Takdir Cinta Azizah

Takdir Cinta Azizah
Part 42


__ADS_3

Kembali ke pada Azzam dan salwa


"Kak! " panggil salwa


"Iyah." jawab Azzam


"Kalau misalkan abi minta kakak nikah dengan orang pilihan abi bagaimana? " tanya salwa


"Memangnya abi mau menjodohkan kak? " bukannya menjawab Azzam malah kembali bertanya


"Ya gak, kan salwa hanya nanya kak, bukan berarti abi akan menjodohkan kak." jawab salwa


"Kalau kak dijodohin ya kak akan menerima, karna bagi kak apa yang dipilihkan oleh abi mungkin itu yang terbaik, abi tidak akan pernah menjerumuskan anak-anaknya. " jawab Azzam


"Gitu ya? " ucap salwa


"Iyah, apa yang kita suka belum tentu baik untuk kita dek, begitu pula sebaliknya. Jadi ya kita hanya bisa menyerahkan semuanya kepada Allah. Karna Allah Maha tau apa yang terbaik untuk makhluk-Nya. " ucap Azzam


"Iyah kak," ucap salwa


"Ade gak usah mikirin jodoh, adek harus fokus belajar, selesaikan hafalan adek dan terus belajar mengkaji kitab, biar kelak ade bisa menjadi istri yang baik serta Ibu yang baik untuk anak-anak adek. " ucap Azzam menasihati sang adik


"InsyaAllah kak. Ade akan berusaha menjadi kebanggaan abi dan umi serta kak. Kalian adalah keluarga serta panutan untuk adek. " ucap salwa memeluk Azzam


"Adik kak pasti bisa," ucap Azzam membalas pelukan salwa


"Aamiin! " ucap salwa


"Bagaimana hafalan adek? " tanya Azzam mengurai pelukannya


"Masih sampai jus 18, " jawab salwa


"Ade harus berusaha hafal hingga hatam ya! " pinta Azzam


"InsyaAllah kak, sebelum salwa meninggal dunia, salwa pasti sudah menyelesaikan hafalan salwa. " ucap salwa


"Adek kok bicara seperti itu? " tanya Azzam


"Salwa hanya bicara kok kak, semoga saja hafalan salwa selesai baru Allah mencabut nyawa salwa. " jawab salwa


"InsyaAllah dek, makanya adek harus banyak berdoa serta rajin menghafal. " ucap Azzam

__ADS_1


"InsyaAllah kak." ucap salwa


"Ya sudah malam semakin larut adek ke kamar gih! " pinta Azzam


"Nanti dulu, adek masih ingin sama kak, memeluk kak seperti ini. " ucap salwa


"Yasudah terserah adek deh. " ucap Azzam pasrah


,


Azzam pun melanjutkan muroja'ahnya dengan ditemani salwa yang berada dalam pelukannya, salwa seolah mendapatkan ketenangan berada dalam dekapan sangat kak dengan mendengarkan lantunan ayat al-qur'an dari sang kak. Saat asyik memuroja'ah ustadz Arif pun menghampiri mereka


"Lagi apa kalian malam-malam begini masih diluar? " tanya ustadz Arif duduk di bangku kosong di hadapan kami


"Ini adek lagi nemanin kak muroja'ah bi. " jawab salwa


"Iyah bi, tadi kak sendiri tidak lama adek datang, jadi sekalian nemanin deh. " ucap Azzam


"MasyaAllah, Anak-anak abi semangat bangat muroja'ah nya, " ucap ustadz Arif


"Harus dong bi, Iyah kan kak? " ucap salwa


"Kak, tadi abi sudah datang kerumah teman abi, mungkin dua pekan kedepan adek sudah bisa tinggal disana." ucap ustadz Arif


"Abi benaran mau masukin adek ke pesantren teman abi? " tanya Azzam


"Iyah nak, adek juga sudah setuju. " ucap ustadz Arif


"Kalau seperti itu kak juga bakalan disana dong bi. " ucap Azzam


"Ya begitulah. "Jawab ustadz Arif


"Kasihan umi dong bi, umi jadi sendirian. "Ucap salwa


"Kan ada abi yang akan bersama umi, " jawab abi


"Pasti bedalah bi, ada dan tidak adanya kita pasti buat umi sedih. " ucap salwa lagi


"Nanti abi buatkan adik untuk salwa biar umi ada temannya. " ucap ustadz Arif


"Ihh abi ada ada saja. " ucap salwa

__ADS_1


"Kalau itu sudah keputusan abi, kak nurut ajalah. " ucap Azzam


"Nanti disana salwa di asrama atau dirumah pak kiainya? " tanya Azzam


"Di rumah pak kiainya nak, kebetulan sahabat abi punya anak perempuan, dan beliau berharap anak perempuannya bisa berteman bahkan bersahabat dengan adik kamu." jawab ustadz Arif


"Terus Azzam? " tanya salwa


"Kak Azzam kan disana sebagai guru, jadi kak akan tinggl di perumahan yang disediakan untuk pengajar disana. Dan kamar kak ada disamping rumah sahabat abi, jadi kak masih bisa mengawasi adek. " ucap ustadz Arif


"Gitu ya bi, alhamdulillah kalau begitu. " ucap Azzam


"Semoga kita bisa betah disana ya kak. " ucap salwa


"Iyah dek aamiin. " ucap Azzam


"Ini sudah jam 10 malam, adek tidur gih, kak juga istirahat! " pinta ustadz Arif


"Iyah abi. " ucap salwa


"Ya udah kak istirahat ya bi, abi juga istirahat. " ucap Azzam menyalimi abinya dan beranjak pergi


"Assalamu'alaikum! " ucap Azzam


"Waalaikumsalam! " jawab ustadz Arif


"Adek juga ya bi. " ucap salwa mencium kedua pipi abinya serta menyalimi tangannya dan beranjak pergi


"Assalammualaikum abi ku sayang. " ucap salwa


"Waalaikumsalam." Jawab ustadz Arif




Bersambung



Tetap bantu author ya dengan memberi like, koment. agar author semangat dalam melanjutkan cerita ini.

__ADS_1


__ADS_2