
Setelah aku pergi ke Sekolah abi dan umi serta kak fatih berbuncang-bincang
"Bi bagaimana kelanjutan perjodohan antara Zizah dan Azzam anak kiai Arif ?"
"Abi juga bingung nak, abi dan beliau sahabat sejak kecil dan abi juga sangat mengenal anaknya, tetapi melihat kondisi adikmu abi tidak ingin mengambil resiko nak." ucap abi dengan raut wajah sedih
"Saran umi jangan paksakan Zizah untuk menerima perjodohan ini, tetapi kalian bisa mendekatkan mereka, bukankah nak Azzam akan membina di pondok kita ini?" ucap umi
"Azzam akan mengajar di pondok kita mi. Namun, bagaimana mereka bisa dekat jika anak kita tidak ingin sekolah di sini?"ucap abi
"Abi! bukanlah kiai Arif memiliki anak perempuan yang ingin sekolah disini, usianya sama dengan adek? Jika dia sekolah disini, buat dia tinggal di rumah kita ini, dengan begitu Azzam akan sering ke rumah ini dan bisa mengajarkan Zizah akan ilmu agama, " ucap kak fatih "dengan begitu mereka akan dekat bi, umi. " ucap kak fatih antusias
"Yang dikatakan Fatih benar bi, akan lebih baik seperti itu, jangan batalkan perjodohan ini dan jangan juga katakan ke Zizah biarlah waktu yang mempersatukan mereka. "ucap umi.
"Abi akan coba membicakannya dengan kiai Arif semoga beliau bisa memahami kita." ucap abi
"Bi! Kenapa bukan kakak yang di jodohkan dengan anak kiai Arif , umi pernah bertemu dengan dia, anaknya ramah, sopan apalagi memiliki wajah yang cantik diatas rata-rata." ucap umi melirik kak fatih dengan senyuman
"Apa sih mi, ini bukan zaman siti Nurbaya lagi." ucap kak fatih dengan wajah merah menahan malu
"Kalau kakak mau abi bisa membicarakannya nanti."ucap abi
"Apa-apan ini, Fatih tidak mau dijodohkan, biarlah kak cari cinta kak sendiri tampa yang namanya perjodohan." ucap kak fatih beranjak dari tempat duduknya dan melangkah pergi
__ADS_1
"Nak kamu mau kemana? " tanya umi
"Keluar cari tulang rusuk, biar tidak dijodohkan lagi."jawab kak fatih
"Anak abi itu ada-ada saja tingkahnya." ucap umi tersenyum
"Abi juga berangkat! " ucap abi seraya beranjak dari tempat duduknya.
"Abi mau kemana?"tanya umi
"Mencari tambahan makmun, biar umi ada temannya."ucap abi bercanda
"Ohh...."ucap umi yang belum sadar akan ucapan abi
"Apa tadi katanya? Mencari tambahan makmun? Itu berarti abi ingin menikah lagi." ucap umib "Abi....! Awas kamu bi, jika berani macam-macam umi sunat dua kali, " ucap umi berteriak. Sedangkan abi hanya tersenyum mendengar ocehan umi
"Tidak usah ada teman."ucap umi ketus "bersihkan meja ya mbok! Saya mau ke madrasah dulu." ucap umi
"Iyah umi."jawab mbok iyem
"Assalamualaikum mbok!" ucap umi melangkah keluar rumah
"Waalaikumsalam, semoga keluarga ini selalu diamugrahi kebaikan oleh Allah. Aamiin!!!"gumam mbok iyem
__ADS_1
Di sekolah
Saat aku berjalan ke kantin bersama Mita dan Demi tiba-tiba ada yang memanggil namaku
"Azizah!" panggil orang tersebut
"Iyah kak,"ucapku
"Bisa kita bicara berdua sebentar!"pinta orang tersebut
"Tapi kak Zizah la...." ucap Zizah dipotong oleh Dewi
"Udah Zah, kalian bicara saja dulu! Kami tunggu di kantin. " ucap mita
"Ayo! Sebentar saja." ucapnya menarik tanganku
Deg
"Ada apa dengan jantungku, serasa mau copot saja hanya dengan digenggam olehnya, atau aku tiba-tiba kena serangan jantung ya." gumam ku. Seolah sadar kalau dari tadi tanganku digenggam akupun berhenti melangkah
"Kenapa berhenti?" tanyanya
"Maaf kak, bisa tangan Zizah dilepas, zizah malu diliatin orang banyak." ucapku menunduk
__ADS_1
"Ohh Iyah, maaf ya kak tidak sengaja!" ucapnya
Kamipun melanjutkan langkah menuju taman sekolah.