Takdir Cinta Azizah

Takdir Cinta Azizah
Part 14


__ADS_3

Di tempat lain


"Gimana bro? Sukses gak?" tanya Reno


"Ternyata susah naklukin dia, dia tidak seperti cewe pada umumnya yang mudah tergiur dengan kesempatan gue." ucap Nando


"Jadi kamu nyerah ni? dan akan memberikan mobil sport terbaru luh ke Rio?" tanya Reno lagi


"Baguslah kalau lu nyerah bro, aku tidak akan kehilangan apartement dan akan mendapatkan mobil sport terbaru."ucap Rio


"Jangan harap, gue yang akan menang, kurang dari sebulan dia sudah akan jadi kekasih gue. Ingat itu!" ucap Nando tegas


"Oke bro, selamat berjuang."ucap Reno melangkah pergi diikuti oleh Rio


"Kalian mau kemana?" tanya Nando


"Bolos, capek mikir mulu, lama-lama botak nih pala gue."ucap Reno


Ya tujuan Nando mendekati Azizah adalah untuk memenangkan taruhan dengan Rio


Flashback On


"Do! Kamu liat tuh cewek bening lewat." ucap Rio


"Cantik dari mananya, bukan tipe gue."ucap Nando


"Tapi benar kata Rio, dia itu cewek tercantik di kelas XI, tapi susah untuk dekatin dia, apalagi dapatkan dia. Belum pernah ada kabar kedekatan dia dengan orang lain, meskipun banyak yang mendekati tapi dia hempaskan semua." ucap Reno


"Lu pada lebay, apanya coba yang menarik dari gadis yang sok jual mahal itu." ucap Nando


"Gue tantang lu bro, kalau lo bisa jadikan dia kekasih dalam sebulan maka gue serahin apartement gue ke lu, tapi kalau lu tidak bisa dapatin dia mobil sport terbaru lu milik gue." ucap Rio menantang

__ADS_1


"Oke gue Terima tantangan lu, sebulan gue akan takluk tuh cewek sok jual mahal itu." ucap Nando


"Oke bro selamat berjaung!" ucap Reno


Flashback Of


Kembali ke Zizah dan sahabatnya


"Jadi gimana ceritanya dia bisa ajakin kamu jalan zah?" tanya Mita


"Aku juga gak tau mi, Tiba-tiba aja dia ajakin aku." ucapku


"Terus kamu jawab apa?" tanya Dewi


"Aku bilang gak bisa, tapi dia mohon-mohon agar aku mau, dan bilang kalau bisa ajak kalian." ucap ku


"Kita sih ikut kamu aja zah. Kalau kamu pergi kita ikut. Iyah gak Dew?"ucap mita


"Aku juga gak tau." jawabku bingung


"Ikut aja deh zah! Siapa tau benaran ditembak nanti, kan enak tuh dapat pacar ganteng seperti kak Nando." ucap Mita


"Apaan sih kalian ini, dari tadi ngomong nembak-nembak mulu, kalau gak benaran kecewa loh nanti." ucapku


"Jadi kamu berharap jadi kenyataan nih?" ucap Dewi


"Ihh kalian ini kenapa sih, menggoda aku terus." ucapku


"Cie malu nie, pipinya jadi merah. Ihhh gemes deh." ucap Mita mencubit pipiku


"Mita! Ihhh sakit tau main nyubit aja." ucapku memegani pipiku yang terasa perih

__ADS_1


"Maaf! Soalnya gemmes sih godain orang yang lagi jatuh cinta." ucap Mita


Belum sempat aku bicara tiba-tiba HPku berdering


Dert... Dert... Dert....


Aku pun melihat HP dan kaget yang menelpon adalah kak Nando. Lama Hpku berdering namun aku tidak ada niatan untuk menjawabnya


"Kok gak diangkat?" tanya Dewi


"Dari siapa sih? Gak biasanya kamu cuekin panggilan telpon." ucap Mita


"Dari kak Nando." ucap ku


"What!" ucap Mita dan Dewi bersamaan


"Kok dia tau No telepon kamu zah.?" tanya Dewi


"Jangan-jangan kamu kasih no kamu ke dia?" ucap Mita mengira ngira


"Iyah tadi zizah kasih, soalnya dia maksa." ucapku


"Wow! Ada apa gerangan? Jangan-jangan dugaan kami benar bahwa kamu suka sama dia."ucap Dewi


"Ya gak lah, mana ada zizah suka sama dia, zizah kasih no ke dia karna dia maksa." ucap ku


Belum sempat mereka menyahuti perkataanku, HP ku kembali berdering


Drat... Drat... Drat....


"Udah angkat aja! Dari tadi bunyi terus." ucap Mita

__ADS_1


"Iyah aku angkat." ucapku menekan tombol hijau


__ADS_2