Takdir Cinta Azizah

Takdir Cinta Azizah
Part 62


__ADS_3

Keesokan paginya aku pun siap siap untuk keberangkatan pulang ke Indonesia karna jadwal penerbangan kami pada jam 6 pagi maka kami pun bersiap siap. Setelah semua dirasa sudah beres kami pun menuju bandara dengan diantar oleh bi Surti


"Bi, kami pulang dulu ya, doakan kami semoga selamat sampai tujuan. " ucapku


"Iyah nak, dan semoga segera kembali kesini bersama pasangan halalnya. " jawab bi Surti


"Bibi kenapa bicara seperti itu, masih ada aku yang akan lebih dulu nikah dari pada adek. " ucap kak Fatih


"Iyah aden juga, segera kembali bersama pasangan halalnya. " ucap bi Surti


"Mada ada cewek yang mau sama kak bi, orangnya dingin kaya es di kutub Utara. " jawabku tertawa


"Enak saja. Banyak kok cewek yang antri hanya saja kak yang malas ladenin mereka. " jawab kak Fatih


"Masa sih, gak percaya aku mah. " ucapku


"Sudah jangan debat. Intinya kalian cepat kembali ya, bibi pasti akan merindukan kalian. " ucap bi Surti melerai


"InsyaAllah bi, " jawabku bersamaan dengan kak Fatih


"Baiklah bi, kami sudah harus masuk, jaga diri dan kesehatan bibi. " ucap kak Fatih menyalimi tangan bi Surti


"Zizah pulang ya bi, terimakasi sudah menemani zizah selama seminggu." ucapku memeluk nya


"Sam sama nak. "


"Ini aku punya hadiah untuk bibi, bibi simpan ya sebagai kenang kenangan dari zizah. " ucapku menyodorkan sebuah paperbag


"Terimakasih nak, semoga diberikan kemudahan dalam segala urusannya dan salam sama keluarga di Indonesia. " jawabnya


"Iyah bi. "


"Ayo dek! " ucap kak Fatih


Akupun mengurai pelukanku dan berucap "Assalamu'alaikum bi. " ucapku meraih tangannya dan mencium nya


"Assalamu'alaikum! "

__ADS_1


"Waalaikumsalam." jawabnya


Setelah melewati perjalanan yang panjang sampai lah kami di Indonesia. Kami pun bergegas menuju kediaman kami


Rumah kiai Dahlan


"Assalamu'alaikum abi. " ucapku dan kak Fatih


"Waalaikumsalam, kalian sudah sampai? " tanya abi


"Iyah bi, " jawabku dan kak Fatih


"Baiklah istirahat lah nak! Kalian pasti sangat lelah. Tapi kalian sudah makan malam! " tanya abi


"Sudah tadi bi. " jawabku


"Alhamdulillah kalau begitu, istirahatlah agar kalian bisa bangun pagi besok. " ucap abi


"Iyah abi. "


"Iyah nak. "


"Adek kenapa masih berdiri disitu? "


"Abi tidak memelukku? Abi tidak merindukanku selama 7 hari tidak dirumah? " ucapku cemberut


"Kirain ada apa, sini abi peluk. "


"Kesayangan abi, abi sangat merindukanmu. Tidak ada yang buat marah di pagi hari selama 7 hari kemarin. " ucap abi memelukku erat, seolah menumpahkan kerinduannya selama 7 hari tak bertemu


"Tenang saja bi, besok adek akan merepotkan abi lagi. " ucapku tersenyum


"Apakah anak abi tidak ingin berubah? "


"Gak." ucapku sambil tertawa


"Mulai deh nakalnya. " ucap abi mencubit hidungku. Kami pun tertawa bersama

__ADS_1


"Jangan berisik! Nanti umi bangun."


"Ehh, maaf! Yaudah adek istirahat dulu abiku yang ganteng dan baik sejagat raya. " ucapku


"Istirahatlah sayang. "


"Selamat malam abi, assalamu'alaikum. "


"Waalaikumsalam."


Pagi hari selesai shalat subuh rumahku sudah disibukkan dengan aktifitas seperti mengaji, membersihkan rumah, memasak didapur dan lain lain.


Di dapur


"Umi! Mbok iyem! Ada yang bisa salwa bantu? " tanya salwa


"Ehh, nak salwa. " ucap umi


"Ada yang bisa salwa bantu umi? " tanya salwa lagi


"Nak salwa siapkan piring dan yang lain di meja makan ya! " pinta umi


"Siap umi. "


Saat sedang menata piring di atas meja tiba tiba seorang laki-laki datang memeluk salwa dari belak


Deg


"Tumben adeknya kak rajin, biasanya kan di panggil dulu baru muncul. " ucap kak Fatih masih memeluk salwa


Jangan ditanya bagaimana salwa sekarang ia ingin sekali melepaskan pelukan itu tapi mulutnya seolah kaku untuk berbicara


"Fatih apa yang kamu lakukan?" ucap abi dengan suara lantang


Kaget mendapat bentakan dari sang abi, kak Fatih pun melepaskan pelukannya


"Kenapa abi marah?" tanya nya

__ADS_1


__ADS_2