
Malam hari
Selesai shalat isyah aku bergegas menuju ruang makan, kulihat abi, umi serta kak Fatih duduk di ruang makan. Akupun menghampirinya
"Nak duduk! Kita makan bersama. " ucap umi
"Iyah mi. " jawabku
Saat aku duduk ingin mengambil makanan tiba-tiba kak Fatih beranjak dari kursinya.
"Nak! Kamu mau kemana?" tanya umi
"Selera makan kak sudah hilang. " ucap kak Fatih pergi
"Nak kamu tidak boleh seperti itu! "Ucap umi, namun kak Fatih terlanjur pergi
"Mi! Zizah juga malas makan. " ucapku ingin beranjak. Aku lihat abi hanya melihat kearah tanpa ingin menatapku.
"Tetap duduk dan makan makananmu. " ucap abi tegas tampah menoleh kearah ku
Akupun mengurungkan niatku untuk beranjak. Akupun menghabiskan makananku.
Selesai makan aku membantu umi untuk membersihkan meja makan, saat telah selesai akupun ingin beranjak pergi namun umi memanggilku
"Nak! " panggil umi
"Iyah mi," ucapku
"Jangan diambil hati sikap kak mu ya! Dia masih kecewa kepada mu nak. " ucap umi
__ADS_1
"Iyah mi! " jawabku
"Kamu bawakan makanan untuk kak ya, zizah juga bisa minta maaf kepadanya. " ucap umi
"Zizah takut mi! " ucapku
"Kalau zizah sama kak seperti ini terus kapan baiknnya?" tanya umi
"Iyah deh zizah bawain makanan untuk kak. " ucapku meraih nampan berisi makanan yang akan diberikan kepada kak Fatih
"Nah gitu baru anak umi. " ucap umi. Tanpa menimpali perkataan umi akupun berjalan menuju kamar kak Fatih. Namun kamarnya kosong.
"Kak dimana ya? " gumamku
"Kamarnya kosong. " ucapku saat berada didalam kamar kak Fatih.
"Dek! Andai kamu tau, kak sangat menyayangimu, takkan pernah kubiarkan orang lain menyakitimu. Namun kak kecewa adik yang kak sayangi justru berkata tidak suka terhadap aturan yang dibuat dirumah ini. Tidak suka terhadap aturan abi dan kak buat. Selain abi, kak lah yang akan bertanggun jawab karena tidak dapat membimbing adik kak menuju jalan yang benar. Entah kapan kamu berubah dek. " ucap kak Fatih memeluk foto yang ada di tangannya
Mendengar ucapan kak Fatih aku seolah ditimpa sesuatu yang berat. Dadaku merasakan sakit. Aku tahu sikap ku salah selama ini. Tapi tidak bisakah aku memili?. Dengan berat hati aku melangkahkan kakiku masuk kedalam kamar kak. Dia seolah tidak menyadari kedatanganku. Kuletakkan nampan yang ku bawah diatas meja dan melangkah kearah kak Fatih yang sedang bersandar di kursi ruang kerjanya dengan memejamkan matanya. Aku yang melihat sisa air mata di pipi kak Fatih semakin merasa bersalah. Akupun semakin mendekat kearahnya dan memeluknya erat. Tak kurasa balasan dari pelukanku. Dia hanya diam tampa pergerakan dan suara
"Kak maafkan zizah! Zizah tau kalau zizah banyak salah. Maafkan zizah karna belum bisa membuat kak dan abi bangga. " ucapku menangis dan tetap memeluknya
"Ngapain adek kesini? Kak tidak meminta adek untuk datang kesini. " ucap kak Fatih melepas pelukanku
"Kak ade disuruh umi bawa makanan untuk kak. Dan zizah juga ingin minta maaf. " ucapku
"Sudah kak katakan, kak tidak selera makan. Bawa balik makanannya! Ade juga sudah boleh pergi! " ucap kak Fatih
"Kak harus makan, nanti kalau kak sakit bagaimana? " tanyaku
__ADS_1
"Biar saja. Kak sudah lelah hidup yang harus menghadapi adik yang sangat membangkang. " ucap kak Fatih
"Kak kok ngomong gitu? Kak sudah tidak sayang sama zizah lagi sehingga kak ingin pergi jauh dari zizah. " ucapku menangis
"Zizah minta Maaf kak, zizah bisa jelasin kok, kenapa zizah bolos. " ucapku
"Adek pergi gih! Kak sibuk ingin melanjutkan kerja. " ucap kak Fatih
"Zizah tidak akan pergi sebelum kak maafin zizah. " ucapku kekeh dan kembali memeluknya.
Hal yang tidak kusangka pun terjadi. Kak Fatih malah mendorongmu hingga aku terjatuh ke lantai. Air mataku semakin deras membanjiri wajahku, selama ini kak Fatih tidak pernah kasar, sebesar apapun kesehatan ku dia akan berbicara Baik-baik tapi ini berbeda.
"Kak jahat! Segitu besarkanlah kesalahanku sehingga kak tega mendorong ku. Kak berubah, dulu sebesar apapun kesalahanku kak tak pernah berbuat kasar. Tapi sekarang kak sudah tidak menyayangiku lagi. Kak tega berbuat kasar. "Ucapku memegangi lutut ku yang terluka
"Maafkan kak, kak tidak sengaja. " ucap kak Fatih ingin meraih ku, namun aku menepis tangan nya
"Dek kamu terluka, biar kak bantu ya! " ucapnya khawatir
"Tidak usah, zizah bisa sendiri. " ucapku berusaha berdiri, namun semakin aku berusaha maka rasa sakit diarea lutut dan pinggang ku semakin terasa
"Kan dibilangin juga apa, bandel sih. " ucap kak Fatih menggendong ku kearah kamarnya. Dan mendudukkan ku disofa yang ada didalam kamarnya
"Tunggu di sini. Kak ambil kotak p3k dulu. " ucap kak Fatih
"Ditahan ya, mungkin akan sedikit perih. " ucapnya kak Fatih memberi obat pada lukaku
"Maafkan kak, kak sudah kasar, kak hanya masih kecewa sama adek karena ade bilang tidak suka akan tekanan dan aturan yang dibuat abi padahal ini demi kebaikan kamu. " ucap kak Fatih menatapku
"Zizah tau kak, kalau perbuatanku salah. Tapi zizah hanya butuh waktu. Biarkan zizah berbuat sesuai keinginan zizah, selama perbuatan zizah tidak merugikan orang lain. Zizah tau kalau kak marah karna zizah sering berbuat tidak sopan kepada abi, dan zizah tadi juga bolos sekolahsekolah. Tapi zizah hanya ingin menenangkan pikiran zizah sehingga zizah tidak sekolah. " ucapku
__ADS_1