
Saat makan malam, semuanya berkumpul di meja makan kecuali aku karna aku masih jengkel dengan mereka
"Loh, Zizah mana? Kenapa dia tidak ikut makan malam?" tanya Abi
"Mungkin masih marah bi," jawab kak Fatih
"Kak, coba kamu panggil adik mu di kamarnya!"seru Umi
"Iyh umi."jawab Fatih melangkah pergi
Tak lama kak fatih datang kembali ke meja makan
"Mana adik mu nak?"tanya Abi
"Ade tidak mau buka pintu kamarnya bi."ucap kak Fatih
"Biar umi saja yang mencoba memanggilnya."ucap umi hendak pergi
"Tidak usah mi, nanti saja setelah makan abi akan membujuknya."ucap Abi
"Tapi, abi jangan terlalu keras ya, sama Zizah!"seru umi
__ADS_1
"Iyh mi, umi tenang saja, kita makan saja ya, keburu dingin makanan ini,"ucap Abi
Mereka pun makan tampa ada yang bersuara.
Dikamar Azizah
Krukkk... krukk... krukkk.... Bunyi perut Azizah
"Aduh aku lapar bangat, cacing-cacing di perutku sudah pada meronta minta makan. Tapi, gimana ya caranya agar aku bisa makan tampa harus keluar kamar? Aku kan lagi marah sama orang rumah."ucapku sambil perfikir. Saat sedang berfikir aku dikagetkan dengan bunyi ketukan pintu
"Tok... Tok... Tok...."bunyi pintu diketuk
"Nak, ini Abi, buka pintunya! Abi ingin bicara."ucap abi di balik pintu. Namun tak ada sahutan
"Zizah buka pintunya! Kalau tidak abi akan menelpon kepalah sekolahmu untuk memintanya membuatkan surat pindah agar kamu tidak lagi sekolah disana dan abi akan memasukkanmu di pesantren, namun bukan pesantren abi melainkan pesantren ustadz Arif."ucap abi mengancam
Tidak lama pintu pun terbuka, hanya ancaman itulah yang dapat meruntuhkan sikap pembangkan azizah
"Jangan pindahkan zizah bi!"ucap ku
Namun, abi tidak menghiraukan perkataanku, kutatap wajah abi yang terlihat sedang menahan amarah. Lama kami saling diam, aku tahu abi sangat marah dengan tingkahku karna kalau abi diam berarti dia sedang mengatur emosinya. Lama kami saling diam aku pun memberanikan diri untuk berbicara
__ADS_1
"Abi! Maafkan zizah!"ucap ku
"Kenapa zizah tidak turun makan malam?"bukannya merespon perkataanku abi malah kembali bertanya
"Maaf abi, zizah lagi tidak berselera makan."ucapku
"Apakah zizah tidak lapar?"ucap abi,namun abi tidak melihat ke arahku, itu menandakan kalau abi betul sedang marah
"Zizah lapar kok bi, hanya saja zizah tidak berselera makan."ucapku
"Zizah silahkan kebawah untuk makan! Setelah itu temui abi di ruangan baca, abi ingin bicara dengan Zizah."Ucap abi melangkah pergi
"Abi betul betul marah, semoga saja abi tidak memindahkan aku ke pesantren ustadz Arif."gumamku kemudian melangka menuju ruang makan
Tiba di meja makan aku melihat mbok iyem sedang membersihkan meja makan
"Mau makan nak?tanya Mbok iyem
"Iyh mbok, zizah lapar banget" ucapku
"Mbok siapkan dulu ya."ucap mbok iyem
__ADS_1
"Iyh mbok, terimakasih."ucapku
Aku pun makan dengan lahapnya dan setelah itu aku menuju ruang baca untuk menemui abi.