
Beberapa hari setelah aku keluar dari rumah sakit
"Abi ade sudah bisa masuk sekolah kembali?"tanya ku
"Boleh, tapi ingat jaga kesehatan!"ucap abi
"Terimakasi abiku sayang."ucap ku memeluk abi
"Iyh sayang, adek istirahat ya! Besokkan sekolah."ucap abi
"Iyh abi."ucapku beranjak pergi
Saat aku sudah di kamar umi menghampiri abi yang sedang duduk di ruang keluarga
"Bi! Tehnya!"ucap umi
"Hmm."
"Abi lagi mikirin apa?"tanya umi
"Abi lagi mikirin ustadz Arif yang meminta anak gadis kita untuk dijadikannya sebagai menantu."ucap abi
"Bi! Umi senang dengan keinginan ustadz Arif ini sebuah anungrah bagi kita, karena beliau yang meminta, tetapi kembali lagi kepada Zizah bi, umi tidak ingin membuat dia terbebani, umi takut dia kenapa-kenapa. Tidak ada hal yang lebih penting dari kebahagian anak umi."ucap umi
"Abi juga berpikir hal yang sama dengan umi, tapi bagaimana cara mengatakannya kepada beliau, abi yakin zizah tidak akan mau di jodohkan apalagi dia juga masih sekolah."ucap abi
__ADS_1
"Saran umi, jangan karna abi tidak enak hati sama beliau abi membuat anak kita tidak bahagia. Beritahu beliau bahwa abi tidak ingin memaksa kehendak atas anak-anak abi, kalau beliau tetap ingin menjadikan zizah jadi menantunya minta anaknya melakukan pendekatan kepada anak kita bi."ucap umi
"Bagaimana caranya mereka mau dekat. Ketemu saja belun pernah."ucap abi
"Iyh juga sih. Tapi kan bi, jodohkan tidak akan kemana. Doakan saja yang terbaik untuk anak kita!"ucap umi
"Aamiin."ucap abi seraya meminum teh yang dibawah oleh umi
"Bi! Bukannya anaknya Ustadz Arif temannya fatih saat di mesir?"tanya umi
"Abi kurang tau kalau mereka berteman."jawab abi
"Gitu ya, umi kira abi tahu."ucap umi
"Abi tidak tahu istriku yang cantik."ucap abi sambil memeluk sang istri yang duduk disampingnya
"Peluk istri sendiri bukan dosa loh sayang, justru ini ladang pahala serta dapat menggugurkan dosa-dosa, abi rasa umi lebih paham akan hal itu."ucap abi masih dalam posisi
yang sama memeluk sang istri
"Umi tidak bilang ini dosa bi, hanya saja nanti ada yang lihat, tidak baik mengumbar kemesraan didepan umum."ucap umi
"Kan ini bukan di tempat umum, ini didalam rumah kita sendiri sayang."jawab abi
"Tetap aja bi, bagaimana kalau mbok iyem lihat atau anak anak liat, kan malu."ucap umi
__ADS_1
"Udah tua juga, kenapa masti malu sih?"tanya abi
"Abi!! Sejak kapan malu mengenal usia."ucap umi kesa
l
"Yasudah, ayo kekamar kita buat adik untuk zizah, kan umi malu kalau disini."ucap ab
i
"Abi ini, sudah tua masih saja begitu."ucap umi berlalu pergi
"Eh mau kemana? Tungguin abi, tadi aja pura-pura nolak, eh sekaramg dia yang cepat-cepat ke kamar."ucap abi sambil menyusul umi
Saat tiba di depan kamar abi berusaha membuka pintu kamar namun tidak bisa
"Kenapa tidak bisa di buka sih?"tanya abi
"Mi... Umi didalam? Buka pintunya dong! Abi ingin tidur juga."ucap abi
"Tidak. Abi silahkan tidur diluar malam ini."ucap umi
"Astagfirullah, tidak bisa begitu dong umi, bagaimana bisa abi tidur tampa memeluk umi?"ucap abi masih berusaha membujuk
"Peluk saja bantal yang ada di ruang keluarga itu."ucap umi
__ADS_1
"Umi tega sama abi?"ucap abi lagi, namun tidak ada sahutan dari dalam
Dengan terpaksa abi harus mau tidur di ruang keluarga dikarenakan istrinya lagi ngambek.