
"Dia maksa aku untuk nerima dia. " ucapku
"Maksa gimana? Tanya Mita
"Dia bilang kalau dia tidak menerima penolakan, jadi meskipun aku tidak mau dia akan tetap jadi kekasihku. " ucapku
"Tapi emang kamu tidak ada rasa suka sama kak nando? " tanya Mita
"Iyh betul tuh, sacara kan kak Nando itu tampan kaya lagi. " ucap Dewi
"Sebenarnya sudah sejak lama aku menyukainya. " jawab ku
"What? "Ucap mereka
"Iyah sejak pertama aku sudah menyukainya namun aku tau kalau dia punya pacar jadi aku menghalau perasaan aku dan lagi pula abiku melarangku untuk berpacaran. " jawabku
"Terus apa yang akan kamu katakan sama kak Nando jika kalian bertemu nanti? " tanya Dewi
"Gak tau. " ucapku
"Sudahlah lupakan tentang kak Nando hari ini kita menghibur diri aja sebelum besok sekolah. " ucap Dewi
"Tapi kamu kan dari Mesir zah, terus oleh oleh kami mana? " ucap Mita
"Ada kok, tadi sudah aku masukkan ke bagasi sama dengan oleh oleh untuk dibagikan kepada anak anak panti. " jawabku
Kami pun sampai di taman kota, kami menghabiskan hari kami ditaman kota, menelusuri segala penjuru taman, wahana bermain yang ada disana kami naikki semua. Serta berburu kuliner pun kami lakukan. Sehingga kami pun seolah lupa akan waktu
"Wah udah jam 17:00." ucap Dewi
"Iyah, gak terasa ya, tapi aku heppy bangat gays. " ucap Mita
__ADS_1
"Aku juga. " ucapku menimpali
"Jadi sekarang kita gimana? " tanya Dewi
"Kita ke penti aja. " ucapku
"Ayolah."
Kami pun berangkat menuju panti asuhan kasih bunda.
Setiba di panti
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam." ucap bunda
"Ehh ada nak Zizah, nak Dewi dan nak Mita. Silahkan masuk nak!"
"Terimakasih bunda. " ucap kami bertiga
"Hai adik adikku yang cantik dan ganteng. " ucap Dewi
"Hai kak Dewi. " jawab mereka
"Kak tidak di sapa? " ucap Mita pura pura cemberut
"Hai kak Mita. " ucap mereka, Mita pun tersenyum kepada mereka
"Hai kak zizah! " panggil seorang anak perempuan kearahku
"Wah, kak pikir tidak ada yang mau menyapa kak, tapi ada juga. Sebagai imbalannya kak akan memberi hadiah. " ucapku. Ekspresi mereka seketika berubah menjadi sendu
__ADS_1
"Benaran kak aku dapat hadiah? " ucap anak perempuan tersebut tidak lain adalah Rumi
"Benar dong. " ucapku. Mereka semakin merasa sedih dan menundukkan kepala mereka
"Kenapa kalian bersedih? " tanya bunda yang menghampiri kami
"Kak zizah tidak memberi kami hadiah bunda, hanya kak Rumi yang dikasi. " ucap salah satu dari mereka
"Jadi kalian sedih karna itu? " tanya Mita
"Kalian tenang aja, kak zizah hanya bercanda. " ucap Rumi
"Iyah kan kak. " lanjutnya
"Iyah kak hanya bercanda kok. Kalian jangan bersedih yah! Sesuai janji kak sebelumnya bahwa kak akan memberikan kalian hadiah setelah pulang dari Mesir. "Jawabku
"Hadiahnya mana kak? " tanya salah satu dari mereka
"Hadiahnya ada sama kak. " ucap Dewi
"Kalian baris yang rapih, kak Mita dan kak Dewi akan membagikannya. " ucap Mita
Merekapun berbaris demi mendapatkan hadiah itu. Meskipun hadiahnya tidak seberapa tapi mereka sangat senang mendapatkannya demikian juga aku yang sangat senang melihat mereka senang
"Bilang apa sama kakaknya? " ucap bunda setelah semua mendapat hadiah
"Terimakasi kak zizah, kak Mita dan kak Dewi. " ucap mereka serentak
"Sama sama adik adik. " ucap ku berbarengan dengan kedua sahabatku
"Bagaimana suka gak dengan hadiah nya? " tanya Dewi
__ADS_1
"Suka bangat kak. " jawab mereka
"Syukurlah." jawabku