
Kediaman kiai Dahlan
"Bi! Adek belum pulang? " tanya kak Fatih
"Belum nak. " jawab abi
"Mungkin dia ada urusan nak. "Ucap umi
"Urusan apa sampai sesore ini, sudah pergi tanpa pamit ke kita, sekarang dia pulang telat. " jawab kak Fatih
Tak lama setelah itu akupun masuk kedalam rumah tanpa mengucap salam. Saat melewati ruang keluarga, kulihat abi, umi serta kak Fatih yang juga menatapku
"Darimana saja kamu? " tanya kak Fatih saat ku tiba di hadapan mereka
"Kak tidak liat zizah pake seragam, kenapa masih nanya? " ucapku ketus
"Zizah, kenapa semakin hari kamu semakin melawan dengan kami. " kini abi yang bersuara
"Sabar bi, kak sabar, adek baru pulang buarkan dia duduk dulu. " ucap umi
"Katamu pulang sekolah, jam segini? " ucap kak Fatih melirik jam tangannya
"Ada tugas tambahan tadi makanya lambat. " jawabku
"Tugas tambahan apa? Tugas tambahannya bolos sekolah dan kelayapan entah kemana? " tanya kak Fatih
"Maksud kak apasih? " tanyaku pura-pura tidak tau
"Masih tidak mau mengaku? " tanya kak Fatih
"Nak! Mending jujur sama kami biar kalian tidak ribut. Malu didengar para santri. " ucap umi
__ADS_1
"Mau mengaku apa sih kak? Zizah kesekolah bukan bolos. " ucap ku berteriak
"Kalau kamu kesekolah perlihatkan buku catatan kamu, apa saja yang kamu catat saat disekolah. " ucap kak Fatih
"Aduh bagaimana ini, mana di tas gak ada buku lagi. Sial benar dah aku hari ini. "Gumamku
"Apa-apan sih kak, pake acara periksa segala. " ucapku
"Kenapa? kamu takut? ketahuan bolos sama abi dan juga umi? " tanya kak Fatih
"Siniin tasnya! Kak ingin lihat isi tas itu apa? " ucap kak Fatih meraih tasku
"Apaan sih kak, kembaliin gak tasku. " ucapku namun kak Fatih tak menghiraukan ucapan ku
Kak Fatih pun mengeluarkan seluruh isi tasku yang tidak ada satu pun peralatan sekolah.
"Astagfirullah! " ucap umi
"Nak sabar! " ucap umi menenangkan kak Fatih
"Nak! Apa salah abi sehingga kamu menghukum abi seperti ini. " ucap abi lirih.
Ku pandangi wajah abi yang sudah memerah karna menahan emosi. Emosi yang ditahannya kini berupa air mata yang jatuh membasahi permukaan wajahnya. Ada rasa sedih melihat wajah orang yang amat aku sayangi harus menangis karena ulahku
"Lihat karna adek abi menangis, sekarang adek sudah bahagia kan, ade bahagia tatkala abi seperti itu. " ucap kak Fatih mengguncang tubuh ku
"Lihat! Orang yang teramat sangat membela ade saat ade diganggu orang lain kini menangis karna ulah adek sendiri. Orang yang selama ini menyayangi adek melebihi anak-anaknya yang lain kini menangis di hadapan adek. Lihat dek! " ucap kak Fatih dengan deraian air mata
Entah mengapa melihat mereka menangis seluruh tubuh ku jadi lemas dan aku terduduk dilantai sambil memandangi ketiga orang yang kusayangi yang sedang menangis karena ulahku
"Sekarang adek puas, sekarang adek bahagia, maka berbahagialah! " ucap kak Fatih pergi meninggalkan ruang keluarga. Abi juga ikut berdiri dan meninggalkan ruang keluarga mengikuti kepergian kak Fatih
__ADS_1
Kini aku hanya berdua dengan umi ku diruang keluarga tersebut. Kulihat umi juga berdiri. Kupikir dia juga akan pergi tetapi dia menghampiriku dan memelukku. Aku pun semakin menangis dalam dekapan umi
"Umi! Maafkan zizah, zizah banyak salah umi. " ucapku dengan isak tangaisku
"Abi marahkan sama zizah, abi pergi tampa bicara sama zizah mi, biasa kalau kak marah abi yang akan memeluk zizah, tapi abi malah ikut marah dan pergi. " ucapku
"Abi tidak marah sayang, abi hanya kecewa, belum masalah kemarin ditambah lagi hari ini. " ucap umi
"Zizah anak yang buruk ya umi? " ucapku bertanya
"Zizah bukan anak yang buruk kok, zizah anak yang baik, hanya saja keinginan zizah dan abi berbeda. dan umi juga yakin anak umi pasti akan berubah hanya butuh waktu aja. " ucap umi mengurai pelukannya dan menghapus sisa air mata yang ada diwajah ku
"Zizah sedih mi, kak dan abi memarahi zizah sampai segitunya. Padahal zizah hanya bolos sekolah. " ucap ku
"Bolos sekolah dengan kelayapan akan membuat abi serta kak marah nak, karna mereka menyayangimu. Seandainya zizah tadi liat seberapa khawatir kak dan abi saat tau zizah tidak sekolah dan sampai jam segini belum pulang mungkin zizah akan berkata abi dan kak sayang menyayangiku. " ucap umi
"Iyah mi! Zizah salah. " ucapku kembali memeluk umi
"Sudah ya! Jangan dipikirin! Nanti kalam adek bicara Baik-baik sama mereka. Dan jelasakan kenapa adek sampai bolos. " ucap umi
"Zizah takut mi. " ucapku
"Nanti umi temani ya, jangan sedih. Abi hanya kecewa kok. Mana sanggup abi marah mala-lama sama zizah. " ucap umi
"Semoga aja. " ucapku
"Kamu susah shalat nak? " tanya umi
"Sudah kok mi, sebelum pulang zizah shalat. " ucapku
"Yasudah kalau begitu adek istirahat! Umi mau bantu mbok iyem masuk untuk nanti malam. " ucap umi beranjak pergi
__ADS_1
"Iyah umi. " ucapku juga berjalan menuju kamarku