
Saat Aisyah sudah pergi kak Fatih mengajakku untuk berbicara
"Dek! " panggil kak Fatih yang sedang duduk di atas tempat tidur menghadap ke arah ku
"Iyah kak. " ucapku menoleh
"Adek marah lagi kah kepada abi? " tanya kak Fatih
"Gak kok. " ucap ku bohong
"Adek tidak lagi bohong kan? " tanya kak Fatih
"Emang kenapa kak tanya seperti itu? " bukannya menjawab aku malah bertanya balik
"Abi cerita sam kak. " lanjut ku
"Gak sih, tapi abi sepertinya sedih. Kalau bukan masalah dengan ade terus apa? Pondok juga sedang tidak ada masalah. " ucap kak Fatih
"Ya mana Zizah tau. " ucapku
"Tadi sore juga abi nagis di ruang tamu bersama umi. " ucap kak Fatih
"Nangis kenapa? " tanyaku pura-pura tidak tau, pastilah abi sedih karna ulahku tadi sore di hadapan tamu abi
"Abi juga tidak tau. *ucap kak Fatih
__ADS_1
"Zizah juga tidak tau kalau gitu. " ucapku
"Adek tidak kasihan dengan abi? " tanya kak Fatih
"Maksud kak? " tanyanya
"Selama ini abi sangat sayang sama ade, apa yang adek minta pasti abi turuti. Kasihsayang abi kepada ade lebih besar dari pada kepada kak dan kak Anisah, tidak bisakah adek menuruti perkataan abi," ucap kak Fatih
"Kenapa hidup zizah harus diatur kak, bukankah setiap orang punya hak atas hidupnya sendiri. " ucapku
"Kenapa abi mengatur hidup kita, karena abi sayang sama kita, abi tidak ingin kita terjerumus dalam kesalahan, karna itu abi mengatur kita, membatasi pergerakan kita. " ucap kak Fatih
"Tapi zizah tidak suka seperti itu kak. " ucap ku
"Bukan gitu juga sih kak. " ucapku
"Lalu? " tanya kak Fatih
"Zizah tidak suka ditekan kak, " ucapku
"Kak sudah tau kejadian tadi sore, kak sudah lihat di CCTV. " ucap kak Fatih
"Kalau kak tau kenapa masi tanya? " tanyaku
"Kak hanya ingin mendengar dari ade. " ucap kak Fatih
__ADS_1
"Zizah senang dengan hidup zizah sekarang, kenapa zizah selalu disuru mengikuti gaya hidup kalian di rumah ini, zizah tidak suka. " ucap ku
"Adek tidak suka dengan kami? Kami keluarga ade, kami sayang menyayangi adek terlebih abi, tapi adek berkata tidak suka kepada kami. " ucap kak Fatih
"Kak kecewa sama adek. " ucap kak Fatih beranjak keluar dari kamarku
"Bukan begitu kak. " ucapku menahan tangan kak Fatih tapi kak Fatih malah menepis nya
"Kak sepertinya sangat kecewa. " ucapku menutup pintu kamar
Saat dalam kamar kupandangi foto keluarga yang ada diatas nakas disamping tempat tidurku. Kulihat senyum bahagia keluarga didalam foto tersebut. Pandangan ku fokus kearah gambar abi dalam foto, bayanga kesedihan abi terlintas dibenakku
"Maafkan zizah bi, zizah belum bisa menjadi anak kebanggaan abi, saat ini zizah masih ingin seperti ini, tapi zizah janji suatu saat kelak zizah akan berubah demi abi, umi dan yang lain. Tapi beri zizah waktu. " ucapku dengan linanang air mata.
Telah lama menangis aku pun memberhentikan tangisku karna sadar bahwa tadi saya
melakukan vidio cool dengan kak Nando. Dengan cepat kuraih HP ku yang tergeletak diatas meja belajar. Kukiahatnya panggilannya terputus, namun notifikasi pesan darinya sangatlah banyak.
📱"Maaf ya kak matiin sambungan telponnya, karna kakak dengar ada saudaraku kamu."isi pesan kak Nando
📱"Kalau kamu sudah selesai ngobrolnya balas pesan kak ya! "Tulisnya lagi
📱"kok lama sih? " tanyanya dalam pesan
Dan masih banyak lagi, namun sedikitpun tidak aku balas.
__ADS_1