Takdir Cinta Azizah

Takdir Cinta Azizah
Part 34


__ADS_3

Ba'da ashar ustadz Arif dan salwa sampai ke kediaman kiai Dahlan


"Assalammualaikum! "Ucap ustadz Arif


"Wa'alaikumsalam! " jawab pak Budi


"Kiai Dahlannya ada pak. " ucap ustadz Arif


"Ohh, ini ustadz Arif toh, pak kiai ada kok ustadz, silahkan masuk! atau perlu saya antar? " ucap pak Budi


"Tidak perlu pak, kami bisa sendiri kok. " ucap ustadz Arif


"Baiklah! Silahkan masuk ustadz! " ucap pak Budi


"Ayo nak, kita masuk! " ucap ustadz Arif kepada salwa


"Iyah abi. " jawab salwa


Ustadz Arif dan salwa pun melangkah masuk dan saat sampai didepan rumah pintu pun diketuk


"Tok... Tok... Tok.... " bunyi pintu diketuk


Mbok iyem yang mendengar suara pintu yang diketuk melangkah menuju pintu dan membukanya


"Assalamualaikum! " ucap ustadz Arif tatkala pintu sudah dibuka


"Wa'alaikumsalam! " jawab mbok iyem


"Maaf Bu, kiai Dahlan ada? " tanya ustadz Arif


"Ada pak. Silahkan masuk! Saya panggilkan dulu ya! " ucap mbok iyem


"Silahkan duduk dulu pak! " lanjut mbok iyem


Ustadz Arif dan salwa pun melangkah masuk dan duduk diruang tamu sedang mbok Iyem menuju ruangan baca untuk memanggil kiai Dahlan


"Tok... Tok... To..., pak ada tamu! " ucap mbok Iyem mengetuk pintu.


Mendengar pintu di ketuk kiai Dahlan pun membuka pintu

__ADS_1


"Iyah mbok, " ucap abi


"Ada tamu pak, sepertinya itu ustadz Arif bersama anaknya. " ucap mbok Iyem


"Mereka dimana mbok? " tanya abi


"Mereka saya suru tunggu di ruang tamu pak. " jawab mbok Iyem


"Ya sudah saya menemui mereka dulu, mbok buatkan minum serta panggilkan umi ya! "Pintar abi


"Iyah pak. " ucap mbok Iyem


Di ruang tamu


"Assalamualaikum Rif! " ucap abi menyapa setelah tiba di ruang tamu


"Waalaikumsalam." jawab ustadz Arif


"Afwan ente kelamaan nunggu! " ucap abi


"Tidak masalah. " ucap ustadz Arif


"Iyah ustadz saya salwa. " ucap salwa


"MasyaAllah, cantik ya anak ente Rif, " ucap abi


"Siapa dulu abi nya. " ucap ustadz Arif


"Iyah sama kaya abinya, tetapi semoga sifat narsis abinya tidak nurun. " ucap abi tersenyum


"Ente bisa aja Lan." ucap ustadz Arif


Sementara di dapur


"Sudah selesai buat kuenya mi? " tanya mbok Iyem


"Iyah mbok, Alhamdulillah." ucap umi


"Kerjaan mbok sudah selesai? Kenapa mbok ke dapur? " tanya umi

__ADS_1


"Disuru pak kiai buat teh dan panggil umi. " jawab mbok Iyem


"Teman abi sudah datang ya mbok? " tanya umi


"Iyah mi, makanya pak kiai suru mbok untuk buat teh dan panggil umi di sini. " ucap mbok iyem


"Ya sudah, mbok buat teh nya, biar saya yang hidangkan kuenya. " ucap umi


"Siap umi. " ucap mbok iyem


Kembali keruang tamu


"Lan rumah mu sepi ya? " tanya ustadz Arif


"Lumayan, anak laki-laki ku sedang di madrasah, kalau yang bungsu sedang di kamarnya sedang istri ku sedang di dapur. " ucap abi


"Ohh Iyah nak salwa jadi ingin mondok disini? " tanya abi


"InsyaAllah ustadz, abi juga sudah memberi izin." ucap salwa


"Alhamdulillah, semoga nak salwa dan anak saya zizah bisa bersahabat baik selama mondok disini. " ucap abi


"Aamiin! Karna itu saya meminta kalau anak saya mondok disini, dia bisa tinggal bersama dirumah kalian ini. " ucap ustadz Arif


"Dengan senang hati, kami akan menerima itu, dan kami juga berharap dengan kehadiran nak salwa, zizah bisa sedikit lebih baik. " ucap abi


"Salwa juga banyak kekurangan ustadz, tapi insyaAllah salwa dan azizah nantinya bisa belajar bersama-sama. " ucap salwa


Saat mereka sedang berbincang-bincang umi dan mbok iyem pun datang membawa makanan dan minumannya


"Silahkan diminum ustadz dan.. " ucap umi terpotong melirik ke arah salwa


"Nama saya salwa ustadzah. " ucap salwa sopan


"Maaf umi tidak tau namanya. Silahkan diminum nak salwa! " ucap umi


"Tidak apa-apa ustazah," ucap salwa


"Ayo Rif diminum, kue nya juga dimakan!" ucap abi

__ADS_1


"Iyah Lan. " jawab abi meraih gelas yang berisi teh dan meminumnya dan tak lupa memakan kue yang telah disediakan. Salwa pun melakukan hal yang sama


__ADS_2