
Ba'da ashar ustadz Arif dan salwa sampai ke kediaman kiai Dahlan
"Assalammualaikum! "Ucap ustadz Arif
"Wa'alaikumsalam! " jawab pak Budi
"Kiai Dahlannya ada pak. " ucap ustadz Arif
"Ohh, ini ustadz Arif toh, pak kiai ada kok ustadz, silahkan masuk! atau perlu saya antar? " ucap pak Budi
"Tidak perlu pak, kami bisa sendiri kok. " ucap ustadz Arif
"Baiklah! Silahkan masuk ustadz! " ucap pak Budi
"Ayo nak, kita masuk! " ucap ustadz Arif kepada salwa
"Iyah abi. " jawab salwa
Ustadz Arif dan salwa pun melangkah masuk dan saat sampai didepan rumah pintu pun diketuk
"Tok... Tok... Tok.... " bunyi pintu diketuk
Mbok iyem yang mendengar suara pintu yang diketuk melangkah menuju pintu dan membukanya
"Assalamualaikum! " ucap ustadz Arif tatkala pintu sudah dibuka
"Wa'alaikumsalam! " jawab mbok iyem
"Maaf Bu, kiai Dahlan ada? " tanya ustadz Arif
"Ada pak. Silahkan masuk! Saya panggilkan dulu ya! " ucap mbok iyem
"Silahkan duduk dulu pak! " lanjut mbok iyem
Ustadz Arif dan salwa pun melangkah masuk dan duduk diruang tamu sedang mbok Iyem menuju ruangan baca untuk memanggil kiai Dahlan
"Tok... Tok... To..., pak ada tamu! " ucap mbok Iyem mengetuk pintu.
Mendengar pintu di ketuk kiai Dahlan pun membuka pintu
__ADS_1
"Iyah mbok, " ucap abi
"Ada tamu pak, sepertinya itu ustadz Arif bersama anaknya. " ucap mbok Iyem
"Mereka dimana mbok? " tanya abi
"Mereka saya suru tunggu di ruang tamu pak. " jawab mbok Iyem
"Ya sudah saya menemui mereka dulu, mbok buatkan minum serta panggilkan umi ya! "Pintar abi
"Iyah pak. " ucap mbok Iyem
Di ruang tamu
"Assalamualaikum Rif! " ucap abi menyapa setelah tiba di ruang tamu
"Waalaikumsalam." jawab ustadz Arif
"Afwan ente kelamaan nunggu! " ucap abi
"Tidak masalah. " ucap ustadz Arif
"Iyah ustadz saya salwa. " ucap salwa
"MasyaAllah, cantik ya anak ente Rif, " ucap abi
"Siapa dulu abi nya. " ucap ustadz Arif
"Iyah sama kaya abinya, tetapi semoga sifat narsis abinya tidak nurun. " ucap abi tersenyum
"Ente bisa aja Lan." ucap ustadz Arif
Sementara di dapur
"Sudah selesai buat kuenya mi? " tanya mbok Iyem
"Iyah mbok, Alhamdulillah." ucap umi
"Kerjaan mbok sudah selesai? Kenapa mbok ke dapur? " tanya umi
__ADS_1
"Disuru pak kiai buat teh dan panggil umi. " jawab mbok Iyem
"Teman abi sudah datang ya mbok? " tanya umi
"Iyah mi, makanya pak kiai suru mbok untuk buat teh dan panggil umi di sini. " ucap mbok iyem
"Ya sudah, mbok buat teh nya, biar saya yang hidangkan kuenya. " ucap umi
"Siap umi. " ucap mbok iyem
Kembali keruang tamu
"Lan rumah mu sepi ya? " tanya ustadz Arif
"Lumayan, anak laki-laki ku sedang di madrasah, kalau yang bungsu sedang di kamarnya sedang istri ku sedang di dapur. " ucap abi
"Ohh Iyah nak salwa jadi ingin mondok disini? " tanya abi
"InsyaAllah ustadz, abi juga sudah memberi izin." ucap salwa
"Alhamdulillah, semoga nak salwa dan anak saya zizah bisa bersahabat baik selama mondok disini. " ucap abi
"Aamiin! Karna itu saya meminta kalau anak saya mondok disini, dia bisa tinggal bersama dirumah kalian ini. " ucap ustadz Arif
"Dengan senang hati, kami akan menerima itu, dan kami juga berharap dengan kehadiran nak salwa, zizah bisa sedikit lebih baik. " ucap abi
"Salwa juga banyak kekurangan ustadz, tapi insyaAllah salwa dan azizah nantinya bisa belajar bersama-sama. " ucap salwa
Saat mereka sedang berbincang-bincang umi dan mbok iyem pun datang membawa makanan dan minumannya
"Silahkan diminum ustadz dan.. " ucap umi terpotong melirik ke arah salwa
"Nama saya salwa ustadzah. " ucap salwa sopan
"Maaf umi tidak tau namanya. Silahkan diminum nak salwa! " ucap umi
"Tidak apa-apa ustazah," ucap salwa
"Ayo Rif diminum, kue nya juga dimakan!" ucap abi
__ADS_1
"Iyah Lan. " jawab abi meraih gelas yang berisi teh dan meminumnya dan tak lupa memakan kue yang telah disediakan. Salwa pun melakukan hal yang sama