
Di kantin
"Mau duduk dimana? " tanya kak Nando
"Duduk satu meja dengan Mita dan Dewi aja." ucapku melangkah kearah meja kedua sahabatku. Belum sempat melangkah dia menahan tanganku
"No! " ucapnya menggelangkan kepalanya
"Ni orang maunya apasih, dia yang nawaring sekarang ngelarang." ucapku
"Kita makan hanya untuk berdua." ucapku menarikku kemeja yang ada di pojokan kantin yang tampak sepi.
"Buat apa juga tadi dia nanya kalau ujung-ujungnya dia sendiri yang milih. Maaf ya beb hari ini kita gak makan bareng dulu." gumam ku
Saat tiba di meja yang dituju, kak Nando menarikkan kursi untukku dan mendudukkan ku dikursi tersebut dan menarik kursi yang ada dihadapanku dan kami pun duduk saling berhadapan
"Mau pesan apa? " tanya kak Nando
"Nasi goreng. " ucapku
"Terus minumnya? " tanyanya lagi
"Es teh manis." ucapku
"Oke! tunggu ya! Kak pesan dulu." ucapnya beranjak pergi
"Bu! Pesan nasi gorengnya 1 piring tapi untuk porsi dia dan es teh manisnya dua." ucap kak Nando pada ibu kantin nya
"Baik nak Nando! Ditunggu ya nak! " ucap Ibu kantin tersebut. Dan kak Nando kembali tempat yang aku tempati
"Tunggu sebentar ya! " ucap kak Nando dengan meraih tangan ku dan di genggamnya
"Ni orang suka bangat sih menggenggam tanganku, tidak tau apa dengan ulahnya jantungku berpacu lebih cepat." gumam ku
"Iyah kak! " ucap ku berusaha melepas genggaman tangannya
__ADS_1
"Biarkan seperti ini! " ucapnya.
"Tapi zizah tid.... " ucapku terpotong karna ibu kantin datang membawa pesanan kami
Kuperhatikan nampan yang dibawa oleh ibu kantin yang hanya berisi 1 piring nasi goreng dengan porsi banyak dan juga es teh manis dua gelas.
"Jangan bilang dia ingin sepiring berdua dengan ku." batinku
"Ini nak pesanannya! Silahkan dinikmati." ucap Ibu kantin
"Maaf Bu! Kok nasinya hanya 1 piring? " tanyaku
"Maaf nak! Ini sesuai pesan nak Nando. Ibu permisi ya! " ucap Ibu kantin
"Ni orang benar benar menyebalkan. Apa coba maksudnya. Menyebalkan." gumamku menatapnya tajam
"Ayo kita makan! " serunya
"Kak makan aja sendiri. Zizah tidak selera makan." ucapku sambil meminum es teh yang ada dihadapan ku
Dengan kesal kuraih sendok yang lain yang ada di piring nasi tersebut dan menyenderkan makanan ke mulutku tanpa berkata apapun
"Nah gitu kan bagus nurut." ucapnya tersenyum
Kami pun makan dengan sepiring berdua dan jangan ditanyakan tangannya masih setia menggenggam tanganku yang satunya
Tidak menunggu waktu lama makanan kami pun habis. Dan lagi lagi kak Nando membuatku semakin kesal dikarenakan dia meminum minuman ku sedang dia punya minumannya sendiri
"Ihhh!!!! Kak Nando!!!" ucapku berteriak
"Kenapa sih? " tanyanya tanpa dosa
"Kak tanya kenapa? Coba lihat kak meminum minumanku." ucapku
"Emang kenapa? " minuman kamu jauh lebih manis dari punyaku makanya aku coba."ucapku
__ADS_1
"Tunggu dulu dia minum digelas yang sama dengan ku, dengan begitu kami berciuman secara tidak langsung." gumamku
"Kak masih tanya kenapa? Menyebalkan." ucapku jengkel
"Masa gitu aja mukanya manyun. Minta cium kah?“ucap kak Nando menyeringai
Plak
Satu pukulan mendarat di kepala Nando
"Kenapa malah di pukul? " tanyanya
"Tau ah," ucapku
"Kalau marah makin cantik." ucap Nando
"Zizah udah selesai makan, jadi saatnya zizah kembali ke kelas. " ucapku
"Aku juga udah selesai, jadi kak antar ke kelas nya ya! " ucapnya
"Tidak usah! " tolak ku cepat
"Tidak ada penolakan! " ucapnya
"Terserah lah! Percuma debat sama orang yang suka maksa." ucapku
"Ini uang nasinya dan minumannya." lanjut ku meletakkan uang diatas meja
"Aku yang ajak makan, jadi aku juga yang bayar, simpan uangmu kembali! " ucapnya
"Gak bisa gitu dong. " ucapku
"Udahlah, ayo! Aku antar ke kelas sebentar lagi bel. Tapi kita singga kekasir untuk bayar. "ucapnya
Aku hanya diam mengikuti langkahnya
__ADS_1