
Di tempat lain
Tepatnya di perjalanan ustadz Arif dan Salwa
"Bi! " panggil Salwa
"Iyah nak? " ucap ustadz Arif menoleh
"Perempuan tadi yang akan abi jodohkan dengan kak Azzam? " tanya Salwa
"Iyah nak! Kenapa? " tanya ustadz Arif
"Masa abi jodohon kak Azzam sama dia sih. " ucap Salwa
"Ada yang salah sama dia nak? " tanya ustadz Arif
"Abi tidak lihat bagaimana perangai orang itu, tidak mencerminkan seorang yang berakhlak dan cara berpakaiannya, masa dia mau keluar rumah tanpa menutup aurat." ucap Salwa
"Sejak kapan anak abi pandai menilai seseorang? " tanya ustadz Arif
"Ihh abi, Salwa serius, dan Salwa yakin mana mau kakak sama dia. " ucap Salwa
"Jodoh tidak ada yang tau nak, abi hanya berencana menjodohkan mereka tapi kalau Allah tidak merestui maka pernikahan tidak akan terjadi. " ucap ustadz Arif
"Salwa gak setuju kalau kak nikah sama dia. " ucap Salwa
"Loh kok anak abi bicara seperti itu, azizah itu sebenarnya anak baik nak, hanya saja dia terlalu dimanja oleh kedua orang tuanya, apa pun yang diminta selalu dituruti jadi anaknya ngelunjak. " ucap ustadz Arif
"Salwa juga sama bi, setiap Salwa minta sesuatu abi juga turuti. " ucap Salwa
"Bedalah sayang, jangan membandingkan diri kita dengan orang lain nak! Menilai diri kita baik dan orang lain buruk. " ucap ustadz Arif
"Astaghfirullah, maaf bi soalnya Salwa kebawa emosi. " ucap Salwa
"Tidak apa-apa nak, kita jalani saja ya, abi berharap nanti setelah Salwa tinggal di sana kalian bisa berteman baik dan sedikit memberi pengaruh baik terhadapnya. " ucap ustadz Arif
"InsyaAllah, bi. Kasihan kak. " ucap Salwa
"Do'akan saja yang terbaik nak! " ucap ustadz Arif
"Kak sudah pernah bertemu dengan dia bi? " tanya
"Kalau bertemu abi tidak tau, tapi abi belum cerita ke kak mengenai perjodohan." ucap ustadz Arif
"Bagaimana kalau kak menyukai orang lain bi? " tanya Salwa
"Kak tidak pernah cerita ke abi kalau dia menyukai seseorang. Mana berani kak berbuat demikian. " ucap ustadz Arif
"Iyah juga sih, tidak mungkin kak pacaran. Tapi kan bisa aja kak terlihat yang namanya cinta dalam diam. " ucap Salwa
"Anak abi sudah pintar bahas cinta-cinta ya. " ucap abi menggoda
"Ihh apa sih bi. " ucap Salwa bersemu merah
__ADS_1
"Jangan-jangan anak gadis abi yang terlibat cinta dalam diam. " ucap ustadz Arif
"Ihh gak kok bi, " ucap Salwa
"Bilang gak, tepi pipinya merah. " ucap ustadz Arif
"Mana ada sih bi, udah deh jangan godain Salwa terus. " ucap Salwa cemberut
"Ihh kok ngambek sih. Cantiknya ilang loh. Nanti orang itu gak suka lagi sama anak abi soalnya cantiknya hilang. " ucap ustadz Arif masih menggoda
"Ihh abi." ucap Salwa
"Bercanda sayang masa itu aja ngambek. " ucap ustadz Arif
"Abi sih. " ucap Salwa
"Abi minta maaf, sini mendekat ke abi, dan peluk. " ucap ustadz Arif membentangkan sebelah tangannya dan satunya lagi memegang strir mobil. Salwa pun langsung masuk kedalam dekapan sang abi
"Salwa sangat sayang sama abi. " ucap Salwa
"Abi pun lebih sangat menyayangi anak abi. " ucap ustadz Arif sambil mengecup pucuk kepala Salwa yang masih berada dalam dekapan nya
"Bi! " panggil Salwa
"Iyah sayang. " jawab ustadz Arif
"Itu ada penjual buah bi, kasian sepertinya jualannya belum ada yang laku, kita beli ya bi. " ucap Salwa sedih
"Iyah nak sebentar ya abi pinggirkan mobilnya. " ucap ustadz Arif
Setelah mobil berhenti Salwa pun bergegas keluar dari mobil
"Salwa saja ya bi yang turun. " ucap Salwa
"Iyah nak. Ini uangnya. " ucap ustadz Arif menyodorkan uang berwarna merah sebanyak dua lembar
"Assalamu'alaikum bu! " ucap Salwa setelah berasal di tempat penjual buah
"Wa'alaikumussalam nak! Mau beli buah ya? " tanya penjual buah
"Iyah bu, " ucap Salwa
"Alhamdulillah, dari tadi ibu disini tetapi satupun yang singgah untuk membeli tidak ada. " ucap penjual buah
"Ibu jual buah apa aja? " tanya Salwa sambil tersenyum
"Ada buah jambu, pisang, rambutan dan langsat
"Berapa perkilonya bu? " tanya Salwa
"Kalau rambutan 4.000 perkilonya, kalau jambu 5.000, kalau langsat 3.000 kalau pisang 5.000 per sisirnya. "Ucap penjual buah
"Kalau Salwa borong semunya boleh bu? " tanya Salwa
__ADS_1
"Benaran nak? Kamu mau borong buah ini? " tanya penjual buah
"Iyah bu,"ucap Salwa
" Alhamdulillah. "Ucap Ibu penjual buah
"Berapa bu harganya kalau saya borong! " tanya Salwa
"200 ribu nak. Ibu bungkuskan dulu ya. " jawab sangat penjual buah
"Iyah bu. " ucap Salwa
Ibu penjual buah itu pun membungkus semua buah yang dijualnya kemudian memberikannya kepada salwa
"Ini nak sudah selesai. " ucap Ibu penjual buah
"Iyah bu, ini uangnya. " ucap salwa menyodorkan uang merah sebanyak 5 lembar
"Maaf nak, harga buahnya 200 ribu, ini terlalu banyak nak. " ucap penjual buah menyodorkan kembali ung 300 ribu kepada salwa
"Itu untuk ibu saja," ucap salwa
"Tidak nak, ini terlalu banyak. " ucap penjual buah
"Anggap aja itu rezeki untuk ibu hari ini. Jadi jangan di tolak ya! " ucap salwa
"Terimakasi banyak nak, hati mu sungguh mulia, semoga Allah melimpahkan segala karunia kepadamu. " ucap Ibu tersebut
"Sama-sama bu, aamiin ya rabbal alamin. " ucap salwa
"Kamu bisa bawa semua buah ini nak? " tanya sang penjual buah
"Sepertinya tidak deh bu, kalau bisa minta tolong bantu bawa bu? " ucap Salwa
"Bisa kok nak. Biar ibu bantu. " ucap Ibu penjual buat
"Ayo bu, disana mobil saya. " ucap Salwa menunjuk ke arah mobil yang di pinggir jalan
"Iyah nak ayo! " ucap sang penjual buah
Mereka pun berjalan ke arah mobil, setelah sampai Salwa memasukkan buah tersebut kedalam bagasi mobil
"Terimakasih banyak ya bu, maaf sudah merepotkan. " ucap Salwa
"Tidak merepotkan kok nak." ucap sang penjual buah
"Kalau begitu saya permisi ya bu, Assalamualaikum! " ucap Salwa
"Waalaikumsalam! " jawab sang penjual buah
Salwa pun masuk kedalam mobil
"Sudah selesai? " tanya ustadz Arif saat Salwa sudah didalam mobil
__ADS_1
"Sudah bi. " jawab Salwa. Mereka pun melanjutkan perjalan pulang ke rumah.