
Kembali lagi ya ke cerita "Takdir cinta Azizah", setelah beberapa hari tidak update.
Selamat membaca para readers
...Happy Reading...
Setiba di Mesir aku dan kak Fatih bergegas menuju apartemen yang di tempati kakak saat kuliah dulu.
"Sudah sampai belum kak? " tanyaku yang sudah merasa sangat lelah
"Iyah ini juga sudah sampai. Lihatlah itu apartemen kak! " jawab kak Fatih
"Alhamdulillah." jawabku
Setelah tiba kami pun turun dari mobil dan berjalan menuju lantai 10 dimana unit kak berada.
"Akhirnya sudah sampai. " ucapku saat sudah memasuki apartemen kak. Ku pandangi semua isi ruangan tersebut yang menurutku sangat bersih dan rapi seolah ada yang tinggal di rumah ini. Kak Fatih yang melihatku seolah dia tau apa yang kupikirkan
"Ada bi surti disini yang mengurus ini semua. " ucap kak Fatih
"Ohh gitu, ya udah boleh zizah istirahat capek bangat nih. " ucapku
"Ya sudah, itu kamarnya, silahkan istirahat! " ucap kak Fatih. Aku pun berjalan menuju kamar yang ditunjuk oleh kak Fatih
Saat akan merebahkan badanku ke kasur tiba tiba ponselku berdering
"Dert... Dert... Dert.... "Dering ponselku. Kuraihnya dan kulihat siapa yang menelpon. Ternyata umu yang menelpon ku. Akupun menggeser tombol hijau dan tak lama terdengar suara dari seberang sana
📱"*Assalamu'alaikum nak*! " ucap umi
📱"Waalaikumsalam umi! "Jawabku
📱"*Kalian sudah sampai disana? Kenapa tidak mengabari umi*? " tanya umi
📱"Kami baru sampai umi, maaf zizah tidak mengabari umi karna berpikir kak Fatih sudah mengabari. "Ucapku
__ADS_1
📱"*kak mu juga umi telponin tetapi tidak aktif*. " ucap umi
📱"Mungkin HPnya mati mi. "Jawabku
📱"*Yasudah istirahatlah nak! Nanti umi telepon lagi. Soalnya abi sudah nunggu umi*. " ucap umi
📱"Iyah umi. Assalamu'alaikum! "Ucapku
📱"*Waalaikumsalam*! " jawab umi. Dan panggilan pun berakhir.
Aku pun memutuskan untuk tidur karena merasa lelah.
Pagi hari
Setelah bangun tidur dan shalat subuh aku bergegas keluar kamar dan menuju dapur. Entah kenapa aku merasa sangat lapar
Saat didapur kulihat seseorang telah bergelut dengan peralatan dapur
"Permisi! " sapa ku
"Maaf saya lapar, apa sudah ada makanan yang masak? " tanyaku
"Maaf nak, kalau boleh tau ini siapanya aden?" tanyanya
"Saya zizah bi, adiknya kak Fatih. " jawabku
"Owalah, aden tidak bilang kalau adeknya ikut, tunggu sebentar ya nak, bibi lagi masak dan sebentar lagi masak kok. Tunggu di meja makan saja! " pintanya
"Iyah bi, aku juga ingin manggil kak Fatih. " ucapku berlalu pergi
"Kak!!!" panggilku
"Iyah dek " jawabnya
"Kok kak sudah rapi aja sih? Emng mau kemana? " tanyaku saat melihat kak Fatih telah rapi
__ADS_1
"Kak kesini kan untuk kerja, jadi ya mau kerja lah. " ucap kak Fatih melangkah keluar kamar
"Adek ikut ya!" pintaku mengikuti kak Fatih
"Mana bisa ikut, kak mau kerja bukan mau jalan-jalan
"Ihh terus adek ngapain disini? "Tanyaku kesal
"Ya jaga apartemen. " ucapnya santai
"Kalau tau kaya gini mending gak ikut sekalian. " ucapku
"Suru siapa ikut. " ucap kak Fatih duduk di meja makan
"Ihh menyebalkan. " ucapku
Saat kami tengah berbincang bi surti datang dan menghidangkan makanan dimeja makan
"Silahkan di makan den, non!" ucapnya
"Terimakasi bi. " ucapku dan kak Fatih
Kami pun makan tanpa ada yang berbicara
"Kak udah selesai. Kak berangkat ya. Jaga rumah. Dan jangan coba-coba keluar sendirian. " ucap kak Fatih memberi peringatan
"Hmm." jawabku
"Bi! Saya berangkat dulu ya! Saya titip adik saya. " ucap kak Fatih pada bi surti
"Iyah den. " jawabnya
"Dek! Kak berangkat ya! Assalamu'alaikum! " ucap kak Fatih mencium kening ku dan berlalu pergi
__ADS_1
"Waalaikumsalam." jawabku