku dengannya sudah membuat kesan yang buruk bi, mi. " ucap salwa
"Oke abi tidak ingin berdebat, biar kak yang menentukan nantinya, lagi pula nanti kalian akan tinggal serumah dan kalian akan semakin dekat dan semoga penilaian kamu terhadap dirinya bisa berubah. " ucap ustadz Arif
"Terserah abi lah. " ucap salwa
"Gak boleh gitu dong nak. " ucap umi
"Iyah umi, maaf! " ucap salwa
"Jadi gimana ini jalan jalannya, jadi gak? " tanya
"Ya jadi dong, tapi malam aja deh. Kan biar ada kak. " ucap salwa
"Baiklah kalau begitu umi mau ngajar dulu. " ucap umi hendak beranjak
"Iyah hati hati sayang. Jaga mata ya! " pinta ustadz Arif
"Ihh abi, umi sudah tua, siapa juga yang mau sama umi ini. " ucap umi sifa
"Iyah nih abi ada-ada aja. " ucap salwa tersenyum
"Biar tua tapi tetap cantik. " ucap ustadz Arif
"Ya sudah umi berangkat ya! Assalamu'alaikum! " ucap umi sifa berpamitan
"Waalaikumsalam! " jawab salwa dan ustadz Arif bersamaan
__ADS_1