Takdir Cinta Azizah

Takdir Cinta Azizah
Part 58


__ADS_3

Mesir


Setelah beberapa hari di Mesir kini saatnya mereka berjalan-jalan mencari oleh oleh untuk dibawa pulang esok hari ke Indonesia


"Kak!! " panggil ku, namun tidak ada jawaban


"Kak!!! Bangun! Katanya kita mau beli oleh oleh? " ucapku lagi


"Apa sih dek, kak masih ngantuk, ini juga masih pagi mal belum kebuka " ucap kak Fatih menarik selimut dan menutup seluruh seluruh tubuhnya dengan selimut tersebut


"Kak bilang pagi, coba kak liat jam, ini sudah jam 10." ucapku


"Adek berisik. Nanti aja. Kak ngantuk juga gara-gara adek. " ucap nya


"Loh kenapa jadi nyalain adek? " tanyaku, namun tidak ada jawaban, justru yang terdengar adalah dengkurang halus dibalik selimut tebal itu


"Ihh menyebalkan. " ucapku melangkah keluar kamar


"Coba aku tau tempat di Mesir aku bisa belanja tampa harus menunggu kak Fatih yang super menyebalkan itu. " ucapku seraya duduk di ruang tengah seraya menyalakan televisi


"Nak! Ada apa? Kenapa sepertinya kamu sedang jengkel, bukannya senang karna akan jalan-jalan mencari oleh oleh untuk dibawa pulang. " ucap bi surti


"Senang gimana bi, kak aja masi ngorok di kamar. " ucapku


"Pasti aden lelah," ucap bi surti


"Mungkin " ucapku


"Ohh Iyah bi, bibi bisa antar aku mencari oleh oleh? " tanyaku


"Bibi takut, nanti aden marah. " ucap bi surti

__ADS_1


"Ayolah bi! Mau ya, nanti kalau kak marah zizah akan belain bibi. Zizah janji. " ucapku memelaes. Seakan bi surti tidak tega melihat ku memelas akhirnya dia pun menyetujui nya


"Ya udah, bibi siap-siap dulu. " ucapku


"Iyh bi, aku tunggu disini ya! " ucapku


"Iyah nak. " ucap nya


"Ayo nak! Bibi sudah siap. " ucap bi surti setelah kembali


"Las't go bi! Kita borong semua yang ada di mal. " ucapku.


Setiba di mal aku langsung mencari apa-apa saja yang akan aku beli dan hadiahkan kepada teman temanku, untuk keponakanku serta anak-anak panti pun tak luput dari nama yang menjadi list penerima Oleh-oleh. Bi surti yang melihatku hanya bisa heran untuk apa oleh- oleh sebanyak ini.


"Nak! Kamu tidak salah membeli sebanyak ini? " tanya bi surti saat kami akan menuju kasir


"Iyah bi. Ini sudah cukup kok, dan tidak ada yang tertinggal. " jawabku santa


"Tapi ini banyak sekali loh nak, apa kata aden nanti. " ucap bi surti


"Ini uang zizah sendiri bi, kak Tidak ada hak untuk marah. Lagian ini untuk teman, keluarga serta anak-anak panti kok bi, karna aku sudah janji sama mereka. " ucap ku


"Nak zizah punya panti asuhan? " tanya bi surti


"Tidak punya bi, hanya saja zizah suka main ke panti saat orang rumah sering marain aku. " ucapku


"Kenapa orang rumah memarahi nak zizah? Nak zizah anak yang baik menurut bibi." ucap bi surti


"Mungkin bibi menilai aku baik, tapi zizah suka buat keributan kalau di rumah. Karna zizah tidak suka kalau hidup zizah diatur, zizah ingin bebas, bukan malah terkurung dalam aturan pondok pesantren abi. " ucapku


"Nah kan, aku jadi curhat, kita bayar aja ya bi. " ucapku

__ADS_1


"Iyah nak. " ucap bi surti


Setelah selesai membayar kami pun hendak pulang, namun saat akan memesan taksi, perutku malah Berbunyi.


"Bi zizah lapar, " ucapku cengengesan


"Ya sudah kita cari restoran didekat sini aja. " ucap bi surti


"Kita makan di warung sebrang aja bi! " ajakku


"Tapi itu dipinggir jalan nak. " ucap bi surti


"Tidak apa kok bi, di Indonesia zizah juga biasa makan di pinggir jalan kok. Tempat tidak maslah yang penting halal dan yang terpenting rasanya enak. " ucapku


"Yasudah kalau begitu. " ucap bi surti


Kami pun melangkah ke arah salah satu warung makan yang berjejer dipanggir jalan. Kami memesan makanan yang menjadi menu spesial di kedai tersebut. Setelah makanan kami tiba. Kami pun makan tampa ada perbincangan.


"Alhamdulillah, zizah udah selesai. " ucapku


"Bibi juga sudah selesai. Dan ternyata yang dikatakan nak zizah memang benar, bahwa tempat bukan yang nomor satu melainkan kehalalan serta rasanya lah yang lebih utama. " ucap bi surti


"Iyah bi, kalau begitu mari kita pulang! " ajak ku


"Mari." jawab bi surti. Kamipun bergegas meninggalkan kedai makan setelah membayar tentunya



Hai para Readers


Tetap dukung cerita ini ya dengan cara memberi Like, Vote dan Koment agar Author semangat dalam melanjutkan ceritanya

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2