Takdir Cinta Azizah

Takdir Cinta Azizah
Part 63


__ADS_3

Saat sedang menata piring di atas meja tiba tiba seorang laki-laki datang memeluk salwa dari belak


Deg


"Tumben adeknya kak rajin, biasanya kan di panggil dulu baru muncul. " ucap kak Fatih masih memeluk salwa


Jangan ditanya bagaimana salwa sekarang ia ingin sekali melepaskan pelukan itu tapi mulutnya seolah kaku untuk berbicara


"Fatih apa yang kamu lakukan?" ucap abi dengan suara lantang


Kaget mendapat bentakan dari sang abi, kak Fatih pun melepaskan pelukannya


"Kenapa abi marah?" tanya nya


"Kan kak juga biasa memeluk adek. " lanjut kak Fatih sedang salwa hanya diam dan menunduk


"Kamu bilang adek? Coba perhatikan baik baik, apa yang kamu peluk itu adik kamu ataukah orang lain. " ucap abi masih dengan intonasi yang tinggi


Kak Fatih pun menuruti perintah sang abi, dan berapa terkejutnya dia saat mengetahui orang yang dia peluk bukanlah sang adik


"Ma... Ma... Maaf abi, kak tidak menyadarinya! " ucap kak Fatih menunduk


"Nak salwa tidak apa-apa? " bukannya menjawab pertanyaan kak Fatih abi justru bertanya kepada salwa


Belum sempat salwa menjawab umi pun datang menghampiri kami


"Ada apa ini bi? Kenapa abi teriak? " tanya umi


"Tanyakan kepada anak laki-laki umi. " ucap abi


"Nak? "


"Maafkan Fatih umi, Fatih tidak sengaja memeluknya dan Fatih pikir dia adalah adek. " ucap kak Fatih menunduk


"Nak salwa! Apa nak salwa baik-baik saja? " tanya umi


"Tidak apa-apa umi. " jawab salwa menunduk

__ADS_1


"Jika nak salwa keberatan dengan kejadian ini, nak salwa bisa menuntut kepada anak saya. " ucap abi


"Maksud abi apa? " tanya kak Fatih


"Menuntut apa bi? Apa ada masalah selama zizah di Mesir? " ucapku yang baru datang


"Jika nak salwa keberatan dan ingin menuntut akan kejadian tadi silahkan bicara! " pinta abi


"Menuntut apa sih bi? Tanyaku lagi


"Zizah! Jika abi tidak suruh bicara maka diamlah! " ucap abi tegas


"Ihh menjengkelkan. " gumamku


"Bagaimana nak salwa? " tanya umi


"Salwa tidak apa apa umi, pak kiai. Salwa tidak akan menuntut apa apa. 'Ucap salwa


"Apa kamu yakin nak! " tanya ab


i


"Memeluk? Jadi kak memeluk dia? " tanyaku


"Wah wah parah nih, nikahkan saja mereka bi. " ucapku


"Diam! " ucap kak Fatih dan abi berbarengan


"Ihh kenapa jadi pada melototin zizah sih. " ucapku


"Sudah dek diam. Orang lagi bicara juga. " ucap umi


"Apa kamu sudah benar-benar yakin nak? " tanya abi


"InsyaAllah pak kiai. " ucap salwa


"Baiklah kalau begitu, masalah sudah selesai dan mari kita makan. " ucap ab

__ADS_1


i


Kami pun duduk dan hendak memulai makan kecuali salwa


"Nak! Duduk! Kita makan bersama. " ucap umi


"Saya nanti saja umi, saya orang lain disini jadi setelah keluarga umi makan barulah saya akan makan. " ucap salwa


"Siapa bilang kamu orang lain nak, kami keluargamu, jadi duduklah dan makanlah! " ucap umi


"Tapi umi? "


"Ayo nak! Duduklah. " ucap abi


"Baiklah, " jawab salwa


Kami pun makan tampa ada yang bersuara.


"Setelah kalian makan, abi minta untuk berkumpul diruang keluarga, ada yang ingin abi bicarakan. " ucap abi


"Iyah abi. " ucap mereka selain salwa


"Iyah pak kiai. "Ucap salwa


Diruang keluarga


"Zizah apa kamu sekolah hari ini nak? " tanya abi


"Tidak bi, besok baru zizah akan ke sekolah. " jawab ku


"Bi! Dia siapa sih bi? Sepertinya adek pernah bertemu tapi adek lupa. " ucapku


"Dia salwa, anaknya sahabat abi. Dia tinggal dirumah kita selama dia belajar di pesantren ini. " ucap abi


"Berarti dia yang datang bersama abinya waktu itu? " tanyaku


"Iyah."

__ADS_1


__ADS_2